http://sehat-ituindah.blogspot.com
“SUDAH berapa anaknya?” Pertanyaan itu umum diajukan kepada pasangan istri – suami yang telah menikah beberapa tahun. Bagi mereka yang sudah dikarunia anak, bukan tak mungkin pertanyaan singkat itu dijawab panjang lebar - menceritakan betapa lucunya si buah hati.
Tapi, apa daya kalau si buah hati belum hadir ke dunia karena berbagai faktor, misalnya Anda dan suami sama-sama sibuk, faktor usia, Anda bermasalah setelah lepas KB. Atau, Anda sudah positif hamil, tapi kehilangan janin Anda beberapa saat kemudian. Jangan putus asa ya, Moms!
Pasangan sibuk
Fakta:
Belum punya anak padahal sudah lama menikah? Tak jarang keadaan itu membuat istri – suami merasa ‘terbebani’ karenanya. Padahal, pasangan istri - suami ini dinyatakan sehat secara medis - fungsi reproduksi tidak bermasalah.
Setelah dirunut penyebabnya, rupanya pasangan istri – suami ini sama-sama sibuk bekerja. Nah, disadari atau tidak, seringkali pasangan sibuk bekerja didera stres
Tahukah Anda, saat Anda stres, kadar hormon stres dalam tubuh Anda – cortisol – meningkat. Tingginya kadar cortisol mampu menekan produksi Gonadotropin- Releasing Hormone (GnRH). Hal ini bisa memengaruhi aktivitas seksual, seperti turunnya gairah seksual (libido) dan bisa menyebabkan timbulnya masalah seksual lainnya. Selain itu, stres turut menurunkan jumlah sperma pada pria dan menimbulkan masalah ovulasi pada perempuan.
Tip:
- Solusinya: usir stres! Itulah yang menjadi PR pasangan istri-suami agar cepat hamil. Caranya? Lakukan second honeymoon! Moms and Dads bisa rileks sejenak dan menikmati waktu berdua.
- Perhatikan masa subur. Moms bisa mengunakan patokan kalender. Bila Anda memiliki siklus 28 hari, maka ovulasi mulai sekitar 14 hari setelah periode akhir dimulai. Cara lainnya dengan memakai strip deteksi ovulasi. Dengan memeriksa urin, Anda dapat mendeteksi waktu ovulasi.
- Lakukan hubungan seksual secara rutin, setidaknya 3 - 4 kali dalam seminggu.
- Biasakan gaya hidup sehat misalnya dengan istirahat cukup, gizi seimbang, tidak mengasup Napza (Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif), serta melakukan olahraga.
Hamil di atas 35 TAHUN
Fakta:
Kini tidak heran bila menjumpai perempuan yang akan hamil pada usia di atas 35 tahun. Misalnya yang dialami oleh perempuan yang sebelumnya mendahulukan karir, atau perempuan yang terlambat menikah.
Sesungguhnya, usia hamil yang ideal adalah 20 - 35 tahun. Bila hamil lewat dari 35 tahun, rentan akan risiko. Pasalnya, kemampuan rahim dalam menerima embrio akan menurun dan terjadi penurunan fungsional hormon yang memengaruhi fungsi tubuh, termasuk sel telur.
Belum lagi kemungkinan-kemungkinan muncul risiko yang mengiringi kehamilan. Sebut saja, hipertensi, diabetes mellitus, perdarahan postpartum, hingga kehamilan ektopik. Tak hanya itu, janin atau bayi pun tak luput menanggung risiko, misalnya menderita down syndrome setelah lahir.
Umumnya, risiko-risiko di atas muncul pada pasangan istri (di atas 35 tahun) dan suami (di atas 45 tahun), utamanya pada kehamilan pertama.
Tip:
- Sebelum hamil, periksakan kesehatan Anda dan suami pada dokter kandungan.
