ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 081342042120

Saturday, April 18, 2009

Vaginoplasty Bikin Seks Makin Greng

http://sehat-ituindah.blogspot.com

KOMPAS.com — Semakin meningkat saja jumlah pasien yang meminta vaginoplasty atau operasi pengencangan vagina akhir-akhir ini. Bisa dimengerti, jika seks telah mencapai tahap tidak menyenangkan, hubungan suami-istri bakal terpengaruh. Banyak pasien mempunyai penurunan pada tulang panggul.

Dengan vaginoplasty, jaringan perineal diperbaiki dan otot panggul disambung dengan cara menjahitnya. Kulit vagina akan dibuat rapih sesuai dengan kencangnya otot panggul. Operasi tersebut bisa dilakukan dengan memakan waktu satu hari, dengan sedikit rasa sakit dan komplikasi minim. Tentu saja harus dilakukan oleh dokter ahli.

Kulit vagina tidak dibuang terlalu banyak karena dapat menimbulkan komplikasi setelahnya, seperti rasa sakit ketika berhubungan seks. Setiap masalah yang terjadi harus diselesaikan saat itu juga. Ini adalah usaha untuk mendapatkan “ukuran yang sempit” untuk meningkatkan rangsangan terhadap jaringan vulval dan vaginal.

Vaginoplasty dapat dilakukan dengan atau tanpa pemakaian laser, tetapi prinsip operasinya tetaplah sama. Komplikasi seperti pendarahan dan infeksi jarang terjadi. Takut yang biasa dialami beberapa wanita adalah vagina menjadi terlalu sempit sehingga hubungan seks menjadi tidak menyenangkan.

Kesuksesan vaginoplasty tergantung secara personal dan subyektif, terhadap operasinya, pasien, atau pasangannya. Ukuran kesuksesan yang sebenarnya adalah bila ketiga pihak merasa puas. Penting bagi dokter bedah untuk peka terhadap aspek emosional pasien dan pasangannya karena ini dapat membantu menaikkan rasio keberhasilan.

Kebanyakan pasien yang melakukan vaginoplasty adalah mereka yang sedang mengalami menopause awal dan mereka yang berusia 30-an. Mereka mengaku mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual yang lebih baik, termasuk jalinan hubungannya, setelah operasi ini (vaginoplasty).

Namun, penting untuk diketahui pula bahwa organ seks yang paling hebat adalah yang berada di antara telinga, yaitu otak. Rangsangan terhadap klitoris dan vulva akan diterima melalui foreplay, mengirimkan sinyal-sinyal positif ke otak, yang pada akhirnya memberikan kepuasan seksual. Akan tetapi, rangsangan vaginal/vulval masih membutuhkan sesuatu yang “pas”. Sementara itu, vaginoplasty bukanlah satu-satunya pemecahan masalah untuk meningkatkan kehidupan seks, tidak bisa disangkal bahwa sesuatu yang pas adalah sesuatu yang terjadi di tempat tidur.

Anak Penderita Asma Boleh Olahraga?

http://sehat-ituindah.blogspot.com

lebah madu anak olahraga asmaOrangtua yang memiliki anak yang menderita asma cenderung berhati-hati terhadap daftar kegiatan olahraganya. Bila asma si anak memburuk pada saat berolahraga, apakah orangtua memang harus membatasi kegiatan fisiknya?

Walaupun olahraga itu baik untuk jantung, paru-paru, dan kesehatan, namun olahraga juga dapat memicu serangan asma, terutama karena menghirup udara yang sejuk dan dingin. Aktivitas berat, misalnya lari jarak jauh, berpotensi menimbulkan asma.

Tetapi apakah batuk ketika berolahraga sudah menandakan kalau si anak harus mulai mengonsumsi obat asma secara reguler?

Tidak! Walaupun batuk adalah salah satu gejala asma, belum tentu anak Anda akan didiagnosis memiliki asma. Dokter akan memastikan gejala-gejala lain untuk bisa menyimpulkan apakah anak Anda memiliki asma atau tidak.

