ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 085103772110

Sunday, April 25, 2010

Inilah Bahaya Gemar Membuat Tato & Tindikan

http://sehat-ituindah.blogspot.com

JIKA Anda pencinta tato atau tindik tubuh, kini saatnya Anda menggigit jari. Pasalnya, tato ataupun tindik tubuh ternyata memiliki bahaya yang membuat Anda berpikir ulang melakukannya. Apa pasal?

Berdasarkan berita dari The Sun, seorang wanita di Caerphilly baru-baru ini meninggal karena keracunan darah dua hari setelah lidahnya ditindik.

Meski kisah-kisah menakutkan seperti ini sudah banyak terungkap, namun data publik figur yang melakukan "body art" di Amerika masih saja meningkat. Terbukti, sebesar 14 persen publik figur di Amerika menindik tubuh mereka dan hampir seperempat memiliki tato.

Selebriti seperti Angelina Jolie dan Megan Fox termasuk di dalamnya. Dan jumlah tato dan piercing salon di jalan-jalan menunjukkan bahwa angka tersebut terus meningkat.

Lantas, bagaimana dengan bahaya medis? Ada banyak. Dalam survei yang dilakukan di Inggris, sebanyak 95 persen dari dokter telah melihat komplikasi perforasi.

Semua orang tahu tentang risiko hepatitis B dan C-dan mungkin bahkan HIV-dari jarum suntik. Akan tetapi, bagaimana risiko tersebut berhubungan dengan seni tubuh.

Memang, tato dan tindikan biasanya dikaitkan dengan orang yang tengah menjalani hukuman penjara dengan gigi patah dan berbagai aktivitas yang mengambil risiko -seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol- yang terkait dengan risiko HIV dan hepatitis. Namun, waktu telah berubah. Kini, hal itu telah dianggap sebagai suatu seni tubuh yang sangat umum dimiliki, baik pria maupun wanita.

Meski begitu, Anda harus tau risiko yang harus ditanggung ketika memiliki beragam seni tubuh. Infeksi, contohnya, merupakan salah satu risiko yang harus dipersiapkan. Sebab, dilaporkan tetanus dan penyebaran zat beracun lainnya setelah "pengeboran" lewat aksi piercing dapat membahayakan jiwa.

Kuman kecil yang berada pada jarum, dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. Bahkan, jika Anda menghindari kuman, karya seni tubuh terbaru yang terbuat dari logam atau cat masih bisa menghadirkan malapetaka.

Pembengkakan dan perdarahan adalah kasus yang umum dialami setelah piercing atau tato. Piercing dapat memakan waktu lama untuk masa penyembuhkan. Selain itu, tindikan dan tato dapat menyebabkan reaksi alergi berupa kemerahan, gatal, dan kekecewaan dalam bentuk pengharapan bahwa ia dapat menghabiskan uang untuk sesuatu yang lebih relevan.

Beberapa situs cenderung menjadi pemicu banyak orang tertarik melakukan tindikan ataupun tato. Padahal, tindikan pada telinga dapat bermain sampai tulang rawan, tindikan pada puting payudara juga dapat menginfeksi suatu implan, sedangkan tindikan pada lidah dapat merusak gigi.

Sementara itu alat kelamin, jangan pernah mencoba untuk mengutak atik dengan menaruh tato ataupun tindikan. Sebab secara harfiah, pada alat kelamin terdapat pembuluh darah, saraf, dan saluran kencing, di mana semua ini adalah anggota tubuh yang sangat berisiko tinggi jika ditindik.
Sumber : okezone.com

Cuaca Tingkatkan Risiko Kanker Prostat

http://sehat-ituindah.blogspot.com

PENYEBAB kanker prostat kembali ditemukan. Sebuah penelitian terbaru ini menyebutkan cuaca dan iklim yang ekstrem di sebuah kota memiliki risiko tinggi warganya untuk menderita kanker prostat.

Penelitian yang dilakukan di Idaho State University, Amerika Serikat menunjukkan ada hubungan antara kekeringan, cuaca dingin dengan meningkatnya risiko menderita kanker prostat. “Kami menemukan bahwa cuaca dingin dan curah hujan yang rendah sangat berkorelasi dengan kanker prostat,” kata peneliti Sophie St-Hilaire dari Idaho State University, Amerika Serikat seperti dikutip Healthday.com.

Dia menambahkan, tren yang ada konsisten dengan apa yang diharapkan mengingat iklim berdampak terhadap pengendapan, penyerapan, dan degradasi polutan organik yang persisten termasuk pestisida.

St-Hilaire dan rekan-rekannya mempelajari tingkat risiko kanker prostat di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan mencari hubungan antara pola cuaca lokal. Akhirnya mereka menemukan fakta bahwa hubungan antara cuaca dan kanker prostat mungkin ada karena cuaca dingin memperlambat degradasi polutan. Menurut informasi latar belakang dalam penelitian ini, kanker prostat akan menyerang seki-tar satu dari enam pria. Laporan ini menyebutkan bahwa penderita umumnya berada di belahan bumi utara.