- Catatlah kapan waktu menstruasi setiap bulan. Sehingga bila terlambat beberapa hari, Anda dapat mengetahui apakah terjadi kehamilan atau tidak. Sebaliknya, bila haid Moms tidak teratur, maka permasalahan itu bisa diketahui sejak dini dan langsung ditangani.
- Rajinlah mengonsumsi multivitamin yang mengandung asam folat.
- Jauhi kebiasan merokok, Napza pada saat sebelum dan sesudah kehamilan.
Lepas KB
Fakta:
Setelah menikah, ada pasangan istri – suami yang dengan alasan tertentu memutuskan untuk menunda memiliki momongan. Untuk itu, sang istri melakukan KB. Tapi saat kesiapan memiliki anak datang dan Anda melepas KB, masalah baru muncul: sulit hamil.
Biasanya, hal ini terjadi pada pemakaian KB hormonal yang cukup lama, seperti: pil, suntik, susuk. Memang untuk sementara waktu, hormon perempuan dalam kondisi tidak subur. Karena itu, Moms musti memulihkan keseimbangan hormonal.
Tip:
- Bagi Moms, lakukan regulasi haid agar siklus haid kembali normal dengan penggunaan hormon tertentu. Tujuannya, agar kelenjar endokrin bekerja kembali.
- Tugas Dads ialah memeriksa kembali kualitas dan kuantitas sperma. Bila ada masalah, segera berkonsultasi ke dokter.
- Jagalah asupan gizi agar seimbang, berolah raga, tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
- Hindarilah stres.
Keguguran
Fakta:
Hampir 90 persen kasus keguguran disebabkan oleh faktor kelainan kromosom, pembawa sifat dalam inti sel yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya.
Dan sisa penyebab lainnya, antara lain: masalah hormonal; infeksi: kelainan anatomis organ kandungan perempuan - misalnya Inkompetensi Serviks; penyakit-penyakit kronis, contohnya diabetes mellitus, hipertensi; dan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan Napza.
Perlu diingat, kehamilan trimester pertama rawan terjadi keguguran. Karena itu, Moms musti menjaga kesehatan kandungan.
Tip:
- Kalau deteksi keguguran akibat infeksi, seperti virus, bakteri dan jamur, berantaslah dengan obat sesuai penyebabnya. Lakukan tes TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus II).
- Bagi Moms yang mempunyai masalah hormonal, konsultasilah dengan dokter kandungan agar diberikan terapi.
- Konsultasikan perencanaan kehamilan kepada dokter kandungan, utamanya bagi Moms yang mengalami keguguran dua kali atau lebih (abortus habitualis), memiliki riwayat penyakit kronis, dan kelainan pada organ kandungan.
Catatan: Khususnya pada kasus keguguran berulang, maka risiko keguguran pada kehamilan berikutnya cukup tinggi.
- Istirahatlah. Diharapkan peredaran darah lancar dan bentuk rahim kembali seperti semula dan hindari aktivitas yang menguras tenaga.
- Bangun komunikasi antara istri dan suami. Melalui komunikasi, pasangan dapat membicarakan rencana ke depan dan tidak larut dalam kubangan menyalahkan diri.
- Bila ingin ‘berhubungan’ tunggulah hingga masa satu kali siklus haid. Setelah keguguran, kesuburan akan datang pada 2 - 3 minggu.
- Sebelum hamil, asuplah asam folat - demi kesempurnaan tabung saraf otak dan tulang belakang serta kematangan organ-organ tubuh bayi. Kemudian, konsumsi pula antioksidan. Jangan lupa untuk mengasup gizi seimbang dan hindarilah rokok dan kafein.
Sumber : http://lifestyle.okezone.com
BLOG INI BERISIKAN KUMPULAN ARTIKEL KESEHATAN TERBARU, INFO KESEHATAN, INFO PENYAKIT, TIPS SEHAT, PANDUAN HIDUP SEHAT , DSB YANG DAPAT MENJADI REFERENSI BAGI YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI KESEHATAN. SEHAT YUK...
ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)
Showing posts with label kumpulan artikel kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kumpulan artikel kesehatan. Show all posts
Sunday, November 14, 2010
Friday, July 23, 2010
Sakit Cacar, Anak Tetap Harus Mandi
http://sehat-ituindah.blogspot.com
SAAT sakit cacar, apakah si kecil boleh mandi? Pertanyaan itu sering terlintas dalam pikiran Moms. Lantas, apakah hal ini dibenarkan?
Menurut dr Alan R Tumbelaka SpA (K) dari Divisi Infeks dan Pediatrik Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI–RSCM, meski sedang sakit tidak ada alasan untuk tidak mandi, bagi penderita cacar air sekalipun. Memang ada yang bilang jangan mandi, supaya luka bekas cacar air yang menyerupai jaringan parut ini cepat kering. Padahal, anggapan seperti ini salah! Justru virus, bakteri atau kuman yang melekat di permukaan kulit akan tumbuh subur bila tidak dibersihkan dengan mandi, misalnya.
“Sebenarnya cacar air akan kering dengan sendirinya selama diobati sesuai saran dokter. Umumnya bisa mengering setelah satu minggu kemudian,” jelasnya menjawab pertanyaan konsultasi pembaca Moms & Kiddie, Kamis (22/7/2010).
Mengenai bagaimana memandikan si kecil yang sedang terkena cacar air, katanya, sebenarnya tidak ada aturan khusus. Hanya, jangan digosok seperti mandi pada umumnya, cukup dibasuh saja. Lebih baik gunakan sabun cair yang mengandung antiseptik, cukup tuangkan ke dalam bak mandi si kecil.
“Untuk air, bisa gunakan air keran, tidak perlu menggunakan air matang. Perlu diperhatikan saat mengeringkan tubuh si kecil sebaiknya jangan digosok, Moms cukup menempel-nempelkan handuk di bagian-bagian tubuh yang basah agar luka bekas cacar air tidak terbuka kembali,” jelasnya.
Mengenali Gejala Cacar Air
Menurut dr Alan, cacar air (varisella simplex) merupakan penyakit akut dan menular yang disebabkan oleh virus varicella zooster. Penularannya melalui percikan udara dari sekresi lendir, batuk maupun bersin. Namun, seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, misalnya influenza, cacar air juga dapat sembuh dengan sendirinya bilamana tidak ditemukan komplikasi. Dengan kata lain, tanpa diobati pun bila daya tahan tubuh si kecil bagus dan sanggup melawan virus, bisa sembuh dengan sendirinya. Dengan masa inkubasi sekitar 2-3 hari.
“Gejala awal penderita akan mengalami sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu dan lemah. Biasanya orangtua sering terkecoh dan mengabaikannya karena menganggap hanya terkena flu biasa. Bila Moms jeli, tanda-tanda seperti ini merupakan gejala awal cacar air,” jelasnya.
Gejala lanjutan, sambungnya, biasanya timbul bintik merah kecil yang berubah menjadi benjolan berisi cairan jernih dan mempunyai dasar kemerahan. Bila sudah muncul bintik-bintik seperti ini, sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter. Dalam 3-4 hari vesikel (cairan berisi air) ini akan menyebar ke seluruh tubuh, mula-mula dari dada lalu ke muka, bahu dan anggota gerak lainnya. Pada tahap ini biasanya dibarengi dengan rasa gatal yang amat sangat di sekujur tubuh. Kalau sudah demikian, penyakit cacar yang dialami si kecil harus segera diatasi oleh dokter maupun tim medis di rumah sakit setempat.
Sumber: www.okezone.com
SAAT sakit cacar, apakah si kecil boleh mandi? Pertanyaan itu sering terlintas dalam pikiran Moms. Lantas, apakah hal ini dibenarkan?
