ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 081342042120

Tuesday, January 6, 2009

Bercinta Membuat Siklus Haid Teratur

http://sehat-ituindah.blogspot.com

ANDA bermasalah dengan siklus menstruasi yang kacau balau? Banyak hal yang bisa memicu terjadinya hal itu, salah satunya adalah stres. Untuk mengatasinya tak perlu bersusah payah, bercintalah dengan pasangan Anda. Loh kok?

Ternyata, bagi perempuan yang rutin bercinta minimal seminggu sekali, ditemukan bahwa pola haidnya bisa menjadi lebih teratur.

Pasalnya, saat Anda mencapai orgasme, darah akan memenuhi pembuluh darah di wilayah reproduksi. Rahim, indung telur, mulut, dan organ-organ kewanitaan lainnya secara tiba-tiba mendapat suplai oksigen. Jadi secara teratur mendapat asupan oksigen berkecukupan, maka aliran darah haid pun akan lancar. Anda pun akan terbebas dari derita haid setiap bulan.

Tak hanya itu, bercinta juga terbukti ajang pelepas stres yang manjur! Pasalnya, saat bercinta tubuh mengeluarkan endorphin ke dalam darah yang menimbulkan rasa gembira.

Sumber: okezone.com

Madu, Mujarab Obati Luka Bakar

http://sehat-ituindah.blogspot.com
TAK ada ibu yang ingin anaknya terluka. Tapi, kita tak tahu kapan musibah itu menyerang. Pernahkah Moms panik kala melihat si kecil mengerang kesakitan? Rupanya ia terkena tumpahan air panas, tersundut rokok atau menyenggol knalpot kendaraan bermotor.

Wah, luka bakar seperti itu harus segera diobati. Belum lagi "jejak" luka bakar yang tertinggal, biasanya sulit hilang.

Nah, kalau dulu Moms siap sedia dengan mengoleskan pasta gigi, ada cara lain yang lebih ampuh. Oleskan segera madu pada bagian yang terluka.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Andrew Jull dari Klinik Universitas Auckland, Selandia Baru menyatakan bahwa madu bisa menjadi obat tradisional yang baik untuk mengatasi luka bakar.

Riset yang dilakukan terhadap 2.554 pasien dengan derita luka bakar yang berbeda-beda itu mencatat bahwa tingkat kesembuhan yang paling cepat terjadi pada pasien yang mengoleskan madu pada lukanya.

Ya, madu memiliki kemampuan untuk memperbaharui sel-sel yang rusak atau mati pada kulit, sekaligus merangsang tumbuhnya sel-sel baru. Tak hanya itu, madu juga berfungsi sebagai obat antibakteri.

Mengingat segudang manfaatnya bagi kesehatan, tak ada salahnya selalu menyediakan madu di rumah, bukan?

Sumber: okezone.com

Monday, January 5, 2009

Jangan Abaikan Kebersihan Mulut Anda

http://sehat-ituindah.blogspot.com

Abaikan Kebersihan Mulut - Hati-Hati Terserang Beragam Penyakit

JANGAN remehkan kesehatan mulut karena berhubungan dengan kondisi fisik. Artinya, jika kesehatannya tidak terjaga, fisik rentan terserang penyakit.

Mulut adalah anggota tubuh yang sangat penting. Lewat mulut, siapa pun bisa menikmati aneka makanan dan minuman. Sebagai pintu masuk makanan, mulut adalah bagian tubuh yang bisa menunjukkan sehat atau tidaknya seseorang. Sayangnya, sebagian orang masih menempatkan kesehatan mulut pada urutan bawah. Padahal, sebagai tempat masuknya benda-benda asing, mulut seharusnya mendapatkan perhatian lebih.

Dalam beberapa penelitian, ditemukan adanya kaitan antara penyakit di mulut dengan masalah pada tubuh secara keseluruhan. Untungnya, mulut lebih mudah dieksplorasi dibandingkan dengan organ tubuh lain. Sebab, mulut bisa langsung mengenali gejalanya dan dapat segera menghentikan masalah yang mungkin timbul menjadi lebih parah.