Bila memang anak Anda memang memiliki asma dan memiliki pemicu selain olahraga, dia akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat pelega dan mendapatkan perawatan penuh.

Jadi, bila si anak tetap ingin berolahraga, apa yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua?

Bagusnya, gejala asma karena olahraga tergolong mudah dirawat. Si anak dapat melegakan asmanya dengan obat dan metode lainnya. Mengonsumsi obat pelega 20 atau 30 menit sebelum berolahraga biasanya akan mencegah asma.

Berikan pula suplemen yang tepat untuk membantu anak Anda mengatasi asmanya. Salah satu karakteristik asma adalah tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan, asal mendapatkan suplemen yang tepat.

lebah madu alergi bee propolis asma olahragaOlahraga bisa jadi membuat kambuh asma anak Anda, tetapi mayoritas penyebab asma adalah alergi, yakni alergi debu, serbuk bunga, bulu binatang, udara dingin, dan makanan tertentu. Maka, HD Aller Bee-Gone adalah suplemen yang paling tepat untuk membantu penderita asma mengatasi gejala-gejalanya.

HD Aller Bee-Gone mampu meredakan reaksi alergi karena mengandung ekstrak bee pollen yang dikombinasikan dengan 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya sebagai anti-alergen. Kandungan herbal yang akan membantu mengatasi gejala asma karena alergi adalah akar barberry dan mullein. Akar barberry memiliki sifat antihistamin sehingga dapat membantu mengurangi penyempitan saluran pernafasan dan produksi lendir sementara mullein dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernafasan.

Dengan pemakaian teratur, HD Aller Bee-Gone akan meningkatkan ketahanan tubuh Anda terhadap faktor-faktor penyebab alergi. Ini jelas berbeda dengan obat-obatan anti-alergi yang menimbulkan ketergantungan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Konsumsi HD Aller Bee-Gone secara teratur dan sediakan obat pelega asma, maka anak Anda tidak akan ketinggalan kegiatan olahraganya.

Sumber: www.hd.co.id

Friday, April 17, 2009

Bell's Palsy Bukan Stroke

http://sehat-ituindah.blogspot.com
BANYAK orang menganggap serangan bell's palsy sebagai stroke. Padahal dua penyakit ini sangat berbeda karena bell's palsy tidak disertai kelemahan anggota gerak seperti stroke.

Seperti stroke, penyakit ini biasanya menyerang secara tiba-tiba. Lagi-lagi pascaserangan, beberapa penderita mengalami gangguan seperti pascastroke. Gangguan tersebut antara lain wajah tidak simetris, mulut mencong, hingga kelopak mata tak bisa menutup sempurna. Bell palsy adalah penyakit yang ditemukan oleh Sir Charles Bell, seorang ahli bedah Skotlandia yang menemukan penyakit ini pada abad ke-19. Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam.
Walaupun demikian, wajah yang tidak simetris, kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna, gangguan pengecapan, serta sensasi mati rasa (baal atau kebas) pada salah satu sisi wajah merupakan keluhan yang sering terjadi. Itulah yang membuat penyakit ini dianggap sebagai stroke.

Pada beberapa kasus serangan bell's palsy disertai dengan hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), telinga berdengung, nyeri kepala dan perasaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam dua hari. Keluhan yang terjadi diawali nyeri pada telinga yang sering kali dianggap sebagai infeksi.

Berbeda dengan serangan stroke, bell's palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. Hal ini disebabkan letak kerusakan saraf yang berbeda. Pada stroke disebabkan rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, kanan atau kiri termasuk wajah. Sedangkan pada bell's palsy, kerusakan terjadi langsung pada saraf wajah. Saraf fasialis, demikian nama serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis falopia. "Setelah mencapai kelenjar parotis, saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang berada di daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60 persen bagian depan lidah dan sebagian telinga, itulah sumber serangan bell's palsy," kata Spesialis Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina (RSPP) Dr Iwan Budianto.

