ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 085103772110

Saturday, November 29, 2008

Tangkis Tuberkulosis dengan Propolis

Tuberculosis ( TBC atau TB ) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Microbacterium tuberculosa . Bakteri ini merupakan bakteri basil (bakteri berbentuk batang) yang dapat bertahan hidup lama dan tahan terhadap asam. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Kasus TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Di Indonesia saja, sudah sejak lama TBC merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian ( mortalitas ), angka kejadian penyakit ( morbiditas ), maupun diagnosis dan terapinya. Saat ini, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia.

Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Depkes RI tahun 1995 menunjukkan bahwa tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan pada semua golongan usia. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583.000 penderita TBC baru pertahun. Dari jumlah itu, kematian akibat TBC diperkirakan menimpa 140.000 jiwa. Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkuatirkan, sehingga kita harus waspada sejak dini serta mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC.

Batuk-Batuk Selama Tiga Minggu Lebih
Tanda-tanda orang yang dicurigai terkena penyakit TBC yaitu secara umum dapat dilihat dari gejalanya terlebih dahulu yaitu, demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Gejala yang lain adalah serangan demam, influenza kronis yang bersifat hilang timbul, penurunan nafsu makan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), serta badan yang selalu lemah. Namun, perlu diketahui bahwa tidak selalu batuk kronis disebabkan karena TBC.

Dapat dipastikan penderita TBC mengalami penurunan berat badan yang drastis. Untuk memberikan kepastian, maka orang tersebut harus diperiksa lebih lanjut. Perlu diingat bahwa tidak selalu orang batuk-batuk kronis pasti menderita TBC. Harus dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen .

Sumber penularan penyakit ini adalah penderita TBC dengan bakteri basil tahan asam (BTA) positif. Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup ke dalam saluran pernapasan.

Setelah masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, kuman tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah,saluran napas, atau penyebaran langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya. Kuman yang masuk dalam tubuh akan berkembangbiak, lamanya dari terkumpulnya kuman sampai timbulnya gejala penyakit dapat berbulan-bulan sampai tahunan. Seorang perokok sangat rentan terhadap penyakit ini karena rokok membuat daya tahan paru-paru berkurang.

Terapi dan Imunisasi
Ada dua cara yang kerap dilakukan untuk mengurangi penderita TBC saat ini, yaitu terapi dan imunisasi. Untuk terapi, WHO merekomendasikan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS ( Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy ). Dalam strategi ini, ada tiga tahapan penting, yaitu mendeteksi pasien, melakukan pengobatan, dan melakukan pengawasan langsung.

Deteksi atau diagnosa pasien sangat penting karena pasien yang lepas dari deteksi akan menjadi sumber penyebaran TBC berikutnya. Seseorang yang batuk lebih dari 3 minggu bisa diduga mengidap TBC. Orang ini kemudian harus didiagnosa dan dikonfirmasikan terinfeksi kuman TBC atau tidak. Sampai saat ini, diagnosa yang akurat adalah dengan menggunakan mikroskop. Diagnosa dengan sinar-X kurang spesifik, sedangkan diagnosa secara molekular seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) belum bisa diterapkan.

Jika pasien telah diidentifikasi mengidap TBC, dokter akan memberikan obat dengan komposisi dan dosis sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Adapun obat TBC yang biasanya digunakan adalah isoniazid, rifampicin, pyrazinamide, streptomycin , dan ethambutol . Biasanya, obat-obat tersebut dikombinasikan dan harus diminum secara rutin sehingga kemudian dokter atau tenaga kesehatan harus mengawasi proses peminuman obat serta perkembangan pasien. Ini sangat penting karena ada kecendrungan pasien berhenti minum obat karena gejalanya telah hilang, padahal itu belum sembuh benar. Untuk benar-benar sembuh dari TBC, penderita diharuskan untuk mengonsumsi obat minimal selama 6 bulan. Efek negatif yang muncul jika kita berhenti minum obat adalah munculnya kuman TBC yang resisten terhadap obat. Jika ini terjadi, kuman tersebut menyebar sehingga pengendalian TBC akan semakin sulit dilaksanakan.

Pengontrolan TBC yang kedua adalah imunisasi. Imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyaki TBC. Vaksin TBC, yang dikenal dengan nama BCG terbuat dari bakteri M tuberculosis strain Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Imunisasi TBC ini tidak sepenuhnya melindungi kita dari serangan TBC. Tingkat efektivitas vaksin ini berkisar antara 70-80 persen. Karena itu, walaupun telah menerima vaksin, kita masih harus waspada terhadap serangan TBC ini.

Penyakit Turunan?
Acap kali TBC dianggap sebagai penyakit turunan. Padahal, hal itu tidak benar. TBC bukan penyakit turunan! Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Orang menganggap TBC sebagai penyakit turunan karena saking menularnya, setiap seorang anggota keluarga terjangkit, pastilah seluruh keluarga terjangkit. Karenanya, kerap perawatan penderita TBC mengharuskan si penderita “diasingkan”. Tujuannya hanya satu, yaitu agar penyakitnya tidak menular.

Nah, masalahnya, sebagai mahkluk sosial, lingkungan manusia tidak hanya terbatas dalam rumah dan keluarga. Kita juga berinteraksi dengan orang lain dalam secara massal dan juga menggunakan fasilitas umum seperti toilet umum, troli di supermarket, duduk berdempetan di angkutan umum, dsb. Hal itu tentu menjadikan kita sebagai orang yang beresiko terjangkit paparan penyakit TBC.

Satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh kita terhadap segala macam penyakit. Dengan pola hidup sehat maka daya tahan tubuh kita diharapkan cukup untuk memberikan perlindungan, sehingga walaupun kita terpapar dengan kuman TBC tidak akan timbul gejala. Pola hidup sehat adalah dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan hidup kita, menjaga rumah agar selalu mendapatkan sinar matahari yang cukup (tidak lembab), dll. Selain itu, hindari terkena percikan batuk dari penderita TBC dan konsumsilah makanan yang bergizi serta suplemen kesehatan yang bermutu.

Propolis, Antibakteri Alami Terhebat
Bee propolis adalah bahan yang digunakan lebah sebagai pelindung utama sarang dan larva mereka dari serangan bakteri. Oleh High-Desert, kekayaan alami itu kemudian disarikan dalam High-Desert Bee Propolis. Berbeda dari antibiotik sintetis yang justru kerap menyebabkan bakteri menjadi kebal dan menurunkan sistem imunitas tubuh, High-Desert Bee Propolis bekerja dengan menstimulasi sistem imunitas tubuh secara alami.

High-Desert Bee Propolis mengandung berbagai jenis vitamin, asam amino, mineral, serta bioflavonoid yang berfungsi sebagai antibiotik dan antioksidan. Kandungan flavonoid dalam High-Desert Bee Propolis membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit menular dan melindungi tubuh dari berbagai serangan virus maupun bakteri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 gram High-Desert Bee Propolis memiliki daya antioksidan 400 kali lebih tinggi dibandingkan dengan 1 gram buah jeruk. Metode ekstraksi yang unik dan canggih memastikan kandungan nutrisi dalam High-Desert Bee Propolis tetap terjaga dengan optimal dan dapat dicerna oleh tubuh secara maksimal.

Untuk meningkatkan antibodi tubuh Anda dan keluarga, konsumsilah High-Desert Bee Propolis secara teratur. Then, say goodbye to TBC !!

Cegah Kanker, Pilih Gaya Hidup sehat

GAYA hidup sehat sangat berpengaruh terhadap tubuh. Pola hidup sehat seperti berolahraga rutin dan banyak mengonsumsi sayur, bisa mencegah kanker.

Kota besar, selain identik dengan kemacetan, juga sarat dengan polusi, pencemaran lingkungan, bahkan radiasi. Banyaknya gangguan terhadap lingkungan tersebut, tentu saja berpengaruh pada tubuh manusia yang berdomisili.
Tidak heran berbagai penyakit dengan mudah dapat menyerang, tidak terkecuali kanker.

Selain polusi, pola hidup orang-orang kota juga cenderung tidak lagi alamiah. Artinya, mereka senang mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food, hingga jarang mengonsumsi buah dan sayur.

Ditambah lagi, dengan jarang olahraga, tidak mau jalan kaki hingga mengonsumsi menu asalkan enak dan tidak ketinggalan zaman. Padahal, nilai dan manfaatnya bagi tubuh cenderung terlupakan.

Menurut Konsultan Gizi dan Diet yang juga dokter di Corporate Fitness Consultant, Dr Phaidon L Toruan mengatakan, pola hidup tidak sehat adalah pencetus kanker di tubuh. Kanker di kota besar, Phaidon menyebutkan, dicetus oleh banyak hal, di antaranya, radiasi, sinar matahari, tembakau, alkohol, jamur, dan altatoksin.

"Radiasi bisa merusak selsel normal, sinar matahari yang berlebih bisa membuat kerusakan sel kulit, sedangkan jamur bisa masuk lewat makanan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh," kata Phaidon.

Agar terhindar dari kanker, Phaidon mengatakan, pola hidup harus diubah. Dengan banyak mengonsumsi makanan yang bernuansa alami. "Diet yang sehat juga berpengaruh terhadap minimnya faktor risiko kanker," sebutnya lagi.

Salah satu yang sangat penting dalam menjalankan gaya hidup sehat, menurut Phaidon, adalah memulai mengganti makanan yang tidak sehat. Misalnya mengganti beras putih dengan beras merah, mengganti mi instan dengan spageti, mengganti gula putih dengan gula jawa, dan mengganti minyak dengan makanan yang direbus.

"Kalau biasanya ngemil dengan biskuit, sekarang lebih baik mengganti dengan makanan alamiah, misalnya pisang, jagung, dan singkong. Jangan salah, singkong atau ubi, sangat kaya dengan zat antioksidan dan bagus untuk meningkatkan hormon testosterone pada pria," sebutnya.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, Phaidon menyarankan agar mengurangi gorengan. Itu karena gorengan membuat darah menggumpal pada pembuluh darah.

"Konsumsilah makanan atau sayuran mentah karena sayuran mentah banyak mengandung enzim yang membantu mengurangi efek lemak jahat pada tubuh manusia. Salah satu sayuran yang sangat penting itu adalah brokoli," ujar Phaidon.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr Boy Abidin SpOG.D ia mengatakan, penyakit-penyakit seperti kanker serviks maupun kanker leher rahim banyak dipengaruhi gaya hidup yang tidak sehat.

"Sebenarnya kanker serviks disebabkan oleh human pappiloma virus (HPV). Salah satu gaya hidup tidak sehat adalah dengan sering berganti pasangan," kata Boy Abidin.

Selain penularan kanker serviks karena berganti-ganti pasangan, hubungan seks di usia dini juga menjadi faktor utama penularan kanker serviks. Meski seorang perempuan tidak memiliki faktor risiko utama atau tidak berganti-ganti pasangan seks misalnya. Namun, ancaman infeksi HPV masih tetap ada. Itu karena perempuan monogamy pun masih memiliki peluang terinfeksi sekitar 0-37% terkena kanker serviks.

Kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang sanggama (vagina).

Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukkan kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim atau abnormal. Namun sebelumnya, terjadi beberapa perubahan pada sel tersebut hingga bertahun-tahun dan berubah menjadi sel kanker.

"Inti dari semua jenis kanker adalah deteksi dini. Semakin dini diketahui semakin mudah mengatasinya," tuturnya dalam Seminar Deteksi Dini Kanker di Sekretariat Negara (Sekneg) beberapa waktu lalu.