Gejala umum yang bisa ditemukan dengan mudah, jika terjadi kerusakan pada tubuh ditandai dengan munculnya aroma napas yang tidak sedap. "Banyak kasus mengenai aroma mulut tidak sedap yang asalnya justru bukan dari mulut itu sendiri. Kasus yang paling sering terjadi adalah sinusitis," kata ahli gigi dan mulut dari Universitas Kentucky, AS, Ted Raybould DMD.

Selain sinusitis, tanda awal yang ditunjukkan oleh mulut saat tubuh tidak sehat adalah mengeluarkan aroma napas yang tidak sedap. Hati-hati dengan tanda tersebut karena menandakan adanya infeksi kronis atau radang.

"Kumpulan lendir yang mengalir dari belakang hidung menuju bagian pangkal lidah, akan menjadi makanan bagi bakteri," kata seorang mikrobiologis dari Universitas Tel Aviv, Mel Rosenberg PhD.

Ditambahkan Mel Rosenberg PhD, bakteri yang berada di pangkal tenggorokan tersebut mengandung sulfur. Yaitu sejenis gas dengan aroma yang tidak sedap dan mudah menguap. Gas itu dikenal dengan nama volatile sulfur compound (VSC), yang juga menjadi penyebab napas tidak sedap. Untuk mengatasinya, menurut Rosenberg, adalah dengan memulai mengubah kebiasaan saat berkumur dan menelan ludah. "Berkumur dengan menggunakan penyegar mulut lebih baik dilakukan sebelum tidur malam hari daripada pagi hari," kata Rosenberg.

Hal itu penting karena mulut memproduksi lebih sedikit air liur di malam hari, jadi tidak perlu membasmi bakteri seperti yang dilakukan di pagi hari.

"Semakin lama bakteri tersebut bertahan hidup, akan semakin tajam pula aroma tidak sedap yang akan dihasilkannya. Jadi berkumurlah selama setengah menit dan utamakan bagian belakang lidah," katanya.

Gejala kesakitan pada anggota tubuh lainnya juga ditunjukkan mulut dengan seriawan. Walaupun hingga saat ini belum ada yang mengetahui apa penyebab seriawan, apa pun penyebabnya, seriawan akan menyerang jantung jika virus herpes bergabung dengan seriawan. Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal kesehatan Circulation, para peneliti menguji beberapa orang yang menunjukkan infeksi awal dari herpes simplex 1 (HSV1) dan memonitor mereka selama 4 tahun.

Ternyata, positif berisiko menderita serangan jantung. Semuanya berawal dari HSV1 yang berdiam di sistem nerves, sampai akhirnya rasa sakit, stres, atau rasa lelah menyerang dan menimbulkan seriawan. Para peneliti mencurigai bahwa saat virus tersebut aktif, timbul respons pada saraf di arteri jantung yang akan memicu gumpalan berbahaya.

Stres yang berlebihan juga dapat memicu seriawan dan serangan jantung. Menurunkan ketegangan dapat mengatasi kedua masalah tersebut. Dalam sebuah penelitian di Jerman, 21 orang penderita seriawan telah diminta untuk mengikuti program hipnotis selama 5 minggu. Mereka dilatih untuk mengatasi stres.

Setelah 6 bulan, mereka mengalami penurunan gejala seriawan hingga 43 persen dan tingkat stres yang lebih rendah. Tanda lainnya yang bisa diperlihatkan oleh mulut ketika terjadi gangguan pada tubuh adalah munculnya gusi berdarah. Peringatan yang disampaikan mulut itu adalah terjadinya infeksi yang serius.

Bukan hanya gusi yang mudah berdarah dan bengkak saja yang harus dihadapi, tapi kemungkinan ada kanker mematikan yang mengintai tubuh. Dalam penelitian terhadap 52.000 pria yang dilakukan para peneliti di Universitas Harvard, ternyata gusi yang terinfeksi memiliki kecenderungan terkena kanker pankreas sebanyak 63 persen lebih tinggi daripada yang mulutnya bebas infeksi.