Ditambahkan Iwan, serangan bell's palsy sering terjadi ketika seseorang baru bangun dari tidur.
Biasanya wajah terasa mencong sebelah dan salah satu mata sulit ditutup dengan rapat. Ketika mencoba untuk minum, air akan keluar dari mulut karena saraf bagian wajah tidak bisa digerakkan dengan normal. "Bedanya dengan stroke, bell's palsy tidak diiringi dengan kelumpuhan separo badan. bell's palsy hanya menyerang bagian wajah," tutur dokter yang berdomisili di Kelapa Gading tersebut.

Bell's palsy, menurut dia, juga dapat terjadi pada pria atau wanita dengan segala usia. Penyakit ini disebabkan kerusakan saraf fasialis yang bisa pula diawali radang, penekanan atau pembengkakan. "Penyebab kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti. Kendati demikian, para ahli meyakini infeksi virus herpes simpleks sebagai penyebabnya. Dengan begitu, terjadi proses radang dan pembengkakan saraf. "Pada kasus yang ringan, kerusakan yang terjadi hanya pada selubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat, sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada kanalis falopia yang dapat menyebabkan kerusakan permanen serabut saraf," tambah dia.

Sekitar 80-85 persen kasus bell's palsy, dapat sembuh dalam tiga bulan. Akan tetapi, beberapa penelitian mengatakan obat antivirus dan antiinflamasi efektif mempercepat proses penyembuhan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Sedangkan nyeri dapat diatasi dengan analgetik seperti parasetamol dan ibuprofen, untuk pertumbuhan serabut saraf yang rusak dapat digunakan terapi vitamin dengan menggunakan vitamin B6 dan B12.

Terapi adalah cara tepat untuk penyembuhan. Mata adalah bagian yang harus diperhatikan pada penderita bell's palsy. Kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna yang tentu saja menimbulkan masalah baru, seperti iritasi serta infeksi mata. Untuk mencegah infeksi, berikan air mata buatan, mengedipkan mata secara manual, penggunaan pemberat kelopak mata hingga tindakan operatif. "Yang harus juga diperhatikan adalah melakukan latihan wajah. Lakukan minimal dua atau tiga kali sehari dan perhatikan pula kualitas latihan wajah," kata dia.

Pada fase akut, latihan dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah. Pijatan ini bisa meningkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Kemudian latihan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal agar menggerakkan otot-otot wajah. Sebaiknya latihan ini dilakukan di depan cermin. "Gerakan yang dapat dilakukan berupa dalam latihan seperti tersenyum, bersiul, mengatupkan bibir, mengerutkan hidung dan dahi juga mengangkat alis secara manual dengan keempat jari," tambah dia.

Mantan penderita bell's palsy yang masih melakukan terapi wajah, Irma (45) mengaku kalau pada tahap awal serangan bell's palsy yang menyerangnya dianggap sebagai serangan stroke ringan. "Wajah terasa kebas dan kelopak mata yang tidak bisa menutup dengan rapat, waktu itu saya kira stroke. Setelah dirawat di rumah sakit ternyata bell's palsy.

Hingga hari ini saya dua bulan sudah mengikuti terapi wajah yang bisa dilakukan kapan saja," kata Irma.
Sumber: okezone.com

Terapi Pencegah Kelumpuhan & Kerusakan Saraf

http://sehat-ituindah.blogspot.com
STROKE tidak saja menghantui orang-orang berusia senja. Penyakit yang menyebabkan rusaknya fungsi saraf ini juga mulai menyerang orang-orang muda. Untuk menghindari terjadinya kelumpuhan dan tidak berfungsinya saraf, berikut beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan pasca-serangan stroke.

Hidroterapi

Jangan heran dulu ketika melihat sebuah rumah sakit memiliki kolam renang. Kolam renang yang biasanya disebut sebagai kolam hidroterapi, memiliki fungsi khusus. Kolam ini biasanya digunakan untuk merehabilitasi gangguan saraf motorik pasien, mulai pasien pasca-stroke hingga kecelakaan.