Friday, November 28, 2008

Perang Obat Disfungsi Ereksi

Produk baru obat kuat berbahan dasar vardenafil, membuat pasar obat disfungsi ereksi makin ramai. Di Indonesia sendiri, yang nota bene masyarakatnya kebanyakan belagu, rasanya perlu menambah tingkat kebijakan untuk memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Sebab untuk kasus penyakit ini, faktor mental ternyata juga sangat berpengaruh.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan pil kedua untuk mengatasi disfungsi ereksi alias impoten, memasuki panggung pertempuran yang dahsyat dengan Viagra di pasar impoten yang bernilai miliaran dolar.
Obat baru itu bernama Levitra, masih satu keluarga dengan Viagra. Keduanya bekerja dengan sasaran enzim penting untuk membuat ereksi. Food and Drug Administration (FDA) telah mengizinkan peredaran Levitra.

Viagra vs Levitra
Sampai sekarang, Viagra pil biru berbentuk berlian hanya satu-satunya resep dokter oral yang tersedia bagi sekitar 30 juta pria Amerika yang menderita impotensi kebanyakan tidak menggunakan terapi medis.
Levitra, dibuat oleh Bayer AG dan dipasarkan oleh GlaxoSmithKline, mulai dijual di Eropa. Pil impotensi ketiga Cialis, dari Eli Lilly & Co. dan Icos Corp. ?juga mendapat persetujuan beredar di Eropa dan diperkirakan akan menggempur pasar farmasi AS akhir tahun ini.
Tiga pil itu secara keseluruhan bekerja dengan gaya yang sama dan masih belum ada penelitian yang dipublikasikan langsung untuk menjelaskan keunggulan pil itu masing-masing.

FDA menyetujui Levitra, yang dikenal dengan nama kimia vardenafil, berdasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa pria rata-rata bisa mengalami lima kali ereksi saat berhubungan seksual dengan meminum pil ini dibanding diberikan obat tiruan.
Dalam penelitian beberapa ribu pria, para peneliti melaporkan Viagra telah membantu 70 persen dari mereka untuk mengembalikan ereksi. Seperti Viagra, Levitra juga hadir dengan beberapa peringatan serius yang bisa berakibat fatal bagi beberapa pria yang meminumnya.
Menurut FDA, Levitra jangan digunakan bagi pria yang meminum nitrat yang terkandung dalam obat-obatan untuk penyakit jantung. Meminum obat yang disebut alpha blockers, seperti Cardura, untuk tekanan darah tinggi atau memperbesar prostat. Kombinasi keduanya akan menyebabtkan tersumbatnya tekanan pembuluh darah dan menyebabkan pingasan.

FDA juga menyatakan Levitra juga bukan untuk pasien dengan kondisi jantung jarang yang dikenal sebagai QT prolongation karena obat itu akan menyebabkan detak jantung tidak normal.
Levitra juga dilarang bagi pria yang pernah mendapat serangan jantung atau stroke yang mempunyai tekanan darah yang sangat rendah atau tekanan darah tinggi yang tak terkontrol.
Untuk pria normal, Levitra juga mempunyai dampak sampingan utama seperti sakit kepala, pilek dan hidung tersumbat. Sekitar 2% mengalami pusing/gamang.

Para pria disarankan untuk berolahraga secara fisik dahulu sebelum menggunakan Levitra untuk pertama kali, kata FDA. Pabriknya menyatakan Levitra akan ada di rak-rak apotik dalam beberapa pekan ini tapi menolak menyebutkan harganya.
Dengan pesaing baru itu, urologis memperkirakan boom iklan konsumer yang mungkin malah membuat para pria enggan pergi ke dokter dan meminta pendapat ahli.

Penjualan Viagra, yang dilempar di pasar tahun 1998, total mencapai US$1,7 miliar tahun lalu. Sebelum mempunyai pesaing, Pfizer, Inc membuat Viagra sebagai salah satu obat yang paling dipromosikan secara nasional dan menghabiskan dana pemasaran US$101 juta pada 2001 sendiri. Bayer dan Glaxo tidak menjelaskan detail rencana pemasaran untuk Levitra, tapi mereka mulai kesepakatan sponsorship selama tiga tahun dengan National Football League senilai US$18 juta.

Generik
Sildenafil, itulah nama generik Viagra. Obat yang masih relatif baru ini begitu popular dewasa ini, khususnya di kalangan pria. Anti-impotensi oral yang dipasarkan melalui iklan-iklan mini di koran maupun internet ini dikatakan mampu mendongkrak kejantanan pria. Viagra dipandang lebih mudah dan praktis digunakan dibandingkan terapi impotensi lainnya. Namun benarkah obat baru ini aman untuk digunakan?
Serangkaian penelitian di Amerika menunjukkan, setelah sildenafil diberikan dengan dosis 25mg, 50mg dan 100mg pada lebih dari 3.000 pria berusia antara 19 s.d. 85 tahun yang menderita kesukaran ereksi (impoten) karena berbagai sebab, baik organik - termasuk kencing manis, psikogenik ataupun campuran keduanya; ternyata obat tersebut mampu memperbaiki aktivitas seksual pria dibandingkan plasebo. Dilaporkan bahwa keberhasilan ereksi meningkat dengan kenaikan dosis yang digunakan, terutama jika digunakan satu jam sebelumnya.

Namun di balik efektivitasnya yang prima, Viagra bukan tidak memiliki kelemahan. Ternyata ia pantang digunakan penderita jantung (infark myocardial, stroke, aritmia, atau penyakit jantung lainnya), hipotensi, hipertensi, dan retinitis pigmentosa. Pemakaian Viagra pada kondisi ini dapat memperparah penyakit tersebut. Tidak jarang terjadi ereksi berkepanjangan, yaitu sampai 4-6 jam disertai rasa nyeri pada organ seks. Jika ereksi lebih dari 6 jam ini tidak segera diobati, ada kemungkinan justru timbul impotensi permanen. Oleh sebab itu penggunaan Viagra harus dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan semaunya. Pemakaian Viagra lebih dari sekali sehari dapat membahayakan organ seks pria.

Selain itu pria yang berusia di atas 60 tahun, penderita liver (sirosis), berpenyakit ginjal, atau sedang menggunakan obat lain yang menghambat sitokrom P-450 (misalnya eritromisin, simetidin, ketokonazol, itrakonazol, mikonazol, ekonazol) disarankan agar berhati-hati menggunakan Viagra karena kadarnya dalam darah dapat meningkat 3-8 kali dari normal. Obat-obat anti-HIV seperti saquinavir dan ritonavir juga dilaporkan mampu meningkatkan kadar sildenafil darah beberapa kali lipat. Maka untuk kelompok penderita ini dianjurkan menggunakan Viagra dosis rendah jika tidak ingin terkena impotensi permanen.
Sebaliknya perokok berat dan pemakai rifampisin (obat anti-TBC) kemungkinan tidak merasakan efek optimal Viagra, karena terjadi induksi enzim yang memetabolisme sildenafil. Para pengguna fenobarbital dan fenitoin (lazimnya untuk epilepsi) atau yang terkena kontaminasi DDT barangkali juga akan mengalami nasib yang sama yaitu penurunan aktivitas Viagra. Namun karena metabolit sildenafil dilaporkan memiliki aktivitas seperti senyawa induknya, peningkatan dosisnya perlu dipertimbangkan kembali.

Selain dipengaruhi oleh obat-obat lain, Viagra dilaporkan dapat pula mempengaruhi obat-obat golongan nitrat, dan ini menyebabkan peningkatan efek hipotensif obat-obat nitrat tersebut. Setelah diminum, Viagra diserap dengan cepat dalam keadaan perut kosong, dan hanya 40 persen yang mencapai sirkulasi darah, sedangkan sisanya termetabolisme di dalam hati. Jika seseorang memakan makanan berlemak, penyerapan obat ini tertunda dan berkurang sehingga dapat mengurangi manfaatnya
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa efektivitas Viagra sebagai pemacu ereksi bagi pria tidak diragukan lagi. Namun yang perlu diperhatikan adalah kontra indikasi penggunaannya, dan faktor risiko yang timbul akibat interaksi Viagra dengan obat lain dan makanan sehingga menyebabkan tujuan penggunaan tidak tercapai atau bahkan dapat membahayakan pasien tersebut. Pemakaian Viagra oleh masyarakat awam seperti yang saat ini terjadi sangat berisiko dan membahayakan bagi pemakai itu sendiri.

Thursday, November 27, 2008

Bila Kemoterapi Tak Lagi Terhindarkan

Gadis kecil itu terlihat lemah. Rambutnya menipis, kulitnya tak lagi bersinar, dan keceriaannya pun berkurang. Bahkan, menurut Ibunya, si gadis kecil itu pun kerap mual dan mudah merasa lelah.

Beberapa bulan sebelumnya, sang gadis kecil divonis menderita kanker dan kemoterapi adalah pilihan terakhir untuk mengendalikan pertumbuhan sel-sel kanker di tubuhnya.

Ada sekitar 130 jenis kanker yang sudah dikenali. Masing-masing membutuhkan penanganan yang berbeda karena pengaruhnya terhadap kondisi badan pun beragam. Tetapi semua jenis kanker berkembang dengan cara yang sama karena terdiri dari sel-sel yang membelah dengan cepat dan tumbuh tanpa terkendalikan.

Di sinilah kemoterapi menunjukkan tajinya karena fungsi utama obat-obatan kemoterapi adalah untuk mengenali sekaligus menghancurkan sel-sel seperti itu. Kemoterapi dapat diberikan dengan tiga cara, yakni tablet/kapsul, suntikan, atau infus.

Tablet, suntikan, maupun infus menandakan pemberian kemoterapi dilakukan secara sistemik ke seluruh tubuh, bukan hanya pada bagian yang memiliki sel kanker saja. Kinerja seperti itu ternyata juga menimbulkan efek samping. Kemoterapi bukan hanya membunuh sel-sel kanker, tetapi juga sel-sel yang sehat, terutama sel-sel yang membelah dengan cepat.

Pertama, sel-sel darah yang berfungsi memerangi infeksi, membantu pembekuan, dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bila pengaruh kemoterapi sampai pada sel-sel darah, maka pasien akan rentan terkena infeksi, memar, pun mudah mengalami pendarahan. Badan juga akan terasa lemah karena kekurangan energi yang dibakar oleh oksigen.

Sel-sel pada saluran pencernaan juga tergolong cepat membelah, sehingga lumrah bila pencernaan pasien akan mengalami gangguan. Pasien akan tidak bernafsu makan, mual, muntah, sariawan, dan diare.

Tetapi, ada beberapa pasien yang tidak merasakan efek samping kemoterapi sama sekali. Sebagian lagi hanya mendapatkan efek yang ringan. Tetapi, yang kerap mendapat perhatian adalah yang mendapat efek yang sangat menyiksa.

Ada atau tidaknya, juga ringan atau beratnya efek samping kemoterapi ternyata dipengaruhi oleh jenis obat kemoterapi, kondisi tubuh, serta kondisi psikis pasien.

Jenis obat kemoterapi akan ditentukan oleh dokter. Bila pasien kemoterapi memang ditangani oleh dokter yang handal, maka pasien tersebut akan mendapatkan obat-obatan untuk menekan efek samping seminimal mungkin.

Untuk kondisi psikis, pasien harus diarahkan untuk selalu berpikir positif. Dalam hal ini, orang-orang terdekat dengan pasien memiliki pengaruh signifikan sebagai tameng untuk menghindari hal-hal yang dapat menurunkan kondisi psikis pasien tersebut.