Para peneliti menemukan bakteri bereaksi terhadap senyawa-senyawa yang berhubungan dengan pencernaan untuk membentuk suatu kondisi yang rentan terhadap pertumbuhan sel-sel kanker.


Sumber: okezone.com

Sunday, January 4, 2009

Jantung Sehat, Kaki Kuat

http://sehat-ituindah.blogspot.com

TIDAK hanya bermanfaat untuk menopang tubuh bagian atas, kaki juga dapat menyehatkan jantung. Melatih kaki secara intensif berguna untuk mengurangi gejala sesak napas.

Seperti yang telah dilaporkan oleh Journal of the American College of Cardiology edisi November 2007, sekitar 17 orang dari 25 penderita gagal jantung berhasil merasakan manfaat berkat latihan rutin otot kaki selama tiga bulan.

Di bawah pengawasan dokter, penderita gagal jantung melatih kaki dengan senam berintensitas rendah. Hasilnya, gejala sesak napas mereka cenderung berkurang .Padahal, sesak napas merupakan gejala umum yang terjadi pada pasien gagal jantung. Gagal jantung kronis muncul ketika jantung tak lagi bisa memompa cukup darah sesuai kebutuhan tubuh.

Biasanya, ini disebabkan oleh menurunnya kualitas kondisi organ jantung dan sekitarnya, misalnya sakit arteri koroner. Gejalanya antara lain sesak napas, kelelahan, serta bengkak di kaki dan lutut.

Dr Donna M Mancini dari Columbia Presbyterian Medical Center, New York, menghubungkan kekuatan kaki dan manfaatnya untuk penderita gagal jantung.

Hipotesanya menunjukkan bahwa latihan kaki dengan beban secukupnya dapat melegakan sesak napas pada penderita gagal jantung. Latihan ini dinilai mampu mengubah metabolisme otot sehingga mampu mengurangi rasa sesak napas. Latihan otot kaki bisa dilakukan pria maupun wanita, kapan, dan di mana pun.

Selain bermanfaat untuk menghindari penyakit jantung, latihan tersebut juga sangat efektif untuk menjaga stamina tubuh. Terlebih dalam menopang tubuh bagian atas sehingga terjaga dalam aktivitas harian.

"Cukup lakukan satu jam sekali, dua hingga tiga kali seminggu, otot kaki Anda akan terlatih. Beragam manfaat tadi pun akan diperoleh," ujar Ucu Suyatna, Personal Fitness Trainer Lifespa Hotel Sultan Jakarta.

Selama ini, banyak pemula dari peserta di pusat kebugaran yang memfokuskan latihan hanya pada tubuh bagian atas (otot dada, punggung, bahu, dan tangan). Akibatnya, tubuh bagian atas membesar. Namun, tubuh bagian bawah cenderung kecil karena tidak sering dilatih. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi tidak proporsional.

Bagi wanita, tentu saja latihan otot kaki akan berdampak pada penampilan. Mulai pantat hingga ujung kaki menjadi serasi. Latihan otot kaki memang berfokus pada otot pantat, otot paha (paha depan dan paha belakang), betis, hingga tumit.

Paha merupakan bagian badan yang memiliki otot paling banyak dan paling besar dibandingkan bagian tubuh lainnya (memiliki persentase sekitar 50% dari area seluruh otot tubuh depan). Khusus bagi binaragawan dan fitnesmania, memiliki otot paha yang besar, kuat, dan proporsional sangat penting untuk menciptakan keseimbangan dengan tubuh bagian atas.

Jenis latihan yang bisa dilakukan adalah dengan bantuan dumbell, barbell, ataupun mesin. Bahkan, dengan memakai berat tubuh kita sendiri pun, latihan otot kaki ini bisa dilakukan. Mereka yang memiliki cedera, baik cedera kaki maupun punggung, dapat melakukan latihan berintensitas rendah atau menggunakan alat bantu rubber band (karet), gym ball, atau tanpa beban tambahan.

