ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 081342042120
Showing posts with label Suplemen alami/Herbal. Show all posts
Showing posts with label Suplemen alami/Herbal. Show all posts

Saturday, May 15, 2010

Sehat dengan Herbal

http://sehat-ituindah.blogspot.com
PENGOBATAN herbal makin diminati oleh masyarakat. Terutama pasien yang menderita penyakit cukup berat. Obat herbal dianggap sebagai harapan baru untuk kesembuhan berbagai penyakit.

Mahalnya pengobatan konvensional serta ketakutan terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini, menjadikan masyarakat banyak beralih ke pengobatan herbal. Alhasil, obat herbal pun menjadi tumpuan harapan bagi pasien dengan berbagai keluhan penyakit. Terutama penyakit yang cukup berat seperti kanker.

Melihat kondisi dewasa ini, kecenderungan gaya hidup kini mulai kembali pada penggunaan produk-produk berbahan alami. Di berbagai negara, hal ini dikenal sebagai “gelombang hijau baru” atau new green wave dalam bahasa Inggrisnya. Gerakan ini berupaya menggunakan kembali bahan-bahan yang didapat dari alam.

Dari 25.000–30.000 spesies tanaman yang ada di Indonesia, sedikitnya sebanyak 9.600 di antaranya berpotensi sebagai obat. Namun, sejauh ini baru 300 spesies tanaman yang dimanfaatkan oleh industri obat tradisional.

Menurut Dr Dwi Ratna Sari H MKK, ramuan herbal berfungsi membantu proses kesembuhan dengan cara memperkuat jaringan yang terserang serta memperbaiki kerusakannya, menghentikan pendarahan, menghilangkan racun, menghilangkan rasa sakit. “Obat herbal juga bisa meningkatkan imunitas seluler dan fungsi hormonal,” kata Dwi.

Namun sejatinya, obat herbal bekerja sebagai pelengkap, bukannya pengganti obat-obat konvensional yang telah diresepkan oleh dokter. Jadi, obat ini aman dikonsumsi meski pada saat yang sama pasien juga tengah mengonsumsi obat dari dokter. Cukup beri waktu jeda 2–3 jam setelah pasien meminum obat pemberian dokter.

Akan tetapi Dwi mengaku, tidak sedikit di antara pasiennya yang telah menolak pengobatan konvensional dan beralih ke obat herbal. Ada pula pasien kanker yang memutuskan untuk menjalani terapi herbal ketimbang mengikuti kemoterapi.

“Dengan petunjuk yang diberikan seperti mengikuti diet, banyak pasien saya yang diberi kesembuhan,” kata dokter yang berpraktik di Klinik Mulyasari Medika ini.

Selain mengonsumsi obat herbal, ada baiknya pasien kanker juga menjaga makanannya. Sebaiknya penderita kanker tidak mengonsumsi daging, terutama daging hewan yang berkaki empat. Namun, sesekali pasien diizinkan menyantap ayam kampung atau ikan. Sayuran merupakan menu wajib yang harus ada di setiap jam makan. Ketika menjalani pengobatan herbal ini, Dwi mengatakan, yang paling penting adalah kondisi kejiwaan pasien. Pasien harus selalu berpikiran positif dan rela menjalani seluruh pengobatan.

“Yang pertama, pasien harus yakin bahwa pengobatan akan membawanya kepada kesembuhan, dan sabar,” beber tim peneliti Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia.

Kesabaran diperlukan karena obat herbal tidak bekerja secara cepat, namun memerlukan waktu, berbeda dengan obat yang diberikan dokter. Pengobatan herbal ini memang banyak dicari oleh pasien kanker.

Sayangnya, menurut Ketua Umum Perhimpunan Peneliti Bahan Alam Dr Maksum Radji, belum banyak orang yang meneliti khasiat obat herbal secara in vivo (langsung kepada pasien kanker) manusia. Namun secara sektoral, Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), Jakarta, dan Rumah Sakit Dokter Sutomo, Surabaya, telah memulainya. Beberapa rumah sakit di Indonesia saat ini memang menyediakan poli herbal. Pengobatan secara herbal ini pun di beberapa tempat telah di-cover oleh Askes.