Untuk kondisi tubuh, pasien dapat mengonsumsi suplemen kesehatan yang telah terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh, seperti produk High-Desert Royal Jelly. Akan lebih baik bila produk ini dipadukan dengan HD Bee Propolis dan HD Pollenergy 520.

Bagaimana mungkin HD Royal Jelly dapat meningkatkan daya tahan tubuh pasien kemoterapi? Karena High-Desert melakukan pengolahan yang sempurna terhadap royal jelly lebah sehingga kandungan alaminya tidak hilang.

Kandungan HD Royal Jelly dipercaya dan telah terbukti mampu menstimulasi produksi zat-zat antibody dan sel-sel imun sekaligus melaksanakan fungsi anti mikroba. Kunci utamanya terdapat pada kandungan unik asam lemak esensial bernama 10-HDA ( trans-10-hydroxyna-2-decenoic acid) yang tidak dapat ditemukan pada produk alami mana pun. Kinerja 10-HDA itu semakin dioptimalkan dengan protein royalisin (fungsi antibiotik) dan kandungan-kandungan alami lainnya.

Jadi, bila kemoterapi menjadi pilihan tak terhindarkan, yang dapat kita lakukan adalah meminimalisasi efek sampingnya.

Wednesday, November 26, 2008

Anda Ingin Berhenti Merokok ?

Anda Ingin Berhenti Merokok ?

Cara 1 : Berhenti Seketika

Hari ini anda masih merokok, besok anda berhenti sama sekali.Untuk kebanyakan orang, cara ini yang paling berhasil. Untuk perokok berat, mungkin dibutuhkan bantuan medis untuk mengatasi efek ketagihan.

Cara 2 : Penundaan

Menunda saat mengisap rokok pertama, 2 jam setiap hari dari hari sebelumnya.Jumlah rokok yang diisap tidak dihitung.

Misalnya kebiasaan mengisap rokok pertama rata-rata jam 07.00 pagi, berhenti merokok direncanakan dalam 7 hari.

Maka rokok pertama ditunda waktunya yaitu :

Hari 1 : jam 09.00
Hari 2 : jam 11.00
Hari 3 : jam 13.00
Hari 4 : jam 15.00
Hari 5 : jam 17.00
Hari 6 : jam 19.00
Hari 7 : jam 21.00 -terakhir

Cara 3 : Pengurangan

Jumlah rokok yang diisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari yang ditetapkan.

Misalnya rata-rata mengisap 28 batang rokok per hari

Berhenti merokok direncanakan dalam 7 hari

Hari 1 : 24 batang
Hari 2 : 20 batang
Hari 3 : 16 batang
Hari 4 : 12 batang
Hari 5 : 8 batang
Hari 6 : 4 batang
Hari 7 : 0 batang

Hari-hari pertama berhenti merokok adalah yang paling berat, anda tidak perlu risau, umumnya gejala akan hilang sendiri dalam 2-3 minggu

Apabila anda merasa
:

Ingin sekali merokok ,alihkan perhatian, ingatkan diri akan bahaya rokok, minum air yang banyak, nafas panjang dan dalam beberapa kali.

Gelisah, sulit konsentrasi, pusing, tidak semangat, gerakan badan di udara segar, rentangkan kaki selebar bahu, nafas panjang dan dalam, lakukan beberapa kali, pemijatan pada garis tengah puncak kepala 30 hitungan

Susah buang air besar,makan sayur, buah segar dan minum banyak air putih.

Rasa lapar dan berat badan naik, kendalikan diet dan olah raga

Batuk-batuk, mual, diare, diatasi sesuai gejalanya

Ingin merokok sesudah makan, berdiri segera dan lakukan kegiatan lain

Biasa merokok sambil minum kopi, gantikan kopi dengan minuman lain

Kehilangan rokok di tangan, gantikan dengan benda lain

Bila keluhan tak tertahankan, hubungai Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Nikmati Keuntungan Anda

Pendapatan tambahan dari uang yang bisa dihemat karena tidak merokok

Terhindar dari resiko kanker paru dan serangan jantung

Hidup lebih sehat dan bugar

Penampilan lebih menarik

Membantu orang lain terhindar dari dampak negatif asap rokok

Anda dapat memilih salah satu dari 3 cara tersebut,

Bersiaplah ! mantapkan niat Anda

Tetapkan satu tanggal dan teguhlah pada tanggal tersebut

Singkirkan asbak dan semua yang berkaitan dengan merokok

Kalau memilih cara bertahap, lakukan dalam 7 hari.


Sumber : LM3

Monday, November 24, 2008

Apa Itu Sinusitis & Bagaimana Mengatasinya?

Coba sentuh bagian pipi, dekat mata, dan dahi Anda. Bila di- rontgen, Anda akan melihat rongga pada ketiga bagian tersebut. Rongga tersebut dinamakan sinus paranasalis atau biasa disebut sinus.

Rongga itu berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Fungsinya adalah untuk membantu resonansi suara, membantu keseimbangan kepala, meredam perubahan tekanan udara dan kelembaban udara, serta membantu memproduksi lendir untuk membersihkan rongga-rongga hidung.

Lalu, pernahkah Anda mendengar istilah sinusitis? Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus itu. Berdasarkan lamanya penyakit, sinusitis dibedakan menjadi tiga, yakni akut (kurang dari 4 minggu), sub-akut (4 sampai 12 minggu), dan kronis (lebih dari 12 minggu). Sedangkan berdasarkan jenis peradangannya, sinusitis dibedakan atas infeksi dan non infeksi. Sinusitis infeksi biasanya disebabkan oleh virus, walau beberapa kasus disebabkan oleh bakteri. Sedangkan sinusitis non infeksi sebagian besar disebabkan oleh alergi dan iritasi bahan bahan kimia.

Jenis alergi yang dapat menyebabkan sinus adalah rhinitis alergika (alergi hidung). Alergi ini diakibatkan oleh debu, makanan, udara/cuaca dingin, bau-bauan seperti aroma wewangian pada parfum dan tumbuhan. Bila hidung Anda terkontaminasi oleh faktor allergen (penimbul alergi) tersebut, maka Anda akan bersin-bersin dan mengeluarkan lendir hidung. Sayangnya, bersin dan lendir itu juga disertai dengan sembabnya lapisan mukosa hidung yang membuat rongga hidung tersumbat. Karena muara sinus tertutup, maka cairan sinus (ingus) itu tidak dapat dibuang. Tertahannya cairan ingus inilah yang menyebabkan sinusitis.

Terkadang ditemui pula gejala sesak napas. Gejala ini dikarenakan cairan atau lendir yang bersarang di daerah rongga hidung telah menyebar ke daerah saluran pernapasan dan bisa menyebabkan penyakit asma.

Gejala umum sinusitis adalah lesu, sakit kepala bagian depan, mata terasa berat, hidung terasa sakit, rasa penuh/berat sekitar rongga hidung yang sering disertai dengan pembengkakan dan merah pada pipi, serta suara menjadi sengau.

Sinusitis jika diobati secara dini dengan pengobatan yang tepat akan mampu sembuh dengan baik. Maka, bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Bisa saja Anda didiagnosis mengidap sinusitis, walau tidak tertutup kemungkinan masih berada di tahap rhinitis alergika. Umumnya, Anda akan menjalani rontgen sinus paranasalis untuk memastikan diagnosis sinusitis.

Bila diagnosis sinusitis telah dipastikan, umumnya ada tiga tahap pengobatan yang diberikan. Tahap pertama adalah pengobatan dengan mengonsumsi antihistamin dan antibiotik. Bisa pula ditambah dekongestan untuk mengurangi hidung mampet. Bila tidak ada perubahan, akan dilakukan fisioterapi. Operasi adalah pilihan terakhir bila dua tahap sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Untuk sinusitis karena alergi, akan sangat bijaksana bila Anda menjaga kebersihan lingkungan Anda sekaligus mengonsumsi High-Desert Aller Bee-Gone. Bahkan bila Anda masih berada dalam tahap rhinitis alergika. Produk tersebut mengandung berbagai jenis herbal yang dengan cepat membantu meredakan reaksi alergi. Produk ini juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyebab alergi. Dengan demikian, alergi akan be gone, alias menghilang.

Pneumonia: Penyebab dan Pengobatan

Pneumonia: Penyebab dan Pengobatan

Ada yang mencatatkan kalau pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga, sementara posisi pertama dan kedua ditempati oleh kardiovaskuler dan tuberkulosis. Lepas dari masalah akurasinya, catatan itu menunjukkan kalau pneumonia adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai.

Pneumonia adalah radang pada jaringan paru-paru bernama pulmonary alveolus (alveoli). Alveoli bertugas menyerap oksigen, namun peradangan membuatnya terinflamasi dan kemudian berisi cairan. Itulah sebabnya mengapa pneumonia juga dikenal dengan nama paru-paru basah.

Pneumonia sebenarnya tergolong penyakit umum, diduga menyerang 1 dari 100 orang setiap tahunnya. Tingkat keseriusan penyakit ini tergantung pada penyebab peradangannya, didukung dengan kondisi kesehatan orang yang bersangkutan. Penyakit kronis, konsumsi alkohol, dan usia lanjut dapat memperparah peradangan tersebut.

Dari mana datangnya peradangan itu? Ditengarai ada 50 penyebabnya, baik oleh infeksi - oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit - maupun iritasi kimiawi atau fisik akibat penyakit lain atau terlalu banyak minum alkohol. Peradangan-peradangan tersebut berkisar dari yang ringan hingga yang dapat mengancam nyawa.

Secara umum, pneumonia dapat dikategorikan menjadi empat jenis.

Pertama, pneumonia akibat lingkungan karena penyakit ini tersebar dalam satu komunitas yang luas. Jenis ini umumnya disebabkan oleh bakteri pneumococci, bakteri mycoplasma, atau virus influenza.

Kedua, pneumonia rumah sakit yang, sesuai namanya, biasa diperoleh di rumah sakit. Jenis ini memiliki jumlah penyebab potensial yang jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan pneumonia yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya, pneumonia aspirasi yang diakibatkan oleh bakteri yang terhirup oleh paru-paru, biasanya bermula dari isi lambung masuk ke dalam paru-paru setelah seseorang muntah. Penyebab lainnya berhubungan dengan gangguan saat menelan makanan.

Dan yang keempat adalah pneumonia karena organisme oportunitis yang umumnya menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Organisme oportunitis itu tidak akan merugikan mereka yang memiliki badan sehat, namun akan sangat berbahaya bagi penderita AIDS, anemia sickle cell, dan kondisi lain yang berhubungan dengan gangguan sistem imun tubuh. Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem tubuh manusia, misalnya kortikosteroid atau kemoterapi, juga berkontribusi meningkatkan risiko infeksi oportunitis ini.

Entah terkena pneumonia jenis manapun, seorang penderita awalnya akan menunjukkan gejala batuk, napas pendek-pendek, nyeri di dada (pleurisy), rasa dingin, dan demam.

Awalnya pneumonia bisa saja muncul dalam bentuk flu, selesma, atau komplikasi flu. Kondisi tersebut kemudian diikuti dengan demam yang terkadang disertai batuk. Yang berpotensi menjadi pneumonia ditandai dengan batuk kering dan yang menghasilkan reak berwarna atau berdarah.

Dokter umumnya akan memberikan anjuran sesuai dengan tingkat keparahan pneumonia orang yang bersangkutan. Untuk kasus yang parah, perawatan di rumah sakit adalah sebuah kewajiban. Bila penyebabnya adalah bakteri, maka Anda akan sangat dianjurkan untuk mengonsumi antibiotik.