Bedanya lagi dengan kolam biasa adalah kolam hidroterapi berisi air hangat yang membuat tubuh bisa bergerak lancar, memperlancar peredaran darah, dan memberikan ketenangan. Kolam hidroterapi memungkinkan pasien untuk berlatih menggerakkan anggota tubuh tanpa risiko cedera karena terjatuh. Kolam hidroterapi sekarang bisa ditemukan di banyak rumah sakit, seperti RSPAD Gatot Subroto, juga RS Fatmawati Jakarta dan RS Bethesda Bandung.

Terapi Sonolisis (Synolysis Therapy)

Terapi ini dilakukan dengan teknik ultrasound dan tanpa menggunakan obat-obatan. Dengan terapi ini diharapkan sumbatan pada pembuluh darah pecah menjadi partikel-partikel kecil yang sangat halus (hancur) sehingga tidak menjadi risiko untuk timbulnya sumbatan-sumbatan baru di tempat lain. Terapi ini sudah bisa ditemukan di Medistra Neuroscience Center.

Senam Khusus

Stroke adalah penyakit yang mengakibatkan kerusakan saraf yang perlu ditangani dengan serius. Untuk mengembalikan fungsi otot dan saraf yang tidak berfungsi, salah satu cara adalah dengan melakukan senam khusus penderita stroke. Senam ini berfungsi untuk melatih otot yang kaku dengan gerakan-gerakan yang ringan dan tidak menyakitkan bagi penderitanya. Senam khusus untuk pascastroke banyak dijumpai di rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Terapi Musik

Musik adalah bahasa universal yang memiliki banyak manfaat. Selain didengarkan ketika bersantai, musik ternyata dapat digunakan untuk perawatan kesehatan seperti mengurangi stres dan kecemasan.

Ahli terapi menggunakan musik atau suara dalam membantu pasien dalam mencapai tujuan teraputik, termasuk di dalamnya mental, fisik, emosi, sosial, dan spiritual. Penderita stroke yang rajin mendengarkan musik setiap hari, menurut hasil riset, ternyata mengalami peningkatan pada ingatan verbalnya dan memiliki mood yang lebih baik dibandingkan penderita yang tidak menikmati musik.

Temuan lainnya adalah mendengarkan musik pada tahap awal pascastroke dapat meningkatkan pemulihan daya kognitif dan mencegah munculnya perasaan negatif. Terapi musik untuk penderita stroke telah diteliti Pendidikan Keperawatan Universitas Respati Jakarta.

Terapi AIUEO

Sesuai dengan namanya, terapi AIUEO adalah terapi yang fokus pada perbaikan cara berbicara. Karena banyak pasien stroke kehilangan kemampuan berbicara karena saraf yang terganggu.

Terapi ini sudah banyak diperkenalkan di rumah sakit atau di pusat rehabilitasi stroke di kotakota besar di Indonesia. Diharapkan dengan terapi AIUEO tersebut pasien bisa mendapatkan kembali kemampuan berkomunikasi.
Sumber: okezone.com

Thursday, April 16, 2009

Gaya Hidup Pemicu Stroke

http://sehat-ituindah.blogspot.com
PADA 2020, penyakit jantung dan stroke diprediksi menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Jika tak ingin menjadi salah satu korbannya, perbaiki gaya hidup Anda mulai sekarang!

Derajat kesehatan seseorang dapat diamati dari gaya hidup yang dijalaninya sehari-hari. Sebut saja obesitas yang beberapa tahun terakhir menjadi epidemi dunia. Salah satu pemicunya adalah perubahan gaya hidup seperti konsumsi makanan cepat saji dan inaktivitas fisik dari manusia modern yang serbapraktis.

