ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 081342042120
Showing posts with label Awas Flu Singapura. Show all posts
Showing posts with label Awas Flu Singapura. Show all posts

Wednesday, April 29, 2009

"Flu Singapura", Bukan Flu Tapi PTKM!

http://sehat-ituindah.blogspot.com
BARU-BARU ini kita dihebohkan perihal kabar flu Singapura yang menjangkiti beberapa balita di Depok. Dugaan bahwa flu ini dibawa dari orang yang baru pulang dari Singapura pun merebak. Akhirnya, tak sedikit yang menaruh kecurigaan pada beberapa orang yang baru pulang dari luar negeri.

"Jangan-jangan nih orang membawa virus!" Atau, beberapa dari Anda yang memiliki famili atau kerabat di Singapura, dilanda kecemasan karena mengganggap terjadi wabah flu di negara tetangga itu. Tak perlu panik dulu!

Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut

Istilah "Flu Singapura" sebenarnya adalah ciptaan media yang hanya ingin produknya laku belaka. Penyakit yang sebenarnya dalam dunia kedokteran adalah hand, foot, and mouth disease (hfmd) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut (ptkm).

Istilah "flu singapore" muncul karena beberapa tahun lalu terjadi ledakan kasus akibat penyakit ini di Singapura. Karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah "flu singapore."

Penyebab PTKM

PTKM adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebut Coxsackievirus atau Enterovirus. Ini tidak parah dan tidak berkaitan dengan penyakit hewan yang disebut penyakit kaki dan mulut.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi pada musim panas. Kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan dengan sanitasi yang kurang baik. Sering menimpa anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun), bisa juga orang dewasa.

Meskipun jarang, Coxsackievirus bisa menyebabkan penyakit lain yang berdampak terhadap jantung, otak, selaput otak (meningitis), paru-paru atau mata. Oleh karena itu, tetap harus waspada!

Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja atau cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan).

Gejala

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti "flu" pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan (lidah, gusi, pipi sebelah dalam) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Lepuh kemerahan juga bisa muncul di tangan dan kaki. Pada bayi kadang-kadang terdapat di tempat popoknya dipasang. Lepuh biasanya berlangsung sampai 7-10 hari.

Bersih: Perlindungan Terbaik

Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara simtomatik saja berdasarkan keadaan klinis. Misalnya pemberian antiseptik di daerah mulut, parasetamol bila demam dan asupan nutrisi yang baik. Selain itu, pasien juga harus beristirahat cukup.

Pencegahan penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan (higiene dan sanitasi) lingkungan maupun perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah membiasakan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi. Jangan lupa juga cuci tangan sebelum makan, setelah ke kamar mandi, sesudah mengganti popok atau setelah berganti pakaian kotor.
Sumber: okezone.com

Monday, April 20, 2009

Awas Flu Singapura!

http://sehat-ituindah.blogspot.com

Setelah kasus demam berdarah dengue (DBD), kini warga yang tinggal di wilayah Jakarta dan Depok kembali dihebohkan dengan munculnya penyakit "flu singapura". Gejala yang muncul tidak jauh brbeda dengan flu biasa yakni demam dan disertai sariawan dalam rongga mulut, tenggorokan meradang, dan muncul bercak-bercak hingga cacar air di kaki, telapak tangan, serta telapak kaki.

"Data dari Dinas Kesehatan DKI menyebutkan, pada Februari terhadap dua kasus flu singapura. Pada bulan Maret juga terdapat dua kasus penyakit serupa. Tapi, pada April sampai Rabu ini belum ada laporan kasus itu," papar Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Effendi usai menghadiri pemaparan hasil survei YLKI dan Fakta mengenai Pelanggaran Kawasan Dilarang Merokok di berbagai kantor pemerintah di DKI, di Jakarta Media Center (JMC), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).

Dalam catatan Kompas, flu Singapura pernah menyerang salah seorang anak di Jakarta Selatan pada tahun 2004. Saat itu, satu sekolah asing terpaksa diliburkan dan diisolasi untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit tersebut (Kompas, 18 April). Kasus flu singapura kembali muncul tahun 2007 dan menyerang anak di Jakarta Timur (Kompas, 5/9).

Anas mengimbau, warga harus waspada terhadap penyakit flu Singapura yang terjadi di Jakarta pada bulan Februari dan Maret serta saat ini sudah menjangkiti beberapa warga Depok, Jawa Barat.

"Penyakit menular melalui kontak langsung, batuk, urine, dan feces ini banyak menyerang bayi dan anak-anak. Penularannya sangat cepat. Namun, penyakit ini tidak mematikan," kata Anas di Jakarta Media Center, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).

Namun dalam kasus flu Singapura, si penderita mengalami sariawan, bibirnya pecah-pecah, lidah dan tenggorokannya meradang. Selain itu, pada kulit si penderita terdapat bercak lebar-lebar warna merah.

Menurut Anas, penyakit flu Singapura dibawa masuk oleh mereka yang masuk ke Indonesia setelah berpergian atau berlibur dari luar negeri. Masa inkubasi selama tujuh hari. Penyakit ini dengan cepat menular melalui udara, percikan air liur, urine, feses, dan bersentuhan langsung dengan penderita.

"Jika ada warga yang mengalami gejalan-gejala tersebut segeralah mendatangi puskesmas atau dokter agar segera diambil tindakan," tandas Anas.

Sumber: Kompas.com