HD Bee Propolis Sebagai Antibiotik Anda
High-Desert mengantarkan keajaiban bee propolis kepada Anda. Bee propolis merupakan anti oksidan, anti mikroba, serta antibiotik alami yang dihasilkan oleh lebah. Berbeda dengan antibiotik umum yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, HD Bee Propolis malah membantu meningkatkan sistem pertahanan tubuh secara alami.

HD Bee Propolis juga memiliki senyawa caffeic acid phenetil ester (CAPE) yang telah terbukti berfungsi sebagai anti peradangan. Dengan demikian, bersamaan dengan resep dokter, seorang penderita pneumonia sangat dianjurkan untuk mengonsumsi HD Bee Propolis untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Waspada Puncak Musim Flu dan Pilek

FLU dan pilek tidak boleh dianggap enteng. Apalagi pada puncak musim hujan bulan Desember hingga Maret mendatang. Perbaiki gaya hidup dan perkuat daya tahan tubuh Anda dari sekarang!

Sebagian besar negara-negara di belahan dunia tengah hidup dalam "kedinginan". Jika Indonesia sekarang sedang mengalami musim hujan, warga di negara-negara empat musim pun tengah merapatkan selimut dan menyalakan tungku perapian untuk melawan dinginnya cuaca pada musim dingin. Bahkan, seperti yang acap kali tayang di televisi, momen Natal yang jatuh pada 25 Desember identik dengan salju yang tentunya terasa dingin.

Nah, di balik udara yang dinginnya kian menusuk tulang itu rupanya virus influenza malah "berpesta". Tingginya infeksi penyakit "sejuta umat" ini memang berkaitan erat dengan perubahan musim, yang mana jumlah orang sakit biasanya meningkat pada saat cuaca dingin. Di Amerika Serikat (AS) misalnya, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS memperkirakan, flu membunuh sekitar 36.000 penduduk per tahun serta mengakibatkan 200.000 orang dirawat di rumah sakit.

Kejadian ini kebanyakan terjadi di Amerika Utara, antara bulan Oktober dan Mei, sedangkan puncaknya biasanya pada akhir Desember hingga awal Maret. Angka infeksi beragam virus juga meningkat pada Januari, banyak keluarga yang kembali pulang selepas liburan panjang musim dingin dari luar kota, bahkan luar negeri.

Influenza disebabkan virus influenza yang mudah menular melalui udara. Penularannya terjadi dari manusia ke manusia melalui udara pada saat berbicara, batuk, bersin, atau kontak dengan benda yang disentuh penderita. "Orang yang bersin atau batuk akan mengeluarkan butiran-butiran kecil yang akan terhirup orang lain di sekelilingnya sehingga menulari orang tersebut," kata ahli infeksi dari RSCM Jakarta dr Syamsuridjal Djauzi.

Virus influenza memiliki masa inkubasi 1-4 hari, tapi gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba. Seseorang yang terinfeksi flu bisa menularkannya pada orang lain, bahkan sebelum dirinya menyadari telah terkena flu. Influenza dapat menular 1-2 hari sebelum gejalanya muncul. Itulah sebabnya penyebaran virus ini sulit dihentikan.

Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dengan gejala utama demam tinggi (suhu tubuh 39 derajat Celsius atau lebih), sakit kepala, nyeri otot di seluruh badan, hidung mampet, sakit tenggorokan, batuk, nafsu makan hilang, serta badan menjadi lemah dan menggigil. Pada anak-anak, demam yang terjadi biasanya lebih tinggi, dan kadang disertai muntah atau diare.

Normalnya, penderita influenza sudah sehat kembali dalam 7-10 hari. Namun, waspadalah jika flu tidak kunjung pergi karena bisa menjadi penderita terkena infeksi serius lanjutan pasca-flu, seperti pneumonia atau bronkitis. Masyarakat juga sering kali menggunakan istilah flu untuk menggambarkan gejala pilek. Padahal, itu penilaian salah kaprah yang harus diluruskan.

"Batuk-pilek yang selama ini dikenal di masyarakat adalah suatu penyakit infeksi virus pernapasan yang tidak berbahaya. Ini sering terjadi, terutama pada usia kanakkanak. Di dunia medis gejala ini dikenal dengan istilah common cold," sebut spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, dr Dianiati Kusumo Sutoyo SpP(K).

Common cold adalah infeksi saluran napas atas akut yang disebabkan virus dengan berbagai gejala. Jumlah virus penyebabnya pun sangat bervariasi, lebih dari 200 jenis. Sementara flu adalah kependekan dari penyakit influenza yang disebabkan virus influenza A atau B.

Agar terhindar dari influenza, kita harus memelihara cara hidup sehat, yakni makan makanan sehat, cukup tidur, olahraga teratur, dan cuci tangan sesering mungkin. Jika penderita tidak berisiko terkena komplikasi influenza, biasanya dokter hanya menyarankan untuk beristirahat dan banyak minum untuk menghindari dehidrasi. Namun, dalam beberapa kasus mungkin diperlukan resep obat atau antivirus tertentu.

Untuk memperkuat daya tahan tubuh, boleh saja mengonsumsi suplemen vitamin dan zinc. Sejenis tanaman herbal seperti echinacea juga dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh. Echinacea merupakan spesies tanaman berbunga yang banyak tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Penggunaan tanaman bernama lain Purple Coneflower sebagai pengobatan pilek ini sudah disetujui WHO sejak 1999. Echinacea dapat menurunkan durasi sakit dan menurunkan keparahan batuk, sakit kepala, dan sumbatan hidung.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal the Lancet Infectious Disease juga melaporkan bahwa konsumsi suplemen herbal Echinacea dapat mengurangi risiko terkena pilek hingga 58 persen dan mengurangi durasi penyakit pilek selama sehari atau setengah hari.

Sumber: Okezone.com

Sunday, November 23, 2008

Diabetes Mellitus Rentan Menyerang Organ Vital Lain

DIABETES Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memang perlu ditangani serius. Jika tidak, bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya seperti jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem saraf.

Kendati DM bukan penyakit menular, bukan berarti bisa diabaikan. Kondisi terburuk DM sering kali tidak disadari dapat menyebabkan kematian. DM dapat didiagnosis dengan memeriksakan kadar gula dalam tubuh.

"Hasil uji asam gula di atas 200 dianggap diabetes, apabila setelah puasa menjadi 120 dan 2 jam kemudian kadar gula di bawah 120, maka itu diabetes," sebut Spesialis Penyakit Dalam dari RS Telogorejo, Semarang, Witjitra Darmana Samsuria, saat menjadi pembicara seminar bertajuk "Diabetes Mellitus dan Hubungan dengan Penyakit Jantung-Stroke" di Auditorium RS Telogorejo, beberapa waktu lalu.

Gejala diabetes ini cukup khas seperti sering kencing, haus, cepat lapar, berat badan menurun dan lemah. Di samping itu, ada juga keluhan kesemutan pada ujung jari tangan dan kaki, penglihatan kabur, kulit gatal, gairah seksual menurun. Sementara untuk para ibu hamil yang menderita DM sering melahirkan bayi besar dengan berat lebih dari empat kilogram.

Secara sederhana, DM diartikan cairan manis yang dikeluarkan oleh tubuh sehingga didatangi banyak semut disertai dengan penyakit metabolisme. Cairan manis disebabkan terganggunya insulin dalam tubuh. "Insulin akan kacau apabila tidak bisa menempel pada sel. Insulin bagaikan kunci pembuka gudang (sel) sehingga gula yang diserap tubuh tidak dapat masuk ke dalam sel," tutur Witjitra.

Dengan kata lain, larutan gula yang masuk tubuh tidak optimal. Diibaratkan dari 10 asam gula yang masuk, hanya lima yang dapat masuk, dan sisa gula yang lain beredar di luar sel dan mengendap dalam darah sehingga darah menjadi tinggi. Karena tidak diproduksi oleh sel sehingga dikeluarkan oleh ginjal berupa cairan dengan rasa manis.

Komplikasi DM jangka panjang dapat berupa penyakit saluran jantung (kardiovaskular), kegagalan kronis ginjal, kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi, gangrene dengan risiko amputasi jari tangan dan kaki.

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf. Akibatnya, sering mengalami pusing hingga terjadi pendarahan dan stroke.

Diabetesi (penderita diabetes) juga berisiko mengalami disfungsi jantung. Pasalnya, gula tidak dapat diproduksi oleh sel pada pembuluh darah mengakibatkan meningkatnya kadar lemak sehingga terjadi disfungsi jantung. Kondisi akan terus memburuk bila terjadi keracunan.

Semakin lama, pembuluh darah semakin menyempit dan berakibat gagal jantung. Sejurus kemudian, DM akan mengubah tekanan darah dalam tubuh sehingga dapat mengakibatkan gagal ginjal. Mengalami kebocoran pada ginjal sehingga harus melakukan cuci darah seumur hidup.

Organ vital lain yang berpotensi "rusak" adalah gangguan fungsi ereksi. Pada seksualitas akan terjadi penurunan vitalitas, terutama pada pria. Organ lain adalah luka pada bagian kaki. Karena luka pada diabetesi susah kering dan bila keadaan memburuk harus diamputasi agar tidak menyebar ke seluruh tubuh.

"Jika sudah sampai tahap ini, sebaiknya mendeteksi diri dengan yang menyebabkan gagal ginjal, yaitu memeriksakan dengan menggunakan alat echocardiography yang digunakan untuk menentukan fungsi jantung

Saturday, November 22, 2008

Menentukan Masa Subur

Masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Banyak pasangan yang bingung bagaimana menentukan masa subur padahal sebenarnya caranya sangat mudah dan simpel. Mengapa saya bilang mudah dan simpel karena memang bisa dilakukan oleh pasangan usia subur dengan mandiri tanpa bantuan orang lain. Cukup dengan bantuan kalender dan termometer sudah bisa melakukannya.

Berikut saya jabarkan cara cara menentukan masa subur yang umum digunakan :

Sistem Kalender
Menentukan masa subur dengan menggunakan system kalender ada dua cara yaitu :

1. Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.
2. Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.

Metoda Lendir Serviks
Dalam metoda ini dinilai sifat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur.

Metoda Suhu Tubuh
Metoda ini agak sedikit lebih rumit, tapi masih bisa dikerjakan oleh pasangan usia subur. Pertama tama, kita harus mengukur suhu tubuh si wanita sejak siklus pertama haid sampai haid berikutnya pada pagi hari (baru bangun tidur). Suhu harian itu kemudian dicatat dan dihubungan dengan garis (seperti membuat grafik). Saat ovulasi/masa subur, suhu tubuh akan meningkat 0.05 sampai 0.2 derajat Celcius. Saat inilah saat yang tepat untuk melakukan hubungan seksual. Memang cara ini merupakan cara yang paling rumit tetapi tidak ada salahnya dicoba.

Friday, November 21, 2008

Apel Efektif Cegah Flu

Apel Efektif Cegah Flu

Ungkapan yang mengatakan makan apel setiap hari dapat menjauhkan Anda dari dokter benar adanya. Kandungan keratin didalamnya, bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Jika Anda pernah mendengar ungkapan, satu apel per hari dapat menjauhkan Anda dari dokter, maka sebaiknya Anda mempercayai hal tersebut. Kandungan keratin dalam apel dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh pada musim hujan ini.
Selain itu, bawang merah, brokoli dan teh merupakan sumber keratin yang baik. Keratin adalah sejenis zat flavonoid yang dapat mengikat virus influenza terutama ketika tubuh dalam keadaan stres.