Obesitas tak sekadar menjadikan tampilan fisik seseorang tidak menarik, lebih jauh lagi dapat menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Kendati masyarakat kerap menganggap hipertensi dan diabetes lebih ringan dibanding penyakit jantung dan stroke, sejatinya keempat penyakit tersebut sama berbahayanya karena dapat saling terkait satu sama lain. Selain itu, keempatnya sama-sama berakar pada gangguan pembuluh darah atau metabolisme tubuh.

"Orang dengan diabetes harus diobati secara agresif seperti orang dengan penyakit jantung. Begitu pun orang hipertensi, jika tekanan darahnya tinggi dan disertai kolesterol tinggi, risiko kematian juga meningkat. Karena itu, perlu penanganan yang baik," sebut spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr Santoso Karo Karo MPH SpJP(K).

Di antara beragam penyakit terkait pembuluh darah jantung (kardiovaskular), yang paling ditakuti adalah ancaman stroke, mengingat penyakit ini menyerang pembuluh darah di susunan saraf pusat (otak) dan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Seperti kita ketahui, otak merupakan pusat komando dari seluruh sistem tubuh. Di antara organ tubuh lainnya, otak merupakan organ vital yang membutuhkan pasokan darah paling banyak, yakni sekitar 700 mililiter per menit. Jika pasokan ini berkurang atau terganggu, otomatis fungsi otak akan tersendat. Akibatnya, keseluruhan fungsi tubuh ikut terkena imbasnya.

Penanda awal stroke bisa diamati, misalnya kesulitan memegang sendok dan garpu saat makan, susah mengancingkan baju, tangan tak lagi cekatan, dan tulisan atau tanda tangan makin jelek. Indikator lainnya adalah mudah lupa, kesulitan berjalan atau saat berjalan sandal jepitnya sering terlepas.

Adapun gejala lanjutan biasanya lebih terasa mengganggu seperti berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh, gangguan bicara (pelo), mulut mencong, pusing, gangguan penglihatan, serta gangguan rasa (sensasi) di kulit sebelah wajah, lengan atau tungkai. Jika berlangsung dalam jangka panjang, risikonya adalah kecacatan, bahkan kematian mendadak.

Tanggap meminta pertolongan dokter sedini mungkin akan memperkecil risiko kerusakan saraf otak. "Perjalanan untuk menjadi penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, membutuhkan waktu puluhan tahun. Jadi, penyakit ini sebetulnya bisa dicegah," ucap Santoso.

Mantan Kepala Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) itu mengungkapkan, salah satu faktor risiko terbesar untuk terjadinya stroke adalah tekanan darah tinggi yang diderita hampir 700 juta orang di seluruh dunia.

Sebab itu, menurunkan tekanan darah dan mengontrolnya agar tetap stabil menjadi kunci utama penanganan penyakit kardiovaskular. Pola hidup juga harus dimodifikasi untuk mengontrol beragam faktor risiko.

"Faktor gaya hidup, kurang olahraga, merokok, dan obesitas merupakan contoh penyebab stroke yang bisa dicegah sejak awal," sebut Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita Jakarta, dr Aulia Sani SpJP(K).

Pernyataan tersebut diamini Spesialis Bedah Saraf RS Mayapada, Tangerang, Dr Syafrizal Abubakar SpBS. Selama ini 75% stroke menyerang usia 65 tahun ke atas. Namun, setelah mendapati pasien stroke usia 30, makin bertambah keyakinan bahwa perubahan gaya hidup merupakan salah satu faktor risiko stroke yang patut diwaspadai.

Faktor lainnya yang juga memicu stroke, antara lain tekanan darah tinggi, kolesterol, atheroskelerosis, pengentalan darah yang tinggi, merokok, gangguan irama jantung, dan obesitas.

Di samping gaya hidup, faktor psikologis juga turut menjadi pemicu stroke. Beberapa kasus stroke di usia muda biasanya juga diakibatkan tingkat stres yang tinggi dan pola makan buruk. Mekanismenya, stres memicu naiknya tekanan darah dan menaikkan kolesterol dalam darah. Kondisi inilah yang membuat pembuluh darah menjadi tersumbat. Belum lagi ditambah kebiasaan kawula muda mengonsumsi makanan cepat saji.