Menurut dr Alan R Tumbelaka SpA (K) dari Divisi Infeks dan Pediatrik Tropik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI–RSCM, meski sedang sakit tidak ada alasan untuk tidak mandi, bagi penderita cacar air sekalipun. Memang ada yang bilang jangan mandi, supaya luka bekas cacar air yang menyerupai jaringan parut ini cepat kering. Padahal, anggapan seperti ini salah! Justru virus, bakteri atau kuman yang melekat di permukaan kulit akan tumbuh subur bila tidak dibersihkan dengan mandi, misalnya.
“Sebenarnya cacar air akan kering dengan sendirinya selama diobati sesuai saran dokter. Umumnya bisa mengering setelah satu minggu kemudian,” jelasnya menjawab pertanyaan konsultasi pembaca Moms & Kiddie, Kamis (22/7/2010).
Mengenai bagaimana memandikan si kecil yang sedang terkena cacar air, katanya, sebenarnya tidak ada aturan khusus. Hanya, jangan digosok seperti mandi pada umumnya, cukup dibasuh saja. Lebih baik gunakan sabun cair yang mengandung antiseptik, cukup tuangkan ke dalam bak mandi si kecil.
“Untuk air, bisa gunakan air keran, tidak perlu menggunakan air matang. Perlu diperhatikan saat mengeringkan tubuh si kecil sebaiknya jangan digosok, Moms cukup menempel-nempelkan handuk di bagian-bagian tubuh yang basah agar luka bekas cacar air tidak terbuka kembali,” jelasnya.
Mengenali Gejala Cacar Air
Menurut dr Alan, cacar air (varisella simplex) merupakan penyakit akut dan menular yang disebabkan oleh virus varicella zooster. Penularannya melalui percikan udara dari sekresi lendir, batuk maupun bersin. Namun, seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, misalnya influenza, cacar air juga dapat sembuh dengan sendirinya bilamana tidak ditemukan komplikasi. Dengan kata lain, tanpa diobati pun bila daya tahan tubuh si kecil bagus dan sanggup melawan virus, bisa sembuh dengan sendirinya. Dengan masa inkubasi sekitar 2-3 hari.
“Gejala awal penderita akan mengalami sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu dan lemah. Biasanya orangtua sering terkecoh dan mengabaikannya karena menganggap hanya terkena flu biasa. Bila Moms jeli, tanda-tanda seperti ini merupakan gejala awal cacar air,” jelasnya.
Gejala lanjutan, sambungnya, biasanya timbul bintik merah kecil yang berubah menjadi benjolan berisi cairan jernih dan mempunyai dasar kemerahan. Bila sudah muncul bintik-bintik seperti ini, sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter. Dalam 3-4 hari vesikel (cairan berisi air) ini akan menyebar ke seluruh tubuh, mula-mula dari dada lalu ke muka, bahu dan anggota gerak lainnya. Pada tahap ini biasanya dibarengi dengan rasa gatal yang amat sangat di sekujur tubuh. Kalau sudah demikian, penyakit cacar yang dialami si kecil harus segera diatasi oleh dokter maupun tim medis di rumah sakit setempat.
Sumber: www.okezone.com
Wednesday, July 14, 2010
Dua Syarat Keberhasilan Pengobatan Kanker
http://sehat-ituindah.blogspot.com
KANKER, satu kata yang menjadi momok banyak orang karena menyimpan tingkat kesembuhan tidak sampai 100 persen. Penyakit modern ini bisa sembuh dengan dua syarat.
Memang, kanker bukan suatu penyakit yang ringan, tapi juga bukan tanpa harapan sembuh. Syarat pertama dan utama bagi penanganan kanker adalah deteksi awal. Semakin dini dideteksi dan diketahui, maka semakin cepat diobati dan kemungkinan sembuh semakin besar.