“Penelitian ini memberikan hipotesis tambahan untuk distribusi penderita kanker prostat di belahan utara dan selatan, yang dibangun pada anggapan bahwa orang yang ada di lintang utara mungkin kekurangan vitamin D akibat paparan radiasi ultraviolet (UV) rendah selama musim dingin,” sebut St-Hilaire.

Selanjutnya, dia juga menambahkan, “Studi kami menunjukkan bahwa di samping kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan paparan terhadap radiasi UV, kondisi meteorologi lainnya ternyata juga dapat secara signifikan memengaruhi timbulnya kanker prostat,” jelasnya.

Penelitian lainnya menemukan, pria tidak subur atau mandul akan berisiko dua kali lipat terserang kanker prostat dibandingkan pria yang subur. Studi ini dilakukan di Washington, Amerika Serikat terhadap lebih dari 20.000 orang. Parahnya, tipe kanker prostat yang menyerang pria mandul biasanya yang tipe ganas, mudah menyebar dan sulit disembuhkan. Temuan ini menunjukkan, pertumbuhan sel kanker dan kekurangan produksi sperma memiliki asal mula yang sama. Karena itu, pria yang dinyatakan mandul atau infertil dianjurkan segera memeriksakan diri untuk mendeteksi adanya kanker prostat. Penelitian ini dipublikasikan oleh jurnal Cancer.

Para peneliti membandingkan catatan kesehatan 22.000 pria yang berada di California IVF klinik dengan pria dari usia yang sama dari populasi umum. Mereka didiagnosis sebagai pria subur yang dinyatakan sehat dan bisa bebas dari kanker prostat. Kalaupun terserang, maka akan mudah disembuhkan karena tumor prostat masih dalam tingkat tumor jinak.

Sementara, bagi pria tak subur, peluang untuk mengobati kanker adalah 2,6 kali lebih sulit. Tim peneliti dari University of Washington ini menyebutkan, pria yang belum punya anak, sebaiknya memeriksakan tingkat kesuburannya. Sebab, infertilitas pada pria bisa terjadi secara biologis, seperti kekurangan kromosom seks, atau gaya hidup yang tidak sehat.

Kanker prostat adalah kanker yang paling umum ditemui di kalangan pria dan menjadi pembunuh terbesar kedua setelah kanker paru-paru. Hal itu didasarkan pada sejumlah penelitian di Amerika Serikat. Walau di Asia masih tergolong sedikit penderitanya, data dari 13 fakultas kedokteran negeri di Indonesia menunjukkan penderita kanker prostat termasuk tinggi.

Penyakit ganas ini tak bisa diabaikan karena telah membunuh sekitar 10.000 lelaki setiap kasus. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang punya riwayat penyakit tersebut.

Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini. Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diamdiam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya.

Itu sebabnya, penting sekali bagi pria dewasa untuk menjalani uji rektal digital yang memungkinkan dokter menemukan benjolan atau pembesaran pada prostat. Selain itu ada juga prostatespecific antigen blood test yaitu uji darah untuk mendeteksi sejenis protein yang keluar dari prostat apabila ada tumor.

Apabila dokter menemukan kanker, pengobatannya akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran tumor, kecepatan pertumbuhannya, dan apakah penyakit itu telah menyebar ke luar prostat.

Pengobatan untuk ini antara lain dengan radiasi, pengangkatan prostat melalui pembedahan, dan terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron.
Sumber : okezone.com

Monday, April 19, 2010

Mioma Uteri Dapat Gugurkan Kandungan

http://sehat-ituindah.blogspot.com
MIOMA adalah tumor yang bercokol pada alat reproduksi wanita. Hingga kini, jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakan ke dokter.
Namun menurut perkiraan, sekitar 20-30 persen terjadi pada wanita usia produktif. Mioma uteri bisa menyebabkan wanita infertil atau susah hamil karena letak mioma membuat saluran sel telur buntu.

Mioma bisa juga tumbuh di alat reproduksi yang lebih dalam. Mioma ini lebih parah karena dapat menyebabkan keguguran. Gangguan lainnya ialah berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, perdarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta.

Pertumbuhan mioma dipengaruhi oleh perubahan rangsangan esterogen. Mioma jarang ditemukan pada wanita yang belum mengalami menstruasi. Di atas usia produktif, mioma pada seorang wanita akan mengecil karena kadar esterogennya sudah berkurang. Mioma paling sering ditemukan pada perempuan yang secara tidak sengaja memeriksakan diri ke dokter kandungan. Mioma ini sendiri berasal dari otot polos rahim dan pada beberapa kasus ditemukan berasal dari otot polos pembuluh rahim.