Kondisi panik juga bisa mempercepat serangan stroke. Seseorang yang mengalami cemas berlebih misalnya, jantungnya akan berdetak lebih kencang, napas tersengal- sengal, dan berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam The Archives of General Psychiatry menyebutkan, orang yang mempunyai perasaan depresi, marah, dan rasa permusuhan akan meningkatkan risiko serangan jantung.

"Penelitian ini menyebutkan serangan panik dalam daftar gangguan emosional dan gejala psikiatri yang dihubungkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan kematian," kata peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, Dr Jordan Smoller.

Sementara itu, Direktur Divisi Penyakit Kardiovaskular Sekolah Kedokteran Universitas Florida Selatan, Vibhuti N Singh MD MPH FACC FSCAI, mengingatkan, jika seseorang mengalami sakit atau tidak nyaman pada bagian dada, mulut, bahu, lengan atau punggung, maka bisa jadi orang yang bersangkutan rentan mengalami serangan jantung ataupun stroke.

Kalangan medis dunia merasa prihatin dengan tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular yang mencapai sekitar 7 juta jiwa per tahun, yang mana lebih dari separuhnya disebabkan stroke. Di Amerika, setiap tahunnya terdapat 780.000 kasus stroke, yang menempatkannya pada urutan ketiga penyakit penyebab kematian di Negeri Paman Sam itu. Penyakit stroke terbagi atas dua jenis, yaitu haemorragic dan non-haemorragic.

Stroke haemorragic terjadi manakala ada pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah dan merembes ke otak, lalu merusaknya. Sementara stroke non-haemorragic
adalah penyumbatan yang disebabkan penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau pembekuan darah yang menyumbat aliran darah ke otak.
Sumber: okezone.com

Waspadai Malanutrisi akibat Salah Konsumsi

http://sehat-ituindah.blogspot.com
MALANUTRISI atau diet yang tidak tepat menjadi masalah yang banyak ditemui di Indonesia. Penderitanya adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah hingga atas.

Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi, Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Ali Khomsan MS mengatakan, banyaknya persepi salah yang menyebutkan bahwa malanutrisi itu adalah kekurangan gizi saja dan hanya terjadi pada masyarakat menengah ke bawah.

"Persepsi yang menyatakan malanutrisi itu hanya mencangkup kekurangan gizi merupakan pernyataan yang salah," ujar Ali saat menghadiri acara media workshop yang diadakan Nestle Indonesia dengan tema "Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat" di Hotel Kristal, beberapa waktu lalu.

Ali menjelaskan, malanutrsi itu sebenarnya mempunyai pengertian yang luas, yaitu mencakup kekurangan gizi, gizi buruk, maupun kelebihan gizi. Penyebabnya adalah penyakit dan salah mengonsumsi.

"Malanutrisi terjadi karena adanya kebutuhan tubuh akan makronutrien (lemak, karbohidrat dan protein) tidak terpenuhi yang diakibatkan salah konsumsi," kata Ali yang mengenyam pendidikan S-1 dan S-2 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Seorang akan mengalami malanutrisi jika tidak mengonsumsi jumlah atau kualitas nutrien yang mencukupi untuk diet selama jangka waktu lama. Malanutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi.

"Tidak hanya masyarakat menengah ke bawah saja yang mengalami malanutrisi ini, masyarakat dengan penghasilan tinggi pun bisa mengalaminya," sebut Ali.

Umumnya, malanutrisi yang diakibatkan adanya kekurangan gizi lebih banyak terjadi pada masyarakat kecil, dan sebaliknya, kelebihan gizi lebih banyak terjadi pada masyarakat kelas atas. Dan kembali lagi kepada asupan konsumsi dan pola asuh dari orangtua karena tingkat konsumsi ini dipengaruhi orangtua.