Maksum menambahkan, tata laksana dari Departemen Kesehatan masih tetap memakai obat sintetis, kemoterapi, dan penerapan teknologi kanker modern. Diharapkan obat herbal bisa mendampingi kemoterapi dan bersifat saling mendukung satu sama lain.

Menurut Hematologis dan Internis RSKD Profesor Dr dr Arry Harryanto Reksodiputro SpPDKHOM, obat herbal cukup efektif untuk meningkatkan imunitas tubuh pasien kanker. Pernyataannya itu didasari oleh studi yang dilakukannya kepada 15 pasien kanker nasofaring di RS Dharmais selama satu tahun terakhir. Dalam studinya tersebut, Arry memakai jenis obat herbal yang berasal dari ekstrak obat herbal China bernama tien-hsien liquid. Obat ini berisi beragam kandungan, di antaranya Cordyceps sinensis, Oldenlandia diffusae, Indigo pulverata levis, dan Polyporus umbellatus.

Penelitian dilakukan terhadap pasien kanker nasofaring yang telah menjalani terapi kemoterapi atau radiasi. Hasilnya, pemberian obat herbal selama empat pekan dapat meningkatkan imunitas pasien kanker yang biasanya menurun akibat kemoterapi ataupun radiasi.

Menurut Arry, obat herbal di China rata-rata berkhasiat meningkatkan fungsi-fungsi sel darah yang berperan dalam respon imun. Lebih jauh Arry mengatakan, sebagian besar obat herbal tidak mempunyai efek membunuh sel kanker secara langsung—berbeda dengan obat sintetis, yang langsung menyerang sel kanker.

“Obat herbal bersifat suportif, seperti menimbulkan nafsu makan, menghilangkan rasa sakit, membuat orang tidak lemas lagi, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Dia menjelaskan, penelitiannya ini masih bersifat preliminary study atau baru evaluasi pendahuluan. Untuk melihat secara holistik, harus lebih banyak lagi studi yang mesti dilakukan kepada pasien kanker. Ke depan, bukan tidak mungkin ada interaksi antara obat herbal dan modern.

Atau sebaliknya, obat herbal malah memperkuat efek dari kemoterapi. Adapun obat herbal masih perlu sinkronisasi dari penelitian di batas in vitro ke penelitian in vivo. Menurut Maksum, yang masih menjadi kendala adalah perhitungan dosisnya.
Sumber: www.okezone.com

Sunday, November 15, 2009

Hindari Diabetes dengan Hidup Sehat

http://sehat-ituindah.blogspot.com
MENGHINDARI penyakit memang lebih baik daripada mengobati. Salah satu caranya adalah menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi sayur dan buah serta olahraga teratur tiga kali seminggu. Selain itu, sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol dan rokok.

Saat seseorang divonis menderita suatu penyakit, bisa dipastikan bahwa orang tersebut akan merasa sedih dan berjuang melawan penyakit tersebut.

Hal itulah yang dilakukan Bong Lay Tjun,48, yang divonis menderita diabetes selama 38 tahun. Tjun mengatakan, setahun sebelum didiagnosis menderita diabetes, dia mengaku sudah mengalami gejala diabetes, seperti penambahan nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, sering haus, dan sering buang air kecil di malam hari.

"Berat badan saya bisa turun sebanyak 3 kg dalam waktu sebulan," ceritanya saat menghadiri acara Peringatan Hari Diabetes Dunia 2009 yang diadakan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), sanofiaventis Indonesia, dan RS Pantai Indah Kapuk, di Hotel Grand Sahid Jakarta,pekan lalu.

Sebelumnya, ujar Tjun, dirinya memiliki kebiasaan buruk yakni sering mengonsumsi kopi dengan memakai gula hingga mencapai tiga sendok makan. Dia juga gemar mengonsumsi makanan apa pun dengan kadar kalori tinggi. "Karena kebiasaan saya itulah, saat dicek gula darahnya, kandungan gula dalam darah Tjun mencapai angka 300 dan 400," jelasnya.

Lama-kelamaan, Tjun pun sadar akan gaya hidupnya yang semakin membawanya tidak dalam keadaan sehat sehingga akhirnya dia mengikuti program edukasi "Pandu Diabetes" yang dijalankan RS Pantai Indah Kapuk. Berkat program tersebut, Tjun kini tak lagi bergantung pada obat-obatan.