Faktor Penyebab dan Gejala

Ukuran fibroid bervariasi, mulai dari 1-30 cm. Jumlahnya pun sangat variatif. Bisa hanya satu, bisa pula dijumpai dalam jumlah yang banyak. Menurut dr Sigit Purbadi SpOG dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta, letak mioma pun bervariasi. Ada yang terletak di tengah otot rahim dan ada yang terdapat di tepi otot rahim dan cenderung menonjol ke luar dinding rahim.

Sampai saat ini penyebab pasti fibroid tidak diketahui. Tetapi para ahli setuju bahwa fibroid dihubungkan dengan faktor bakat yang dipicu oleh hormon estrogen.

“Penyebab mioma merupakan otot-otot rahim tertentu yang sensitif terhadap rangsangan hormon estrogen. Pada orang gemuk lemaknya bisa menjadi estrogen dan merangsang otot menjadi hipersensitif dan membuatnya menjadi tumbuh berlebihan,” terangnya.

Pada umumnya wanita yang mengidap mioma uteri tidak mengalami gejala secara khusus. “Mioma 50-60 persen tidak memiliki gejala dan yang timbul gejala biasanya perdarahan dan bisa karena haid yang sangat banyak atau pendarahan yang tidak teratur sehingga pasien tidak tahu benar haidnya. Bahkan di luar,” sambungnya. Penderita juga akan merasakan nyeri sesaat setelah berhubungan seksual atau ketika terjadi penekanan pada panggul.

Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar ini dapat menekan saluran kemih, sehingga frekuensi buang air kecil sangat sering. Bahkan bisa menyebabkan pembengkakan ginjal.

Diagnosa dan Pengobatan

Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan USG. “Diagnosa secara kebetulan artinya ketika dia ingin periksa (medical check up) dan gejala yang lain, ternyata ditemukan mioma di dalam rahimnya,” katanya.

Untuk mioma yang ukurannya kecil dan tidak membesar, cukup dilakukkan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali. Dengan kata lain, pengobatan dilakukan atas indikasi yaitu menghilangkan gejala timbul. “Jika mioma itu tidak mengganggu proses reproduksi, ya tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya,” ujarnya.

Namun untuk mioma yang tumbuh membesar dan menyebabkan rasa penuh dalam perut, perlu dilakukan pembedahan. Di sini biasanya dokter akan bertanya terlebih dahulu kepada pasien apakah masih akan menggunakan lagi rahimnya untuk proses reproduksi. Jika tidak ada kemungkinan, dokter akan mengangkat mioma beserta dengan rahim yang sebagian besar sudah dipenuhi dengan mioma.

Pencegahan


Meskipun mioma bisa diatasi dengan operasi, mioma bisa kembali tumbuh. Namun dalam frekuensi yang kecil. Tidak ada hal khusus yang bisa dilakukkan untuk mencegah kembalinya mioma yang tumbuh. Ada baiknya setiap wanita melakukan cek kesehatan reproduksi secara teratur setiap tahun.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan paps smear bagi perempuan yang sudah berhubungan seksual, pemeriksaan USG melalui vagina atau melalui dubur bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Sumber : okezone.com

Tuesday, April 13, 2010

Minuman Soda Bisa Membunuh Sperma

http://sehat-ituindah.blogspot.com
BAGI pasangan menikah, memiliki momongan adalah karunia tak terhingga. Namun jika hingga dua tahun (evaluasi kesuburan awal) rahim tak juga menunjukkan tanda positif, kecurigaan mulai muncul.
Soal kesuburan, sperma memainkan peran cukup penting, baik kualitas maupun jumlahnya. Fakta mengejutkan datang dari Universitas Kopenhagen, Denmark. Para peneliti mengungkap bahwa jumlah sperma peminum soda lebih rendah daripada mereka yang menjauhkan diri dari minuman ringan berkarbonasi. Demikian seperti dilansir Asylum, Selasa (13/4/2010).

Penelitian dilakukan menanggapi peningkatan konsumsi soda di kalangan remaja Denmark. Kemudian, para peneliti menguji kualitas sperma terhadap 2.500 pria muda. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi seliter soda per hari rata-rata memiliki 35 juta sperma per mililiter, sedangkan mereka yang menghindari konsumsi minuman mengandung gula rata-rata memiliki 50 juta sperma per mililiter. Hal ini kemungkinan akibat gaya hidup penikmat soda fanatik yang buruk bagi kesehatan sperma secara keseluruhan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan indikasi bahwa kafein bisa menjadi penyebab infertilitas karena kerap dikonsumsi bersama gula. Namun, untuk konsumsi teh dan kopi, penelitian sebelumnya mengungkap bahwa kedua minuman tidak secara signifikan mengurangi jumlah sperma atau meningkatkan infertilitas.
Sumber : okezone.com