“Keberhasilan pengobatan kanker sangat tergantung pada stadium di mana pasien mulai diobati. Pada stadium 1-2, kemungkinan sembuh adalah 80-90 persen, sedangkan untuk stadium 3-4, ya kebalikannya,” jelas Prof Dr Soehartati Gondhowiardja, spesialis onkologi radiasi pada diskusi klinis “Radioterapi untuk Kanker” di Departemen Radioterapi RSCM, Jakarta, Selasa (13/7/2010).
Syarat berikutnya adalah pengobatan kanker harus multidisiplin. Tak hanya kemoterapi atau bedah seperti diketahui (bahkan menjadi momok) kebanyakan penderita kanker, tapi juga meliputi radioterapi, patologi, radiologi, dan supporting therapy (rehabilitasi medik, gizi klinis, psikiater).
Sebagai contoh pengobatan kanker berupa radiasi. Radiasi dilakukan secara lokal dan sistemik yang berpengaruh pada efek samping yang ditimbulkan, termasuk pada selera makan. Untuk itulah, ahli gizi—salah satunya—turut ambil bagian dalam penanangan kanker.
“Efek samping bisa berupa mulut kering, mual, susah buang air besar, diare, dan sebagainya, tergantung pada obat yang diberikan. Untuk itu, sebelum menjalani kemoterapi, misalnya, pasien diberi informasi seputar efek samping, juga obat untuk mengurangi efek samping,” papar Dr Sri Wuriyanti, spesialis gizi klinik RSCM.
Cara mengatasi atau mengurangi keluhan, tambah Dr Sri, adalah memberikan pilihan makanan pengganti. Sebagai contoh, untuk masalah mulut kering, pasien disarankan untuk mengonsumsi susu atau jus buah.
“Agar tubuh tetap menyerap vitamin dan mineral dengan prinsip pemberiannya adalah volume sedikit, tapi sering. Kemudian, perhatikan pula komposisi gizi lengkap, mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan sebagainya dalam setiap asupan makanan,” jelas Dr Sri.
Alasan penting lainnya mengapa supporting therapy penting bagi pasien kanker adalah karena selain fisik, manusia memiliki banyak aspek dalam dirinya, meliputi sosial, emosional, budaya, spiritual, dan lainnya.
“Pasien mau tidak mau akan merasakan efek samping pengobatan, tapi tergantung pula pada bagaimana ia memandang penyakit. Kalau ada pasien yang diprediksikan bisa mencapai titik kesembuhan optimal, tapi karena tidak bersemangat, maka tingkat kesembuhannya akan berpengaruh. Itulah sebabnya kami (tim dokter RSCM) coba mendampingi di luar dari aspek kanker,” ungkap Dr Siti Annisa Nuhonni, spesialis rehabilitasi medik RSCM.
Sayangnya, ditegaskan Dr Siti, kebanyakan pasien datang sudah dengan kanker stadium lanjut sehingga supporting therapy juga perlu lebih waspada. “Kalau bayi lahir dipersiapkan, mengapa tidak disiapkan juga proses menuju kematian? Kami semua peduli pada pasien. Bagi kami, pasien adalah fokus kami,” tutur Dr Siti.
“Pengobatan multidisiplin bukan hanya untuk menyembuhkan kanker, tapi juga membuat quality of life penderitanya semakin baik. Kanker bisa diatasi, tapi bagaimana jika kedua tangan tidak bisa digerakkan atau selama pengobatan, gizinya terus menurun? Itulah pentingnya pengobatan multidisiplin. Namun, final decision is patient choice. Yang penting, kami komunikasikan informasi yang benar dan sampaikan pilihan pada pasien,” tukas Prof Soehartati yang juga Kepala Departemen Radioterapi RSCM ini.
Sumber: www.okezone.com
KANKER, satu kata yang menjadi momok banyak orang karena menyimpan tingkat kesembuhan tidak sampai 100 persen. Penyakit modern ini bisa sembuh dengan dua syarat.