Dalam penelitian terhadap binatang percobaan, keratin benar-benar dapat melakukan hal ttersebut. Penurunan daya tahan tubuh akibat kelelahan dapat ditangkal oleh flavonoid.

Jika hal itu sama bermanfaatnya bagi tubuh manusia, maka keratin dapat membantu memperkuat tubuh dari sisi fisik dan psikologis.
Kini untuk mencegah flu, Anda bisa mendapat imunisasi flu serta jangan lupa membeli sekantong buah apel untuk dikonsumsi setiap hari.

Tuesday, November 18, 2008

Pria Sebaiknya Jangan Pakai Celana Dalam Saat Tidur

Hai Pria, Jangan Pakai Celana Dalam Saat Tidur

Banyak hal yang mesti kamu lakukan bila ingin menambah jumlah dan kualitas sperma. Mulai dari menghindari rokok, hingga jangan pakai celana dalam ketika tidur.

Salah satu cara untuk bisa meningkatkan jumlah sperma adalah dengan mengurangi rokok atau bahkan jika mungkin, Anda berhenti merokok. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga mempengaruhi jumlah sperma.

Penelitian membuktikan perokok memiliki jumlah sperma lebih kecil dibanding pria tidak merokok.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan pria dalam berpakaian adalah penggunaan celana. Karena ini juga bisa mempengaruhi jumlah sperma.

Inilah alasannya mengapa letak testis itu tergantung di tubuh. Testis perlu memiliki suhu lebih sejuk dibanding bagian tubuh lain. Karena itu memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitarnya panas.

Sedapat mungkin usahakan tidak mengenakan celana dalam sewaktu tidur untuk menjamin tetap sejuk.

Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap jumlah sperma adalah makanan. Mulailah konsumsi makanan yang tepat.

Pola makan mempengaruhi produksi sperma. Cobalah makan makanan rendah lemak, berprotein tinggi, sayuran dan seluruh jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

Selain itu, hindari alkohol. Alkohol dapat mempengaruhi fungsi liver yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma.

Sebaiknya hentikan minum alkhol mulai saat ini apabila Anda tidak ingin kehilangan jumlah produksi sperma.

Olahraga otot


Meskipun ini tidak dapat langsung meningkatkan produksi sperma dan air mani, olahraga otot PC dapat membantu Anda 'menembak' lebih jauh dari sebelumnya. Lakukan latihan Keegel, misalnya.

Obat-obatan seperti mariyuana dan obat antijamur mungkin bisa menghalangi produksi sperma. Sementara suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma seperti L-carnitine yang ditemukan dalam daging merah dan susu merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan produksi dan kecepatan sperma.

Folic acid ketika digabung dengan seng dapat meningkatkan produksi sperma, L-arginine yang ditemukan dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen juga memiliki khasiat yang sama termasuk vitamin E dan selenium juga memperbaiki kecepatan dan konsentrasi sperma.

Monday, November 17, 2008

Manfaat Bawang Putih (Allium sativum, Linn.)

Manfaat Bawang Putih (Allium sativum, Linn.)

Bawang putih (allium sativum) termasuk genus afflum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun.

Untuk Penyakit :

Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala, Sakit kuning; Sesak nafas, Busung air, Ambeien, Sembelit, Luka memar, Abses; Luka benda tajam, digigit serangga, Cacingan, Sulit tidur (Insomnia)

Pemanfaatan :

1. Hipertensi
a. Bahan : 3 siung bawang putih,
Cara membuat : bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya, Ialu disaring;
Cara menggunakan : diminum secara teratur setiap hari.
b. Bahan : 2 siung bawang putih;
Cara membuat : bawang putih dipanggang dengan api;
Cara menggunakan : dimakan setiap pagi selama 7 hari.

2. Asma, batuk dan masuk angin
Bahan : 3 siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu secukupnya;
Cara membuat : bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos bersama bahan lainnya sampai merata dan diperas/disaring;
Cara menggunakan : diminum setiap pagi sampai sembuh.

3. Sakit kepala
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus;
Cara menggunakan : untuk kompres pada dahi.

4. Sakit kuning, sesak nafas dan busung air
Bahan : 1 umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam.
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih
dan diaduk sampai merata, dan disaring;
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 2 sendok makan, pagi dan sore.

5. Ambeien
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan : dioleskan di sekitar dubur setiap hari.

6. Sembelit
Bahan : yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya;
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur sampai merata dan disaring;
Cara menggunakan : diminuni biasa.

7. Luka memar karena tikaman atau pukulan
Bahan : bawang putih dan 1 sendok madu;
Cara membuat : bawang putih ditumbuk halus, kemudian diberi 1 sendok madu dan dicampur sampai merata;
Cara menggunakan : dioleskan pada bagian yang luka.

8. Luka kena benda tajam berkarat
Bahan : umbi bawang putih dan minyak kelapa secukupnya;
Cara membuat : umbi bawang putih dibakar, kemudian dicelupkan ke dalam minyak kelapa dan ditumbuk halus;
Cara menggunakan : dioleskan pada bagian yang luka.

9. Mempercepat matangnya bengkak abses
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat, kemudian ditumbuk halus;
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang bengkak.

10. Untuk mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus;
Cara menggunakan : ditempelkan pada baglan yang kemasukan serpihan kaca, kayu atau duri.

11. Sengatan serangga
Bahan : umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan : dioleskan ada bagian tubuh yang disengat serangga.

12. Mengusir cacing kremi dan cacing perut
Baban : beberapa siung bawang push;
Cara membuat : dikupas dan dicuci bersih;
Cara menggunakan : dimakan langsung.

13. Sulit tidur (insomnia)
Bahan : beberapa slung bawang putih;
Cara membuat : dikupas dan dicuci bersih;
Cara menggunakan : dimakan langsung sebelum tidur.

Sunday, November 16, 2008

Amankah Kopi Bagi Jantung?

Amankah Kopi Bagi Jantung?

Minum secangkir kopi hangat tentu terasa nikmat. Minuman yang telah menjadi bagian dari gaya hidup, tentu saja tidak bisa leluasa dinikmati penderita jantung.

Di balik kenikmatannya, kafein disebut-sebut mampu memacu kerja jantung. Demikian pula saat penderita penyakit jantung menyeruput teh. Sebenarnya penderita jantung bisa tetap meminum kopi dan teh asal tidak berlebihan. Batasan jumlah kopi maupun teh dikhawatirkan akan memacu rangsangan pada jantung dan berdenyut lebih kencang.

Hal ini mengakibatkan keluar air kencing lebih banyak karena membuat aliran darah lebih cepat. "Jika mengalami darah rendah dan gampang mengantuk dapat diatasi dengan mengonsumsi kopi asal dalam porsi sedikit saja," papar Tim Penyuluh dari RS Telogorejo, Semarang Agung Sudarmanto.

Kendati tidak leluasa mengonsumsi bukan berarti tanpa peraturan sama sekali. Penikmat kopi bisa mengonsumsi asal dibarengi dengan olahraga. Olah tubuh ini sedikit banyak bisa mengurangi jantung memompa berlebihan. Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi.

Gaya hidup tidak sehat dan pola makan dituding pemicu jumlah penderita semakin banyak. Agung memaparkan, pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan gangguan pada arteri koroner. Jika terus berlanjut akan mengalami penyempitan.

Penyempitan arteri koroner dalam tubuh dapat disebabkan beberapa hal, yaitu kadar kolesterol yang tinggi, kencing manis (diabetes melitus), tekanan darah tinggi, merokok, kegemukan, kurang olahraga, stres, faktor keturunan, serta usia yang semakin bertambah.

Beberapa makanan yang perlu diperhatikan seperti mengurangi dan menghindari konsumsi lemak jenuh seperti lemak, daging berlemak (terutama daging merah), jeroan, kuning telur, santan kental maupun goreng-gorengan, serta banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sebenarnya kolesterol tidak selamanya jahat. Kolesterol terbagi menjadi kolesterol jahat (LDL) atau kolesterol baik (HDL). Semakin tinggi kolesterol jahat, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Jika LDL diturunkan satu persen,risiko terkena penyakit jantung koroner bisa turun pula satu persen.

Sebaliknya, jika HDL naik satu persen peluang sehat bisa naik tiga persen. Jadi, sebaiknya orang berusaha menaikkan kadar HDL. Ada beberapa cara nonfarmakologis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik, salah satunya adalah mengubah gaya hidup.

Misalkan, berolahraga teratur dan terukur, mengurangi asupan rokok, dan mengurangi berat badan. Olahraga rutin yang dianjurkan adalah tiga kali seminggu yakni joging atau jalan kaki.

Friday, November 14, 2008

Waspadai Polip Pengganggu Penciuman

Waspadai Polip Pengganggu Penciuman

PERLU diwaspadai jika hidung sering tersumbat dan ingus mengalir berkepanjangan. Bisa jadi akibat adanya benjolan patologis rongga hidung alias polip.

Siapa pun pasti akan merasa terganggu jika sering kali menderita gejala flu atau pilek. Hidung terasa buntu, ingus terus mengalir, dan mata berair.

Jika flu atau pilek berkepanjangan, bisa dipastikan itu bukan flu biasa. Hal itu merupakan salah satu gejala dari polip hidung.
Polip hidung merupakan benjolan patologis pada rongga hidung yang kadang-kadang berwarna kekuningan, bisa abu-abu bahkan kemerahan.

Polip pada rongga hidung terjadi karena munculnya jaringan lunak dan bisa dilihat dengan kasatmata. Gejala utama dari polip ini adalah hidung terasa buntu, pilek kental, suara menjadi bindeng dan diakhiri dengan pusing. Polip hidung biasanya akan disertai dengan sinusitis.

"Faktor yang meningkatkan seseorang terkena polip hidung adalah adanya radang sinus yang menahun, sumbatan hidung akibat adanya kelainan anatomi hidung, dan ada pula kemungkinan iritasi," kata dokter spesialis THT Dr Faisal Ahmadi SP dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan dokter berkulit kuning sawo matang ini, polip hidung biasanya menyerang orang dewasa karena kemungkinan reaksi hipersensitif atau reaksi alergi yang sangat tinggi. "Polip biasanya terjadi pada usia dewasa dan sering terjadi pada usia 30 hingga 60 tahun," sebutnya. Meski tidak tertutup kemungkinan kalau anak-anak juga mengidap penyakit ini.

Keunikan lain dari polip hidung, Faisal Ahmadi menyebutkan, penyakit ini lebih banyak menyerang kaum pria dibandingkan dengan kaum wanita. "Ketika baru terbentuk, polip tampak seperti air mata dan jika matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabuabuan," sebutnya lagi.

Tercatat polip dibagi menjadi tiga bagian, yakni gradasi 1, 2, dan 3. Untuk gradasi pertama, dijelaskannya, polip hanya bisa tampak dengan pemeriksaan alat bantu, ini karena polip tumbuh kecil sekali sehingga membutuhkan alat khusus seperti endoskop untuk memeriksanya. Sementara gradasi 2, umumnya polip sudah agak besar, tapi tetap saja belum bisa dilihat dengan mata telanjang. Polip tingkat ini juga bisa dilihat dengan pemeriksaan alat THT sederhana seperti spatula hidung. Sementara gradasi yang ketiga, polip tampak sudah besar sekali, bahkan bisa dilihat dari luar lubang hidung. "Jika sudah mencapai gradasi ketiga, tindakan yang harus diambil yaitu pembedahan atau operasi pengangkatan polip," sebutnya.