Tjun memutuskan untuk mengubah pola hidupnya setelah mengikuti seminar mengenai komplikasi diabetes. Tjun pun mulai menerapkan pola diet seimbang, melakukan konsultasi gizi, serta berolahraga seperti senam dan jalan kaki dengan teratur.

"Edukasi itu memberi tahu hal-hal yang kami tidak tahu. Misalnya menjaga pola makan dan melakukan senam secara rutin. Edukasi juga menghindarkan saya dari stres karena larangan-larangan yang berasal dari orang-orang yang tak memahami benar diabetes," tuturnya.

"Bantuan dan dukungan orang-orang terdekat akan menjadikan segala sesuatu jauh lebih mudah," ucap laki-laki yang kini aktif sebagai pandu diabetes ini.

Dari cara mengubah pola hidupnya itulah, Tjun akhirnya bisa mengontrol kadar gula darah dalam batas normal serta bebas obat sejak 2005.

"Edukasi sesama pasien diabetes (peer to peer education) sangat penting, terutama sebagai sarana penyampaian informasi dalam rangka mencegah dan mengobati diabetes. Saya berusaha agar keluarga saya tidak sampai menderita diabetes," ungkapnya.

Ketua Konsultasi Diabetes RS Pantai Indah Kapuk (PIK) Dr Roy Panusunan SpPD-KEMD mengatakan bahwa niat untuk hidup sembuh itu menjadi kunci agar seorang penderita yang hidup dalam penyakit, bisa berjuang melawan penyakitnya.

"Karena itu, persoalan pola pikir memerlukan proses yang panjang dan perlu dukungan dari dalam diri pasien dan keluarganya," paparnya di acara yang sama.

Acara yang juga merupakan peluncuran dari Diabetes EduCenter oleh RS Pantai Indah Kapuk (RS PIK) tersebut, merupakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Diabetes Dunia hari ini. RS PIK saat ini memiliki Program Klinik Edukasi Diabetes termasuk di dalamnya adalah perawatan kaki, senam, ceramah diabetes. dan konsultasi gizi.

Roy berharap dengan adanya Diabetes EduCenter di RS Pantai Indah Kapuk, dapat memberikan informasi yang lebih baik sekaligus edukasi yang lebih intensif kepada pasien serta masyarakat mengenai pentingnya mengenal penyakit diabetes serta upaya pencegahannya.

Presiden Direktur Sanofi-Aventis Indonesia Gilbert Julien mengatakan, Diabetes EduCenter merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan memiliki pengetahuan tentang diabetes dan cara untuk mengendalikannya sehingga kualitas hidup meningkat.

"Di Diabetes EduCenter, pasien dan masyarakat dapat berkomunikasi dengan para dokter dan edukator tentang diabetes," ucapnya, yang berkeinginan membangun beberapa Diabetes EduCenter di beberapa kota besar di Indonesia.
Sumber : Okezone.com

Tuesday, November 18, 2008

Pria Sebaiknya Jangan Pakai Celana Dalam Saat Tidur

Hai Pria, Jangan Pakai Celana Dalam Saat Tidur

Banyak hal yang mesti kamu lakukan bila ingin menambah jumlah dan kualitas sperma. Mulai dari menghindari rokok, hingga jangan pakai celana dalam ketika tidur.

Salah satu cara untuk bisa meningkatkan jumlah sperma adalah dengan mengurangi rokok atau bahkan jika mungkin, Anda berhenti merokok. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga mempengaruhi jumlah sperma.

Penelitian membuktikan perokok memiliki jumlah sperma lebih kecil dibanding pria tidak merokok.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan pria dalam berpakaian adalah penggunaan celana. Karena ini juga bisa mempengaruhi jumlah sperma.

Inilah alasannya mengapa letak testis itu tergantung di tubuh. Testis perlu memiliki suhu lebih sejuk dibanding bagian tubuh lain. Karena itu memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitarnya panas.

Sedapat mungkin usahakan tidak mengenakan celana dalam sewaktu tidur untuk menjamin tetap sejuk.