Memang, kanker bukan suatu penyakit yang ringan, tapi juga bukan tanpa harapan sembuh. Syarat pertama dan utama bagi penanganan kanker adalah deteksi awal. Semakin dini dideteksi dan diketahui, maka semakin cepat diobati dan kemungkinan sembuh semakin besar.
“Keberhasilan pengobatan kanker sangat tergantung pada stadium di mana pasien mulai diobati. Pada stadium 1-2, kemungkinan sembuh adalah 80-90 persen, sedangkan untuk stadium 3-4, ya kebalikannya,” jelas Prof Dr Soehartati Gondhowiardja, spesialis onkologi radiasi pada diskusi klinis “Radioterapi untuk Kanker” di Departemen Radioterapi RSCM, Jakarta, Selasa (13/7/2010).
Syarat berikutnya adalah pengobatan kanker harus multidisiplin. Tak hanya kemoterapi atau bedah seperti diketahui (bahkan menjadi momok) kebanyakan penderita kanker, tapi juga meliputi radioterapi, patologi, radiologi, dan supporting therapy (rehabilitasi medik, gizi klinis, psikiater).
Sebagai contoh pengobatan kanker berupa radiasi. Radiasi dilakukan secara lokal dan sistemik yang berpengaruh pada efek samping yang ditimbulkan, termasuk pada selera makan. Untuk itulah, ahli gizi—salah satunya—turut ambil bagian dalam penanangan kanker.
“Efek samping bisa berupa mulut kering, mual, susah buang air besar, diare, dan sebagainya, tergantung pada obat yang diberikan. Untuk itu, sebelum menjalani kemoterapi, misalnya, pasien diberi informasi seputar efek samping, juga obat untuk mengurangi efek samping,” papar Dr Sri Wuriyanti, spesialis gizi klinik RSCM.
Cara mengatasi atau mengurangi keluhan, tambah Dr Sri, adalah memberikan pilihan makanan pengganti. Sebagai contoh, untuk masalah mulut kering, pasien disarankan untuk mengonsumsi susu atau jus buah.
“Agar tubuh tetap menyerap vitamin dan mineral dengan prinsip pemberiannya adalah volume sedikit, tapi sering. Kemudian, perhatikan pula komposisi gizi lengkap, mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan sebagainya dalam setiap asupan makanan,” jelas Dr Sri.
Alasan penting lainnya mengapa supporting therapy penting bagi pasien kanker adalah karena selain fisik, manusia memiliki banyak aspek dalam dirinya, meliputi sosial, emosional, budaya, spiritual, dan lainnya.
“Pasien mau tidak mau akan merasakan efek samping pengobatan, tapi tergantung pula pada bagaimana ia memandang penyakit. Kalau ada pasien yang diprediksikan bisa mencapai titik kesembuhan optimal, tapi karena tidak bersemangat, maka tingkat kesembuhannya akan berpengaruh. Itulah sebabnya kami (tim dokter RSCM) coba mendampingi di luar dari aspek kanker,” ungkap Dr Siti Annisa Nuhonni, spesialis rehabilitasi medik RSCM.
Sayangnya, ditegaskan Dr Siti, kebanyakan pasien datang sudah dengan kanker stadium lanjut sehingga supporting therapy juga perlu lebih waspada. “Kalau bayi lahir dipersiapkan, mengapa tidak disiapkan juga proses menuju kematian? Kami semua peduli pada pasien. Bagi kami, pasien adalah fokus kami,” tutur Dr Siti.
“Pengobatan multidisiplin bukan hanya untuk menyembuhkan kanker, tapi juga membuat quality of life penderitanya semakin baik. Kanker bisa diatasi, tapi bagaimana jika kedua tangan tidak bisa digerakkan atau selama pengobatan, gizinya terus menurun? Itulah pentingnya pengobatan multidisiplin. Namun, final decision is patient choice. Yang penting, kami komunikasikan informasi yang benar dan sampaikan pilihan pada pasien,” tukas Prof Soehartati yang juga Kepala Departemen Radioterapi RSCM ini.