Prinsip pengobatan polip hidung yaitu mengatasi polipnya dengan menghindari penyebab atau faktor-faktor yang mendorong terjadinya polip. Bila polip kecil, pengobatannya bisa dengan obat-obatan oral dan penyemprotan dengan obat semprot hidung. Sayangnya bila faktor yang menyebabkan terjadinya polip tidak teratasi, maka polip hidung ini rawan untuk kambuh kembali demikian berulang-ulang. Karena itu, sangat diharapkan kepatuhan pasien untuk menghindari hal yang menyebabkan alergi yang bisa menjurus untuk kumatnya polip hidung.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan SB Early dari Beirne Carter Center for Immunology, Universitas Virginia, ditemukan bahwa pengembangan mukosa hidung atau polip dapat menutupi sinus ostia sehingga menurunkan kadar oksigen dalam jaringan sinus. "Polip bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja dan jika tidak diobati, maka akan berkembang menjadi kanker," sebutnya.

Dia juga menambahkan, polip yang ukurannya sudah lebih dari 2 cm, dianggap berbahaya apalagi bila terjadi displasia, yaitu perubahan ke arah ganas secara histologis. "Bila ini terjadi, dianjurkan untuk segera melakukan pengangkatan atau operasi," kata SB Early.

Yang harus dilakukan penderita polip, menurut SB Early adalah memenuhi asupan serat. Karena idealnya penderita diharuskan mengonsumsi serat sebanyak 30 gram setiap harinya. Selain kurangnya konsumsi serat, penyebab lain dari kemunculan polip adalah kegemukan, kurangnya aktivitas fisik (olahraga), konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok. "Satu hal lagi, polip pada tubuh juga akan lebih gampang muncul bila seseorang kerap mengonsumsi daging merah, seperti daging kambing, sapi, atau babi," sebutnya.

Hati-Hati, Batuk Berdahak Akut Sulit Diobati

Hati-Hati, Batuk Berdahak Akut Sulit Diobati

SEMUA orang pasti batuk. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang berdahak, ada yang kering. Entah karena sudah biasa, orang lalu menganggap remeh batuk. Masalahnya, jika tidak diobati, terjadi infeksi. Dan jika sudah akut, kemungkinan besar sulit diobati.

Sebenarnya, batuk berfungsi untuk membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan. Tetapi bila berlebihan, itu sudah merupakan suatu penyakit. Batuk biasanya timbul secara mendadak. Bisa karena masuk angin, influenza atau pun sinusitis. "Selain menimbulkan kerugian apabila batuk berdahak berlebihan, pada dasarnya batuk berguna untuk membersihkan saluran pernapasan juga. Semua yang ada dalam tenggorokan akan terangkat lewat batuk," ungkap dr Nirwan Arief.

Batuk adalah sebuah refleks fisiologi untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk. Tapi batuk juga bisa menjadi gejala dari sesuatu penyakit.

Faktor Penyebab

Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Sedangkan batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun debu. Sekadar diketahui, penyakit asma juga disertai batuk. Jika penderita asma terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya disertai dengan batuk.

Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi yaitu makanan yang merangsang tenggorokan. Ada pula karena kanker. Batuk karena orang sering merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk simtomatik. Batuk berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh adanya kalainan dalam tubuh terutama pada saluran napas atau bronkitis.

Gejala-gejala

Batuk berdahak pada umumnya disebabkan oleh influenza. Gejalanya yaitu demam yang tinggi disertai otot tubuh yang kaku, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Namun batuk berdahak juga timbul akibat peradangan pada paru-paru.

Jika tidak segera diobati, bisa terjadi batuk berdahak akut. Bila sudah akut kemungkinan besar sulit diobati. Tambahan lagi, batuk berdahak yang berlebihan akan menimbulkan infeksi. Batuk berdahak yang terlalu sering akan membuat tenggorokan menjadi luka dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pernapasan.

Pengobatan

Ada dua cara mengobati batuk berdahak ini, yaitu dengan obat dan tanpa obat. Batuk berdahak yang masih ringan dapat dikurangi dengan cara sering minum air putih. Gunanya adalah untuk membantu mengencerkan dahak dan mengurangi iritasi atau rasa gatal. Hindari tempat yang berdebu atau pun makanan dan minuman yang dapat merangsang tenggorokan. Hindari juga udara malam karena suhunya yang dingin.

Cara lain adalah minum obat batuk. Tapi tidak boleh sembarangan. Obat batuk yang digunakan harus sesuai dengan jenis batuk. Obat batuk dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan antitusif (penekan batuk). Batuk berdahak akibat infeksi bisa juga diobati dengan antibiotik. Batuk berdahak karena virus dapat diobati dengan obat anti jamur. Sementara batuk berdahak karena asma dapat diobati dengan obat asma seperti obat inhalasi (inhaler), obat makan, dan suntik. Bila batuk berdahak sudah akut, perlu dipikirkan untuk melakukan operasi. Setelah itu ada kemoterapi dan sinar.

Thursday, November 13, 2008

Penyembuhan Psoriasis Secara Alami

Penyembuhan Psoriasis Secara Alami

Oleh: Dr. Iwan T. Budiarso , DVM, MSc, Phd, APU

Psoriasis adalah nama penyakit kulit berasal dari bahasa Yunani yakni Psora yang artinya gatal. Namun tidak selalu kalau kegatalan itu harus bersamaan dengan psoriasis. Sebaliknya eksema biasanya selalu disertai gatal.

Apa itu psoriasis? Secara singkat, siklus pergantian lapisan kulit normal itu, biasa terjadi setiap 28 hari atau sebulan sekali. Namun pada psoriasis, proses pergantian kulit dipercepat antara 3-4 hari sekali.

Tipe Psoriasis Yang Sering Ditemukan

* Bentuk vulgaris (Bentuk plak)
* Bentuk bentik bintik (Guttate)
* Bentuk Pada Bagian Lipetan (Flexura)
* Bentuk Menyebar luas atau Eritroderma (Seluruh kulit)
* Bentuk gelembung bernanah (Pustula))
* Bentuk Mengelupas (Exfoliative)
* Psoriasis Sendi (psoriasis yang diserta redang sendi)

Psoriasis itu penyakit tidak menular, hanya menyebabkan si penderita tidak nyaman, apalagi kalau sedang kumat, hingga pergaluan sosialnya bisa terganggu.

Data Statistik

Psoriasis bisa terjadi pada semua individu, tidak ada hubungan dengan jenis kelamin, etnik, warna kulit atau bangsa.
Penyakit ini bisa timbul kapan saja, dari bayi (jarang) sampai orang lanjut usia. Namun puncak umur rata rata adalah antara 15 dan 25 tahun. Kulit gelap lebih jarang kena psoriasis daripada kulit pucat atau putih. Secara statistik diperkirakan sekitar 2 % pendudk dunia bisa terjangkit psoriasis.

Mekanisme Terjadinya Psoriasis
Biasanya didahului dengan semacam luka memar atau benturan di salah satu bagian kulit tubuh, setelah kejadian itu, bagian yang kena trauma itu tidak kunjung sembuh. Bahkan sebaliknya makin memburuk dan mulai menyebar. Kemudian ada lagi luka memar di bagian kulit lain. Luka luka itu bisa tetap kecil dan menghilang atau sebaliknya melebar dan meluas. Setelah berjalan beberapa lama biasanya penyakit ini meluas, hingga orang itu mencari pengobatan.
Pada ibu sedang hamil, nampaknya penyakit ini seperti sembuh dan menghilang. Namun setelah melahirkan psoriaisisnya kembali kambuh lagi.

Apakah Seorang Penderita Psoriasis Itu Sehat?
Kebanyakan dokter menganggap psoriasis itu adalah hanya masalah pada bagian lapis kulit saja. Padahal itu tidak benar sama sekali. Perubahan pada bagian kulit hanya sebagai tanda awal permulaan dari suatu penyakit, Jadi penderita psoriasis itu sebetulnya bukanlah seorang yang sehat badani. Karena di bagian dalam tubuh ada yang tidak beres kerja dan fungsinya.

Terapi Yang Tersedia Sekarang
Cara pengobatan psoriasis sejak dulu sampai sekarang sangat banyak variasinya umpamanya seperti dengan obat luar, obat sistemik atau keduanya sekaligus. Fotokemoterapi seperti kombinasi antara obat dan disinar ultraviolet. Hasilnya sangat bervariasi, ada yang merasakan secara dramatis, akan tetapi ada pula yang merasakan seperti mendapat malapetaka. Seperti juga pada pengobatan penyakit lain ada yang sembuh ada pula yang tidak cocok.
Cara pengobatan ortodoks, biasanya menggunakan pengolesan obat luar, seperti salf, krim, dan lotion, tetapi teknik pelaksanaan bisa berbeda beda dari mulai dengan mandi ter (tar). Sampai fotokemoterapi. Dengan menggunaka senar lesser. Sekali lagi hasilnya tidak selalu konsisten dari berhasil sampai gagal dan tidak ada gunanya.
Zalf campuran steroid dan flourin, injeksi steroid, dan glukokortikosteroid sering juga digunakan, namun harus diawasi dan dipantau oleh dokter dengan ketat, sebab sering mengakibatkan efek samping yang buruk.
Haemodialisa cara untuk mencuci darah pada penderita gagal ginjal sudah pernah dicoba, tetapi dalam jangka panjang belum diketahui manfaatnya.
Aromatik Retinoid adalah obat seperti vitamin A. Pernah dicoba, hasilnya pada kondisi psoriasis yang parah kadang sangat mujarap sekali. Namun demikian cara pengobatan harus hati hati, karena jika menggunakan dosis tinggi, bisa menyebabkan radang pada bibir, rambut rontok, kekeringan pada mata ,mulut dan kulit.
Sinar Ultraviolet tipe A (UVA) bukan cara yang baik untuk menghilangkan psoriasis. Sebab jika terlalu berlebihan cara pakainya bisa menyebabkan efek samping muskil. Kalau juga mau menggunakan harus dilakukan dibawah pengawasan dokter atau di rumah sakit.
Sinar ultraviolet Tipe B (UVB) adalah yang paling banyak dipakai dan sudah digunakan lebih dari 50 tahun yang lalu. Penderita harus bisa bertoleransi terhadap sinar ini, hingga harus dimulai dengan dosis kecil dulu dan lambat laun dinaikan sampai dosis maksimun, dari mulai hanya beberapa detik terus dinaikan secara palahan lahan. Sebetulnya efek ultraviolet B ini sama dengan kalau anda berjemur dibawah sinar matahari saja. Sinar ini tidak menembus sampai di bawah kulit.
Methatrexate (MTX) adalah obat untuk kanker. Biasanya diminum pada penderita yang sangat muskil. Hati hati karena obat ini racun terhadap hati, maka harus dipantau terus agar fungsi hatinya tidak terganggu atau rusak.
Etretinate (Tergison) adalah obat yang relatif baru (1986). Ia adalah derivat dari Vitamin A. Bisa diminum sendriri atau dikombinasi dengan sinar ultraviolet. Hal ini dilakukan pada penderita yang sudah bandel dengan obat obat lainnya yang terdahulu.
Activated Vitamin D Cream adalah penemuan terakhir (1999) dan menurut DR. Micheal Holick, Direktur Klinik Pusat Reset di fakultas kedokteran, Boston University,banyak penderita psoriasis mengalami penyembuhan yang luar bisa. Mudah-mudah obat ini akan disetujui oleh DIRJEN POM Amerika dalam waktu dekat.
Pengobatan dengan cara merendam dalam air Laut Mati di Israeli. Air laut ini jenuh dengan garam dan tidak satu makluk yang bisa hidup dalam air ini. Juga bisa menyebuhkan Psoriasis, sakit radang sendi dan rheumatiks, hanya saja harus tinggal lama di Isreal dan makan biaya besar.
Ada Cara Lain Untuk Psoriasis ?
Ya, Dr. John O.A. Pagano mendapat gagasan dan cara baru mengobati psoriasis. Ia memandang psoriasis bukan sebagai masalah penyakit kulit saja, tetapi menurutnya hal ini disebabkan karena ada sesuatu fungsi organ tubuh dalam yang tidak beres. Jadi pengobatannya bukan pada permukaan kulit, melainkan harus dimulai dari dalam yaitu dengan cara alternatif lain. DR. Pagano menemukan bahwa penyebab psoriasis adalah akibat penyerapan racun dan toksin melalui dinding usus yang "menipis dan bocor". Jikalau kelainan pada dinding usus ini bisa diperbaiki dan tidak bocor lagi, maka tidak ada lagi racun dan toksin terserap kedalam tubuh dan merusak lapisan kulit.