Biasanya, Ali menyebutkan, malanutrisi ini terjadi pada anak-anak. Karena, mereka sedang berada pada masa pertumbuhan, anak-anak banyak yang mengalami problema susah makan. Memilih-milih makanan, makan yang hanya dikemut-kemut, atau bahkan tidak mau makan sama sekali.

"Pola asuh makan sangat berperan. Jadi walaupun orangtua mampu mencukupi kebutuhan gizi, tetapi jika tidak bisa memengaruhi nafsu makan anak,ya percuma saja," papar Ali yang mengambil pendidikan S-3 di Iowa State University pada 1991.

Problem kegemukan atau obesitas masih menjadi momok bagi masyarakat dalam memengaruhi timbulnya berbagai penyakit apabila tidak segera diatasi. Ali menuturkan, kegemukan pada anak akan berkelanjutan, terutama bila disertai dengan penyakit penyerta yang akan membawa dampak sosial psikologis. Namun, tidak dibawa sampai dewasa apabila aktivitas fisik di saat remaja tinggi.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Gizi Makro Direktorat Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Dr Minarto MPS mengatakan, terjadinya malanutrisi bisa terjadi pada siapa saja terkait dengan pola makan. "Malanutrisi ini terjadi karena kekurangan dan kelebihan gizi," ucap ahli gizi ini.

Data Riskesdas menyebutkan, malanutrisi untuk gizi kurang pada kelompok termiskin terjadi sebanyak 22,1 persen dan untuk kelompok terkaya terjadi sebanyak 13,7 persen. Untuk angka malanutrisi karena kelebihan gizi pada kelompok termiskin terjadi sebanyak 11,2 persen dan untuk kelompok terkaya adalah 14 persen.

"Dari data tersebut terlihat bahwa malanutrisi ini bisa berdampak kepada siapa saja tanpa pandang kemampuan atau penghasilan. Faktor ekonomi memang berpengaruh, tetapi tidak mutlak," ucap Minarto.
Sumber: Okezone.com

Wednesday, April 15, 2009

Makanan Ikan Saat Hamil

http://sehat-ituindah.blogspot.com
WANITA yang mengonsumsi ikan semasa hamil berpotensi lebih tinggi melahirkan anak cerdas. Tapi ingat, perhatikan porsinya dan pilih ikan yang rendah merkuri!

Makanan merupakan salah satu aspek esensial menuju kehamilan yang sehat. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama hamil akan berperan mempersiapkan tubuh dalam menunjang pertumbuhan janin. "Makanan yang baik merupakan awal bagi pertumbuhan janin yang sehat," ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI/RSCM Jakarta, Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K).

Janin ataupun bayi yang sehat tak hanya diindikasikan dari peningkatan berat dan kelengkapan organ fisiknya. Tak kalah penting adalah aspek kecerdasan mental dan otaknya. Salah satu nutrisi yang dianggap sebagai makanan sehat bagi otak adalah asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan. Itulah sebabnya, ibu hamil (bumil) disarankan memasukkan ikan dalam daftar menu makanannya untuk mengoptimalkan potensi otak janin dalam kandungannya.

Di sisi lain, ikan tak sepenuhnya aman karena bisa jadi di dalam tubuhnya terkandung zat beracun seperti merkuri yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Itulah sebabnya, para ahli kesehatan masih memperdebatkan, sampai seberapa level aman konsumsi ikan bagi bumil, tanpa menyebabkan janinnya "keracunan" merkuri.

Badan Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika (US Food and Drug Administration /FDA) menyarankan bumil mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons ikan per minggu. Akan tetapi, sebuah koalisi ilmuwan gizi medik bersikeras bahwa jumlah tersebut masih terlalu sedikit.

"Data terbaru menunjukkan bahwa wanita masih belum mengonsumsi ikan dalam jumlah cukup, dan ini sangat mengkhawatirkan," ujar Judy Meehan, Direktur Eksekutif National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan ibu hamil dan anak.

"Sederhana saja, tak ada jalan lain untuk mendapatkan asupan omega 3 yang baik bagi perkembangan otak sebaik yang Anda dapatkan dari ikan," katanya.