"Fungsi beban di sini hanyalah sebagai tensi (menambah tegangan) agar otot beradaptasi. Jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan. Jangan lupakan pula posisi badan hingga kaki. Khusus bagian perut, posisinya harus aktif (mengencangkan perut atau menarik pusar ke dalam), tapi napas tidak ditahan," ucap Ucu yang lulusan International Fitness Profesional Association (IFPA) Amerika dan mengawali dunia kebugaran sejak sembilan tahun lalu itu.

Selama satu jam latihan, peserta kebugaran bisa membagi 10 menit latihan kardio sebagai pemanasan, 45 menit latihan inti, dan lima menit di akhir sebagai peregangan (stretching). Masing-masing gerakan bisa dilakukan sebanyak tiga set dengan 8 hingga 12 kali repetisi. Tidak ada beda antara pria dan wanita, kecuali jumlah beban yang harus diangkat.

Lulusan Andy's Personal Training School (APTSc) Jakarta dan Academy Fitness Aerobic & Spa Jakarta ini menambahkan, saat melakukan latihan pun harus memerhatikan pengaturan napas. Saat melawan beban, sebaiknya buang napas. Begitu juga sebaliknya. Jika merasa haus, jangan segan untuk langsung minum baik itu sebelum, selama, maupun sesudah latihan.


Sumber: okezone.com

Saturday, January 3, 2009

Pola Hidup Sehat Cegah Kanker Prostat

http://sehat-ituindah.blogspot.com

PERJALANAN keganasan sel pada kelenjar prostat tergolong lambat, bukan berarti dapat diabaikan. Pasalnya, kanker prostat tercatat sebagai penyakit pembunuh kedua tertinggi pada pria setelah kanker paru-paru.

Mengenali sedini mungkin serta menerapkan pola hidup sehat dapat melindungi dari keganasan kanker prostat. Bagi kaum hawa, kanker yang menjadi mimpi buruk bisa saja kanker payudara atau kanker leher rahim. Sementara bagi kaum adam, mimpi buruk tersebut adalah kanker prostat.

Prostat sendiri merupakan kelenjar pria berbentuk seperti biji kacang yang memproduksi air mani, cairan tersebut merupakan tempat hidup dan bahan makan bagi sperma. Kanker ini tak hanya mengancam jiwa, juga proses penyembuhannya memiliki efek samping serius, seperti disfungsi ereksi dan kesulitan mengendalikan kandung kemih.

Ditilik dari faktor usia, kanker prostat merupakan kanker ganas yang menyerang lelaki berusia di atas 50 tahun. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, peluang mengidap penyakit ini tetap sama. Bila ada anggota keluarga yang mengalami kanker prostat.

Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai setelah menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya. Kendati demikian, keganasan sel pada kelenjar prostat dapat disembuhkan asal bisa dideteksi sedini mungkin.

"Untuk itu, bila pada usia 50 tahun ke atas, bila terjadi rasa nyeri tulang, segera cek PSA, yang akan dikaitkan dengan gejala prostatnya," ucap spesialis urologi dari RS Telogorejo, Semarang Dr Ardi Santosa SpU. PSA adalah prostate specific antigen (PSA) untuk mengetahui keberaaan kanker prostat.

Kadar PSA dalam darah ini dapat menunjukkan sebab lain, seperti pembesaran prostat, infeksi atau peradangan. Tindakan medis yang dilakukan, antara lain radiasi, pengangkatan prostat melalui pembedahan, dan terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron.

Baca juga artikel yang berjudul infeksi pada kelenjar prostat (postingan desember 2008)
Sumber: okezone.com

Friday, January 2, 2009

Ingin Ramping? Biasakan Sarapan!

http://sehat-ituindah.blogspot.com

MEMULAI hari dengan sarapan pagi adalah kebiasaan positif. Tak hanya membuat tubuh lebih berenergi, orang yang rajin sarapan terbukti mampu membentuk tubuhnya lebih langsing.