Adakah Terapi Herbal Untuk Psoriasis ?
Ada, beberapa bulan yang lalu dalam majalah Trubus pernah dimuat, bahwa ada beberapa orang yang berhasil diterapi dengan menggunakan tanaman obat yaitu dengan kapsul dan simplisia buah mahkota dewa. Disamping itu menurut Pakar pengobatan dari Yogyakarta Pegagan (Centela Asiatica) juga bisa membantu meringankan penyakit Psioriasis. Namun dalam pengobatannya perlu dikombinasikan dengan Sambiloto ataupun Meniran sebagai antibiotika alami.

Untuk obat/suplemen alami lainnya bisa di coba:
* Propolis ----> untuk antibiotik
* Royal Jelly Liquid ----> untuk regenerasi sel
* Aloe Propolis Cream ----> untuk obat oles
Ketiga Obat ini bisa anda dapat di Stokis/Depo High Desert terdekat di kota anda.

Wednesday, November 12, 2008

Hindari Obat Batuk Bebas pada Bayi

Hindari Obat Batuk Bebas pada Bayi

BILA si kecil batuk, apa yang Anda lakukan? Segera membeli obat batuk yang dijual bebas di pasaran? Mulai sekarang Anda patut waspada apalagi buah hati Anda masih batita. Sebab peringatan yang dikeluarkan Food and Drug Administration/FDA Amerika Serikat menyatakan pemberian obat antibatuk dan flu pada anak-anak berusia di bawah dua tahun patut dihindari.

Pemberian obat batuk ini dinilai sangat berisiko serta dapat mengindikasikan risiko fatal. Mulai dari jantung berdebar-debar, kejang, hingga kematian.

Dr Charles Ganley, selaku Ketua FDA menegaskan bahwa obat-obatan ini hanya menghilangkan gejala-gejala batuk dan flu pada anak, namun tidak menyembuhkan penyakitnya.

Pernyataan ini diperkuat oleh American Academy of Pediatrics yang mengatakan, "Metabolisme dan reaksi tubuh anak-anak terhadap obat-obatan berbeda dengan orang dewasa. Jadi, sebaiknya diantisipasi sebelum menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan."

Sebenarnya sejak tahun lalu, FDA telah melarang pemberian berbagai jenis obat-obatan kepada anak-anak di bawah dua tahun jika tak ada rekomendasi secara detail dari dokter. Peringatan keras FDA ini menimbulkan kontroversi yang hebat di masyarakat AS. Lalu, bagaimana di Indonesia? Meski aturannya belum jelas, namun para orangtua lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat pada si kecil. Jadi, jangan sembarangan membeli obat di pasaran ya!

Jangan Membiasakan Menjepit Gagang Telpon

Jangan Membiasakan Menjepit Gagang Telpon

Ini adalah perilaku biasa di kalangan pekerja?eh ternyata bisa kena stroke!
Tonjolan tulang dapat memutuskan saluran pembuluh darah dan memicu stroke. Peringatan berikut ini mungkin perlu diperhatikan benar oleh para sekretaris, operator, konsultan, dokter dan para karyawan yang sering menggunakan telepon.

Ingat, janganlah terlampau sering melepaskan gagang telepon dari tangan Anda dan meletakkannya di antara pundak dan telinga, sementara tangan melakukan aktivitas lain. Konon, perilaku semacam itu bisa menyebabkan stroke. Demikian dikemukakan seorang ahli syaraf asal Perancis pada Jurnal Kesehatan beberapa waktu lalu.
Seorang psikiater yang biasa berbicara lewat telepon yang terjepit di telinga kiri dan pundaknya lebih dari satu jam, dilaporkan menderita stroke ringan. Kejadian naas itu terjadi akibat adanya tonjolan tulang yang memutuskan saluran pembuluh nadi. Menurut tim dokter yang meneliti kasus tersebut, pria berusia 43 tahun yang terbiasa berbicara dengan pasien-pasiennya pada mulanya sehat-sehat saja.
Namun seusai memberikan konsultasi kepada pasiennya, si psikiater ini mengeluhkan kebutaan sementara pada mata kirinya, telinga kirinya pun seperti merasakan sebuah dengung. Tak hanya itu, dia pun mengaku kesulitan untuk berbicara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dirinya menderita stroke ringan.
Dari hasil pemindaian tampaklah adanya sobekan pada dinding arteri bagian dalam dari organ tubuh si pria tadi. Sobekan tadi jelas mempengaruhi saluran pengiriman darah yang menuju ke otak. Seperti diketahui, pada tubuh manusia terdapat dua kelenjar arteri yang bertugas menyalurkan darah yang mengandung oksigen dari jantung menuju kepala dan leher. Kedua saluran arteri tersebut naik di kedua sisi leher, dari jantung menuju otak. Pada gambar scanning tampaklah adanya sebuah peruncingan tulang yang lazim di sebut sebagai proses stiloid, yang menyebabkan adanya kontak antara tulang (pada bagian leher) dengan arteri.
Sebenarnya, setiap orang memiliki dua tulang stiloid ini. Keduanya menonjol dari dua sisi tulang tengkorak, tepat di bawah telinga dan di belakang tulang rahang. Namun, tulang yang dimiliki psikiater tadi lebih panjang dari biasanya.
Mathieu Zuber, ahli syaraf dari rumah sakit Saint Anne, Paris mengatakan "Untungnya pasien ini hanya mengalami serangan insemik berkala atau terjadi penghentian suplai darah menuju otak yang kurang dari 24 jam". Dengan begitu, hanya stroke ringanlah yang menyerang psikiater yang biasa bertelepon dengan pasiennya tadi. "Namun, kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas setiap hari yang melibatkan penyimpangan agak lama di bagian leher, seperti menggunakan telepon dengan menghimpit antara telinga dan pundak, bisa menimbulkan masalah yang tidak terduga bagi sebagian orang," tambahnya.
Ia menambahkan, psikiater tersebut tidak mengalami gejala stroke terlalu lama. Namun, sejak kejadian itu, ia tidak mau lagi melakukan pembicaraan dengan cara menghimpit telepon di antara telinga dan pundaknya saat melayani keluhan pasien-pasiennya. oleh sebab itu mulai dari sekarang hilangkan kebiasaan tersebut. "Lebih baik mencegah sebelum hal itu terjadi pada kita semua". Keep your health...