Ikan memang mengandung asam lemak omega 3, sejenis lemak menguntungkan yang penting bagi perkembangan saraf otak. Asupan ikan yang kurang dari rekomendasi pemerintah faktanya dapat menyebabkan perkembangan mental anak "terganggu". Itulah hasil kajian sejumlah peneliti di Amerika dan Inggris yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2007 silam. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi sekurangnya tiga porsi ikan per minggu semasa hamil, memiliki hasil tes fungsi mental yang lebih bagus dibandingkan rekan sebayanya.

Dr Emily Oken, seorang asisten profesor dari Department of Ambulatory Care and Prevention di Harvard Medical School dan Harvard Pilgrim Health Care di Boston, Amerika, juga melakukan penelitian yang menilai manfaat gizi versus risiko terkontaminasi "racun" dari konsumsi ikan selama kehamilan.

Untuk keperluan tersebut, Oken dan timnya mewawancarai 341 wanita perihal konsumsi ikan selama trimester kedua kehamilan, juga mengetes kadar merkuri dalam darah mereka.

Saat anak yang terlahir sudah berusia 3 tahun, peneliti melakukan tes keterampilan motorik dan intelektual terhadap anak-anak ini. Hasilnya, skor tes lebih tinggi didapati pada anak-anak yang ibunya makan lebih dari dua porsi ikan per minggu dan memiliki kadar merkuri rendah.

"Artinya, manfaat optimal didapat wanita yang mengonsumsi ikan rendah merkuri," kata Oken seraya menambahkan bahwa skor tinggi tetap didapat pada bumil yang mengonsumsi tuna kalengan lebih dari dua porsi seminggu.

Penelitian lainnya yang berkala lebih besar berupaya mengumpulkan data lebih dari 25.000 anak yang terlahir dari ibu berkebangsaan Denmark. Diketahui bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi lebih banyak ikan semasa hamil memiliki keterampilan motorik dan kognitif lebih baik dibanding anak-anak yang ibunya makan ikan dalam jumlah sedikit.

"Dibanding wanita yang makan ikan paling sedikit, wanita yang makan ikan terbanyak (sekitar 14 ons per minggu) memiliki anak dengan perkembangan 30 persen lebih bagus. Manfaat ini sama dengan anak yang usianya sebulan lebih tua atau anak yang disusui ASI eksklusif selama setahun," katanya.

The National Healthy Mothers, Healthy Babies Coalition bekerja sama dengan the Maternal Nutrition Group, sebuah komunitas independen para dokter, peneliti dan ahli gizi, pada 2007 menyarankan para wanita hamil mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet sehatnya. Namun, banyak wanita yang menginterpretasikan panduan yang diberikan FDA sebagai larangan atau batasan konsumsi ikan.

Pada 2004, FDA menyarankan bumil, termasuk ibu yang baru melahirkan dan balita, untuk menghindari jenis ikan tertentu yang disinyalir berkadar merkuri tinggi, yang kemungkinan dapat "meracuni" perkembangan sistem saraf bayi dan anak. Jenisnya meliputi hiu, todak (swordfish), king mackarel, dan tilefish.

FDA menyarankan untuk memilih jenis ikan rendah merkuri dan mengonsumsi tidak lebih dari 12 ons, yakni cukup dua porsi ikan atau seafood per minggu. Namun, banyak orang Amerika, termasuk bumil, tidak mencukupi asupan yang direkomendasikan tersebut. "Pesan kami, mengurangi konsumsi ikan bukanlah hal yang bagus karena ikan itu penting untuk perkembangan otak bayi!" sebut Meehan.

Selain ikan, santapan lainnya yang harus ada dalam daftar menu bumil adalah buah dan sayur. Selain tinggi vitamin dan mineral, dua kategori pangan tersebut juga kaya serat dan asam folat. Karena itu, bumil diharapkan mengonsumsi sayur dan buah setidaknya lima porsi per hari.
Sumber: okezone.com