Hal lain yang sangat berpengaruh terhadap jumlah sperma adalah makanan. Mulailah konsumsi makanan yang tepat.

Pola makan mempengaruhi produksi sperma. Cobalah makan makanan rendah lemak, berprotein tinggi, sayuran dan seluruh jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

Selain itu, hindari alkohol. Alkohol dapat mempengaruhi fungsi liver yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma.

Sebaiknya hentikan minum alkhol mulai saat ini apabila Anda tidak ingin kehilangan jumlah produksi sperma.

Olahraga otot


Meskipun ini tidak dapat langsung meningkatkan produksi sperma dan air mani, olahraga otot PC dapat membantu Anda 'menembak' lebih jauh dari sebelumnya. Lakukan latihan Keegel, misalnya.

Obat-obatan seperti mariyuana dan obat antijamur mungkin bisa menghalangi produksi sperma. Sementara suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma seperti L-carnitine yang ditemukan dalam daging merah dan susu merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan produksi dan kecepatan sperma.

Folic acid ketika digabung dengan seng dapat meningkatkan produksi sperma, L-arginine yang ditemukan dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen juga memiliki khasiat yang sama termasuk vitamin E dan selenium juga memperbaiki kecepatan dan konsentrasi sperma.

Monday, November 17, 2008

Manfaat Bawang Putih (Allium sativum, Linn.)

Manfaat Bawang Putih (Allium sativum, Linn.)

Bawang putih (allium sativum) termasuk genus afflum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun.

Untuk Penyakit :

Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala, Sakit kuning; Sesak nafas, Busung air, Ambeien, Sembelit, Luka memar, Abses; Luka benda tajam, digigit serangga, Cacingan, Sulit tidur (Insomnia)

Pemanfaatan :

1. Hipertensi
a. Bahan : 3 siung bawang putih,
Cara membuat : bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya, Ialu disaring;
Cara menggunakan : diminum secara teratur setiap hari.
b. Bahan : 2 siung bawang putih;
Cara membuat : bawang putih dipanggang dengan api;
Cara menggunakan : dimakan setiap pagi selama 7 hari.

2. Asma, batuk dan masuk angin
Bahan : 3 siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu secukupnya;
Cara membuat : bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos bersama bahan lainnya sampai merata dan diperas/disaring;
Cara menggunakan : diminum setiap pagi sampai sembuh.

3. Sakit kepala
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus;
Cara menggunakan : untuk kompres pada dahi.

4. Sakit kuning, sesak nafas dan busung air
Bahan : 1 umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam.
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih
dan diaduk sampai merata, dan disaring;
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 2 sendok makan, pagi dan sore.

5. Ambeien
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan : dioleskan di sekitar dubur setiap hari.

6. Sembelit
Bahan : yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya;
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur sampai merata dan disaring;
Cara menggunakan : diminuni biasa.

7. Luka memar karena tikaman atau pukulan
Bahan : bawang putih dan 1 sendok madu;
Cara membuat : bawang putih ditumbuk halus, kemudian diberi 1 sendok madu dan dicampur sampai merata;
Cara menggunakan : dioleskan pada bagian yang luka.

8. Luka kena benda tajam berkarat
Bahan : umbi bawang putih dan minyak kelapa secukupnya;
Cara membuat : umbi bawang putih dibakar, kemudian dicelupkan ke dalam minyak kelapa dan ditumbuk halus;
Cara menggunakan : dioleskan pada bagian yang luka.

9. Mempercepat matangnya bengkak abses
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat, kemudian ditumbuk halus;
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang bengkak.

10. Untuk mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri
Bahan : umbi bawang putih;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus;
Cara menggunakan : ditempelkan pada baglan yang kemasukan serpihan kaca, kayu atau duri.

11. Sengatan serangga
Bahan : umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya;
Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan : dioleskan ada bagian tubuh yang disengat serangga.

12. Mengusir cacing kremi dan cacing perut
Baban : beberapa siung bawang push;
Cara membuat : dikupas dan dicuci bersih;
Cara menggunakan : dimakan langsung.

13. Sulit tidur (insomnia)
Bahan : beberapa slung bawang putih;
Cara membuat : dikupas dan dicuci bersih;
Cara menggunakan : dimakan langsung sebelum tidur.