10 Hal Tentang Antibiotika

10 Hal Tentang Antibiotika

Antibiotika tentu bukan sesuatu yang asing. Namun, bagaimana antibiotika selayaknya digunakan, tak semua orang tahu.
1. Apa sebetulnya manfaat antibiotika?
Antibiotika adalah senyawa kimia yang dibuat untuk melawan bibit penyakit, khususnya kuman. Ada beragam jenis kuman, ada kuman yang besar, ada yang kecil, dengan sifat yang beragam pula. Kuman cenderung bersarang di organ tertentu di tubuh yang ditumpanginya. Ada yang suka di otak, di paru-paru, di usus, saraf, ginjal, lambung, kulit, atau tenggorok, dan lainnya. Di organ-organ tempat bersarangnya itu, kuman tertentu menimbulkan infeksi. Kuman tipus menimbulkan penyakit tipus di usus, kuman TBC di paru-paru, selain bisa juga di tulang, ginjal, otak, dan kulit. Kuman lepra di saraf dan kulit, kuman difteria di tenggorokan, tetanus di saraf, dan banyak lagi
Awalnya, ditemukan jenis antibiotika penisilin, lalu sulfa, yang digunakan untuk mengobati semua penyakit infeksi. Sekarang, sudah berpuluh-puluh jenis antibiotika ditemukan, baik dari rumpun yang sama, maupun dari jenis yang lebih baru. Setiap antibiotika memiliki kemampuannya sendiri dalam melawan kuman. Itu sebab, setiap rumpun kuman memiliki penangkalnya masing-masing yang spesifik. Namun, kebanyakan antibiotika bersifat serba mempan atau broadspectrum. Artinya, semua kuman dapat dibasminya.
Selain itu, ada pula jenis antibiotika yang sempit pemakaiannya, spesifik hanya untuk kuman-kuman tertentu saja. Misalnya, antibiotika untuk kuman TBC (mycobacterium tuberculosis) , untuk lepra atau kusta (mycobaterium leprae), atau untuk tipus (salmonella tyhphi).
2. Kapan antibiotika digunakan?
Antibiotika digunakan jika ada infeksi oleh kuman. Infeksi terjadi jika kuman memasuki tubuh. Kuman memasuki tubuh melalui pintu masuknya sendiri-sendiri. Ada yang lewat mulut bersama makanan dan minuman, lewat udara napas memasuki paru-paru, lewat luka renik di kulit, melalui hubungan kelamin, atau masuk melalui aliran darah, lalu kuman menuju organ yang disukainya untuk bersarang.
Gejala umum tubuh terinfeksi biasanya disertai suhu badan meninggi, demam, nyeri kepala, dan nyeri. Infeksi di kulit menimbulkan reaksi merah meradang, bengkak, panas, dan nyeri. Contohnya bisul. Di usus,
bergejala mulas, mencret. Di saluran napas, batuk, nyeri tenggorok, atau sesak napas. Di otak, nyeri kepala. Di ginjal, banyak berkemih, kencing merah atau seperti susu.
Namun, gejala suhu tubuh meninggi, demam, nyeri kepala, dan nyeri, bisa juga bukan disebabkan oleh kuman, melainkan infeksi oleh virus atau parasit. Dari keluhan, gejala dan tanda, dokter dapat mengenali apakah infeksi disebabkan oleh kuman, virus, atau parasit.
Penyakit yang disebabkan bukan oleh kuman tidak mempan diobati dengan antibiotika. Untuk virus diberi antivirus, dan untuk parasit diberi antinya, seperti antimalaria, antijamur, dan anticacing. Jika infeksi oleh jenis kuman yang spesifik, biasanya dokter langsung memberikan antibiotika yang sesuai dengan kuman penyebabnya. Misal bisul di kulit, tetanus, difteria, tipus, atau infeksi mata merah.
Untuk infeksi yang meragukan, diperlukan pemeriksaan khusus untuk memastikan jenis kuman penyebabnya. Caranya dengan melakukan pembiakan (kultur) kuman. Bahan biakannya diambil dari darah atau air liur, dahak, urine, tinja, cairan otak, nanah kemaluan, atau kerokan kulit.
Dengan biakan kuman, selain menemukan jenis kumannya, dapat langsung diperiksa pula jenis antibiotika yang cocok untuk menumpasnya (tes resistensi). Dengan demikian, pengobatan infeksinya lebih tepat. Jika tidak dilakukan tes resistensi, bisa jadi antibiotika yang dianggap mampu sudah tidak mempan, sebab kumannya sudah kebal terhadap jenis antibiotika yang dianggap ampuh tersebut.
3. Kenapa semakin banyak kuman yang kebal antibiotika?
Pemakaian antibiotika di negara-negara sedang berkembang sering tidak terkontrol dan cenderung serampangan. Antibiotika yang bisa dibeli bebas, ketidaktahuan pemakaian, dan tidak dipakai sampai tuntas, menimbulkan generasi kuman yang menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika yang digunakan secara tidak tepat dan serampangan itu. Pemakaian antibiotika yang tidak dihabiskan, atau menebusnya setengah resep, misalnya.
Semakin sering dan banyak disalahgunakan suatu antibiotika, semakin cepat menimbulkan kekebalan kuman yang biasa ditumpasnya. Pemakaian antibiotika golongan erythromycine yang paling banyak dan luas dipakai di dasawarsa 80-an, semakin banyak melahirkan generasi kuman yang kebal terhadapnya. Lalu, dibuat generasi baru dari rumpun yang sama. Setiap beberapa tahun, lahir jenis generasi antibiotika baru untuk membasmi jenis kuman yang sudah kebal. Tentu, dengan harga yang lebih mahal.
4. Apa efek samping antibiotika?
Seperti obat umumnya, antibiotika juga punya efek samping masing-masing. Ada yang berefek buruk terhadap ginjal, hati, ada pula yang mengganggu keseimbangan tubuh. Dokter mengetahui apa efek samping suatu antibiotika, sehingga tidak diberikan pada sembarang pasien. Pasien dengan gangguan hati, misalnya, tidak boleh diberikan antibiotika yang efek sampingnya merusak hati, sekalipun ampuh
membasmi kuman yang sedang pasien idap. Dokter perlu memilihkan antibiotika lain, mungkin kurang ampuh, namun tidak berefek pada hati.
Namun, jika suatu antibiotika tidak ada penggantinya, antibiotika tetap dipakai, dengan catatan, bahaya efek samping pada seorang pasien memerlukan monitoring oleh dokter, jika dipakai untuk jangka waktu yang lama. Antibiotika untuk TBC, misalnya, yang diminum sedikitnya 6 bulan, perlu pemeriksaan fungsi hati secara berkala, agar jika sudah merusak hati, obat dipertimbangkan untuk diganti.
5. Apa bahaya terlalu sering menggunakan antibiotika?
Pemakaian antibiotika yang terlalu sering tidak dianjurkan. Di negara kita, orang bebas membeli antibiotika dan memakainya kapan dianggap perlu. Sedikit batuk pilek, langsung minum antibiotika. Baru mencret sekali, langsung antibiotika. Padahal belum tentu perlu. Kenapa?
Belum tentu batuk pilek disebabkan oleh kuman. Awalnya oleh virus. Jika kondisi badan kuat, penyakit virus umumnya sembuh sendiri. Yang perlu dilakukan pada penyakit yang disebabkan oleh virus adalah
memperkuat daya tahan tubuh dengan cukup makan, istirahat, dan makanan bergizi. Pemberian antibiotika pada batuk pilek yang disebabkan oleh virus hanya merupakan penghamburan dan merugikan badan, sebab memikul efek samping antibiotika yang sebetulnya tak perlu terjadi.
Kasus batuk pilek virus yang sudah lama, yang biasanya sudah ditunggangi oleh kuman, baru membutuhkan antibiotika untuk membasmi kumannya, bukan untuk virus flunya. Tanda batuk pilek membutuhkan antibiotika adalah dengan melihat ingusnya. Yang tadinya encer bening sudah berubah menjadi kental berwarna kuning-hijau. Selama ingusnya masih encer bening, antibiotika tak diperlukan.
Minum antibiotika kelewat sering juga mengganggu keseimbangan flora usus. Kita tahu, dalam usus normal tumbuh kuman yang membantu pencernaan dan pembentukan vitamin K. Selain itu, di bagian-bagian tertentu tubuh kita juga hidup kuman-kuman jinak yang hidup berdampingan dengan damai dengan tubuh kita. Di kemaluan wanita, di kulit, di mulut, dan di mana-mana bagian tubuh ada kuman yang tidak mengganggu namun bermanfaat (simbiosis).
Terlalu sering minum antibiotika berarti membunuh seluruh kuman jinak yang bermanfaat bagi tubuh. Jika populasi kuman jinak yang bermanfat bagi tubuh terbasmi, keseimbangan mikroorganisme tubuh bisa terganggu, sehingga jamur yang tadinya takut oleh kuman-kuman yang ada di tubuh kita berkesempatan lebih mudah menyerang.
Itu maka, banyak orang yang setelah minum antibiotika yang kelewat lama, kemudian terserang penyakit jamur. Bisa jamur di kulit, usus, seriawan di mulut, atau di mana saja. Keputihan sebab jamur pada wanita, antara lain lantaran vagina kelewat bersih oleh antisepsis yang membunuh kuman bermanfaat di sekitar vagina (Doderlein).
6. Berapa lama seharusnya konsumsi antibiotika?
Lama pemakaian antibiotika bervariasi, tergantung jenis infeksi dan kuman penyebabnya. Paling sedikit 4-5 hari. Namun, jika infeksinya masih belum tuntas, antibiotika perlu dilanjutkan sampai keluhan dan gejalanya hilang. Pada tipus, perlu beberapa minggu. Demikian pula pada difteria, tetanus. Pling lama pada TBC yang memakan waktu berbulan-bulan. Termasuk pada kusta.
Pada infeksi tertentu, setelah pemakaian antibiotika satu kir, perlu dilakukan pemeriksaan biakan kuman ulang untuk memastikan apakah kuman sudah terbasmi tuntas. Infeksi saluran kemih, misalnya, setelah selesai satu kir antibiotika dan keluhan gejalanya sudah tiada, biakan kuman dilakukan untuk melihat apa di ginjal masih tersisa kuman. Jika masih tersisa kuman dan antibiotikanya tidak dilanjutkan, penyakit infeksinya akan kambuh lagi.
Termasuk pada infeksi gigi. Sakit gigi biasanya disebabkan oleh adanya kuman yang memasuki gusi dan tulang rahang melalui gigi yang bolong atau keropos. Dalam keadaan demikian, gusi membengkak dan gigi nyeri. Antibiotika diberikan sampai keluhan nyeri gigi hilang. Jika antibiotika hanya diminum sehari-dua, kuman di dalam gusi belum mati semua, sehingga infeksi gusi dan sakit gigi akan kambuh lagi.
7. Kenapa antibiotika bisa tidak mempan?
Antibiotika tidak mempan karena dua hal. Yang paling sering, kuman penyebab penyakitnya sudah kebal terhadap antibiotika tersebut. Untuk itu perlu dicari antibiotika jenis lain yang lebih sensitif. Biasanya perlu dilakukan tes resistensi mencari jenis antibiotika yang tepat.
Yang kedua karena tidak dilakukan tes resistensi dulu dan langsung diberikan antibiotika secara acak, sehingga kemungkinan pilihan antibiotikanya tidak tepat untuk jenis kuman penyebab penyakitnya. Antibiotikanya memang tidak mempan terhadap kuman penyebabnya.
Kita mengenal ada kuman jenis gram-negatif. Untuk itu perlu antibiotika untuk jenis kuman itu. Jika diberikan antibiotika untuk jenis kuman gram-positif, tentu tidak akan mempan, sebab antibiotikanya salah sasaran. Atau bisa oleh karena infeksinya bukan disebabkan oleh kuman, melainkan oleh virus atau parasit. Jamur kulit tak mempan diberi salep atau krim antibiotika, misalnya.
8. Apa artinya antibiotika yang keras?
Artinya tidak perlu antibiotika dari generasi yang baru, kalau dengan antibiotika klasik (golongan penicillin) masih mempan. Namun, untuk infeksi ringan saja (flu), seringkali diberikan antibiotika generasi mutakhir. Selain jauh lebih mahal, tubuh pun memikul efek samping yang biasanya lebih berat. Semakin ampuh antibiotika, biasanya semakin keras pula efek sampingnya. Membunuh lalat tak perlu pakai panah, cukup ditepuk. Begitu pula untuk infeksi enteng. Kalau bisa, jangan lekas-lekas memakai antibiotika. Tubuh kita memiliki perangkat antibodi. Setiap bibit penyakit, apa pun jenisnya, yang masuk ke dalam tubuh, akan dibasmi oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Tubuh baru menyerah kalah jika bibit penyakitnya sangat ganas, jumlahnya banyak, dan daya tahan tubuh sedang lemah.
Tidak setiap kali dimasuki bibit penyakit, tubuh kita akan jatuh sakit. Jika kekebalan tubuh prima, bibit penyakit yang sudah memasuki tubuh akan gagal menginfeksi, dan kita batal jatuh sakit. Infeksi umumnya baru terjadi jika tubuh sedang lemah. Untuk itu, perlu bantuan zat anti yang dikirim dari luar. Kiriman zat anti dari luar itulah yang diperankan oleh antibiotika.
9. Kenapa orang bisa pingsan usai minum atau disuntik antibiotika?
Adakalanya, sehabis minum atau disuntik antibiotika bisa pingsan. Orang-orang tertentu yang berbakat alergi, umumnya tidak tahan terhadap antibiotika golongan penisilin, baik yang diminum maupun yang disuntikkan. Beberapa menit sampai beberapa jam sesudahnya muncul reaksi alergi. Rasa tebal dan gatal di bibir, pusing, mual, muntah, lalu pingsan. Jika ringan hanya gatal-gatal mirip biduran. Reaksi hebat bisa menimbulkan reaksi kulit melepuh, berbisul-bisul (Steven-Johnson syndrome).
Bagi yang berbakat alergi, perlu dites dulu sebelum mendapat suntikan antibiotika golongan penisilin. Jika positif, jangan diberikan. Atau jika pernah ada riwayat gatal sehabis minum atau disuntik antibiotika, buatlah catatan, agar lain kali dapat mengingatkan dokter kalau tidak tahan antibitioka tersebut. Sekarang reaksi alergi terhadap antibiotika sudah jarang terjadi, sebab tersedia banyak pilihan antibiotika yang lebih unggul dari penisilin tanpa risiko alergi.
10. Apakah semua antibiotika hanya untuk diminum?
Tidak. Selain dalam bentuk obat minum (oral), ada juga dalam bentuk suntikan (parenteral) , salep, krim, supositoria (dimasukkan ke liang dubur atau vagina); lotion, dan tetes. Infeksi kulit memakai salep atau krim antibiotika, infeksi mata merah memakai tetes atau salep mata, infeksi telinga tengah memakai tetes kuping antibiotika, keputihan kuman dipakai antibiotika berbentuk peluru yang dimasukkan ke dalam vagina (bagi yang sudah menikah, tidak buat yang masih gadis).
Antibiotika streptomycine, garamycine, hanya dalam bentuk suntikan, tidak tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul. Sebaliknya, kebanyakan antibiotika yang diminum belum tentu ada dalam bentuk suntikannya. Tapi, ada juga antibiotika baik dalam bentuk suntikan maupun yang diminum.
Membubuhi serbuk antibiotika pada lubang gigi yang sakit seperti kebiasaan sementara orang atau pada luka, tidak terlalu tepat. Efek penembusan antibiotika ke jaringan gusi yang terinfeksi tidak sebaik jika diminum, atau bisa menyerap optimal seperti antibiotika yang sudah dalam bentuk salep atau krim jika untuk dipakai pada kulit
(Sumber : Dr. Handrawan Nadesul/ Internet)