Ahli gizi dan kuliner, Tuti Soenardi mengungkapkan, sarapan pagi merupakan jadwal makan paling penting dalam keseharian. Jika manusia diibaratkan mobil, sarapan adalah "bensin pertama" yang membuat mobil bisa berjalan, bahkan untuk melaju kencang. Sebaliknya, jika kekurangan "bensin" atau bahkan kosong sama sekali, mobil pun berjalan tersendat dan pada akhirnya akan mogok di tengah jalan sebelum sampai di tujuan.

Sedemikian pentingnya peran santap pagi bagi tubuh kita, namun sayangnya banyak orang menganggap remeh dan melewatkan ritual sarapan begitu saja. Alasannya beragam, seperti takut gemuk, tidak ada waktu, bangun kesiangan, tidak lapar, malas, dan tidak terbiasa. Padahal, tubuh perlu asupan makanan untuk mengganti energi dalam tubuh yang terus berkurang sepanjang malam, sehingga organ tubuh tetap dapat bekerja optimal.

Sebuah penelitian terbaru juga mengungkapkan manfaat lain dari aktivitas makan pagi, yakni membuat berat badan lebih ideal alias ramping. Mungkin agak sulit dipercaya, apalagi bagi Anda yang meyakini bahwa untuk mengurangi bobot badan haruslah mengurangi makan juga. Lantas, mengapa kita justru dianjurkan para ahli gizi untuk sarapan?

Pernyataan bahwa sarapan membuat bobot lebih ideal tentu bukan tanpa bukti. Berdasarkan data Survei Kesehatan Nasional Amerika Serikat terhadap orang dewasa, didapati bahwa orang yang menyantap makanan rendah kalori dalam menu sarapan mereka cenderung memiliki kualitas diet yang lebih baik. Di samping itu, pria yang mengonsumsi sarapan sehat secara umum memiliki badan lebih ideal. Pada wanita, mereka yang terbiasa sarapan juga cenderung memiliki berat badan lebih rendah ketimbang rekannya yang mengabaikan acara santap pagi.

Hal yang menarik dari studi terbaru ini adalah bahwa orang yang menyantap menu sarapan yang rendah "kepadatan energi" cenderung akan memilih makanan berkualitas baik (yang rendah kepadatan energi juga) pada jadwal makan berikutnya.

"Hal ini mungkin membantu mengendalikan berat badan yang lebih baik," ungkap dr James Rippe, seorang ahli kardiologi yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Adapun yang dimaksud kepadatan energi adalah jumlah kalori yang terkandung dalam makanan. Sebagai contoh, buah, sayuran, dan biji-bijian tinggi serat memiliki kepadatan energi rendah, sementara pastry dan donat mengandung kalori alias kepadatan energi tinggi.

"Temuan terbaru menggarisbawahi pentingnya memilih sarapan rendah kalori atau kepadatan energi," kata Rippe yang juga mengelola Rippe Lifestyle Institute di Shrewsbury, Massachusetts, AS.

Penelitian yang disebut-sebut Rippe didasarkan pada hasil survei terhadap lebih dari 12.000 orang dewasa di negeri Paman Sam yang berpartisipasi dalam tiga survei kesehatan selama kurun waktu 1999-2004. Secara umum, orang yang mengonsumsi menu sarapan rendah kalori cenderung akan memilih makanan berkalori lebih rendah selama sisa waktu makannya hari itu.

Secara grup spesifik, mereka juga dilaporkan memiliki kualitas diet lebih tinggi, yakni mengonsumsi menu lebih bervariasi dan mengandung lebih banyak vitamin dan mineral.

Sedangkan pada kaum adam, mereka yang mengonsumsi sarapan rendah kalori cenderung memiliki berat badan lebih rendah, meskipun faktor olahraga dan pendapatan turut memengaruhi. Sementara wanita, apa pun jenis sarapannya, mereka tetap berisiko lebih rendah mengalami obesitas jika membiasakan sarapan pagi. Adapun kunci utamanya adalah sarapan berkualitas tinggi, bukannya ngemil kue atau donat.

