ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 085103772110

Saturday, January 3, 2009

Pola Hidup Sehat Cegah Kanker Prostat

http://sehat-ituindah.blogspot.com

PERJALANAN keganasan sel pada kelenjar prostat tergolong lambat, bukan berarti dapat diabaikan. Pasalnya, kanker prostat tercatat sebagai penyakit pembunuh kedua tertinggi pada pria setelah kanker paru-paru.

Mengenali sedini mungkin serta menerapkan pola hidup sehat dapat melindungi dari keganasan kanker prostat. Bagi kaum hawa, kanker yang menjadi mimpi buruk bisa saja kanker payudara atau kanker leher rahim. Sementara bagi kaum adam, mimpi buruk tersebut adalah kanker prostat.

Prostat sendiri merupakan kelenjar pria berbentuk seperti biji kacang yang memproduksi air mani, cairan tersebut merupakan tempat hidup dan bahan makan bagi sperma. Kanker ini tak hanya mengancam jiwa, juga proses penyembuhannya memiliki efek samping serius, seperti disfungsi ereksi dan kesulitan mengendalikan kandung kemih.

Ditilik dari faktor usia, kanker prostat merupakan kanker ganas yang menyerang lelaki berusia di atas 50 tahun. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, peluang mengidap penyakit ini tetap sama. Bila ada anggota keluarga yang mengalami kanker prostat.

Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai setelah menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya. Kendati demikian, keganasan sel pada kelenjar prostat dapat disembuhkan asal bisa dideteksi sedini mungkin.

"Untuk itu, bila pada usia 50 tahun ke atas, bila terjadi rasa nyeri tulang, segera cek PSA, yang akan dikaitkan dengan gejala prostatnya," ucap spesialis urologi dari RS Telogorejo, Semarang Dr Ardi Santosa SpU. PSA adalah prostate specific antigen (PSA) untuk mengetahui keberaaan kanker prostat.

Kadar PSA dalam darah ini dapat menunjukkan sebab lain, seperti pembesaran prostat, infeksi atau peradangan. Tindakan medis yang dilakukan, antara lain radiasi, pengangkatan prostat melalui pembedahan, dan terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron.

Baca juga artikel yang berjudul infeksi pada kelenjar prostat (postingan desember 2008)
Sumber: okezone.com