Laporan penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition tersebut mendukung studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa orang yang terbiasa sarapan berisiko lebih rendah mengalami kegemukan.

Studi yang dilakukan terhadap ribuan remaja usia belasan di Minneapolis juga mengungkap, makin sering remaja menyantap menu sarapannya, makin rendah pula potensi mereka untuk kelebihan berat badan. Kesimpulan penelitian yang berlangsung selama lima tahun tersebut dimuat dalam jurnal Pediatrics edisi Maret 2008.

Merujuk hasil penelitian di atas, bila Anda tak pernah atau jarang sarapan pagi, sebaiknya segeralah mengubah budaya tersebut. Lalu, biasakan diri untuk makan pagi sebagai awal aktivitas Anda menjalani keseharian.

Bahaya Rokok bagi Gusi

SIAPA pun yang membeli satu bungkus rokok, pasti akan mengetahui kalau pada bungkusan rokok tersebut terdapat peringatan tentang bahaya merokok.

Walau bagaimanapun, peringatan itu cenderung diabaikan oleh perokok berat. Mereka masih saja mengisap nikotin itu dengan nikmatnya. Padahal, bagaimanapun merokok bisa menyebabkan kanker paru, kanker ginjal, hingga serangan jantung.

Selain penyakit-penyakit seperti kanker paru dan kanker ginjal, rokok yang diisap ternyata juga sangat berpotensi merusak gusi yang sehat. Bahkan peluang mendapatkan penyakit periodontal (gusi) pada orang perokok berat disebabkan oleh merokok. Kehilangan gigi juga dapat diawali karena adanya penyakit gusi yang kronik atau dalam jangka waktu yang lama.

"Penelitian telah menemukan bahwa penggunaan tembakau bisa menjadi salah satu faktor risiko terbesar dalam pertumbuhan penyakit periodontal," kata guru besar di Universitas Pengobatan Kedokteran Gigi Columbia, David A Albert DDS MPH Dr Albert.

Penyakit periodontal (gusi) merupakan penyakit yang disebabkan adanya infeksi dari bakteri. Bakteri ini merusak jaringan yang lembut dan keras yaitu dari pulpa gigi sampai ke tulang rahang. Bakteri awalnya tumbuh pada plak gigi yang tumbuh di sekeliling gusi atau dikenal dengan poket gusi sekitar gigi. Pada tahap awal dari penyakit ini, banyak orang mungkin sadar bahwa gusi berdarah ketika menyikat gigi dan pemakaian dental floss.

Sebagai gangguan dari infeksi, gusi mulai bertambah buruk. Bakteri ini bergerak dari gigi membentuk poket. Kemudian poket yang berada di antara gigi dan gusi merusak bagian jaringan pendukung gigi. pada akhirnya, gigi Anda akan sakit atau bisa juga lepas.

Penelitian telah menunjukkan bahwa perokok mempunyai lebih banyak kalkulus (tartar) dibandingkan dengan orang yang bukan perokok. Ini mungkin hasil dari penurunan aliran saliva (air liur). Kalkulus adalah bentuk yang lebih keras dari plak. Produk rokok tembakau dapat menyebabkan penyakit periodontal menjadi buruk dengan cepat.

Perokok lebih banyak mengalami kerusakan tulang yang besar dan poket lebih dalam di antara gigi dan gusi dibandingkan bukan perokok. Dalam penelitian, perokok mempunyai 3?5 kali lebih besar kesempatan mempunyai kerusakan pada gusi dibandingkan yang bukan perokok.

Dan kehilangan banyak tulang 5 kali lebih besar antara perokok berat yang aktif dan yang sudah pasif (dahulu) dibandingkan yang tidak pernah sama sekali. "Banyak hal bisa dilakukan untuk menjaga mulut, misalnya dengan mengonsumsi buah, rajin menggosok gigi dan tentu saja dengan hidup tanpa nikotin," terang Albert.


Sumber: okezone.com