Sumber: www.okezone.com
Friday, July 2, 2010
Lemak Esensial Penunjang Pertumbuhan
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Sumber : www.okezone.com
TUMBUH kembang secara optimal bisa dilakukan dengan memenuhi asupan lemak esensial yang bisa didapatkan dari menu makanan anak yang dikonsumsi.
Setiap harinya seorang anak harus mendapatkan asupan komposisi seimbang antara karbohidrat (50-60 persen), protein (15-20 persen), lemak (30 persen), dan beragam jenis vitamin. Dari total 30 persen lemak yang dikonsumsi, sebaiknya tidak lebih dari 7 persen lemak adalah lemak jenuh (SAFA) dan 25 persen adalah lemak tidak jenuh.
Dikatakan oleh pakar gizi klinik yang juga anggota dari PDGKI (Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia), Dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK, bahwa menu menyajikan menu makan yang cerdas oleh orang tua sangat diperlukan demi terciptanya pola makan yang sehat, terkontrol, dan menyenangkan.
“Dalam mempersiapkan asupan makanan pada anak, kuncinya ada lah 3J yaitu jenis, jumlah dan jadwal,” katanya dalam acara peluncuran Blue Band Gold bertema “Pastikan Anak Dapat Asupan Lemak Esensial untuk Tumbuh Kembang Optimal dengan Blue Band Gold” yang diadakan oleh produk Blue Band di Jakarta, belum lama ini.
Fiastuti menuturkan, 3J tersebut terdiri atas jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak seimbang, di samping vitamin A, B1, B2, B3, B6, B9, B12, D dan E, sedangkan untuk jumlah, maka jumlah kalori yang dikonsumsi harus sesuai kebutuhan dan dengan jadwal makan yang teratur.
Untuk memenuhi kecukupan nutrisi anak, asupan lemak esensial bisa membantu anak untuk tumbuh optimal.
Fiastuti menjelaskan, asam lemak esensial (essential fatty acid) sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak karena merupakan komponen pembentukan sel membran yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan fisik mereka.
Asupan lemak esensial juga dapat menjadikan sel membran menjadi lebih lentur dan mampu menyerap nutrisi lebih baik karena membantu membentuk dan mengintegrasikan sel-sel membran.
Ersa mayori adalah salah satu artis yang berusaha keras menerapkan pola makan sehat pada anak-anaknya. “Sejak kecil, ibu selalu menyediakan makanan sehat di rumah, kini saya pun menanamkan kebiasaan sehat kepada anak saya sedari dini,” tutur artis cantik ini.
Ersa menuturkan, karena kebiasaan ibunya, ia pun tertular untuk selalu menyediakan makanan sehat untuk anaknya, seperti yang ia berikan kepada anaknya, Aiska Variana, 6. Ersa menuturkan, karena sangat aktif di sekolah, maka ia harus memastikan komposisi asupan makanannya seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak agar kebutuhan gizinya selalu tercukupi.
“Bekal yang disiapkan untuk dibawa Kika ataupun makan siang di rumah menunya bervariasi, antara lain roti isi, makaroni, dan buah potong. Selain memberikan nutrisi, juga harus lezat agar anak suka memakannya,” sebutnya dalam acara yang sama.
Untuk memenuhi konsumsi asupan lemak esensial agar lebih seimbang, maka bisa dilakukan dengan menambahkan Blue Band Gold pada saat menyiapkan makanan bergizi anak.
Dikatakan oleh Brand Manager Blue Band PT Unilever Indonesia Tbk, Agus Nugraha, bahwa Blue Band Gold varian baru dari Blue Band adalah margarin yang dibuat dengan minyak nabati dengan kandungan lemak esensial lebih banyak yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Indonesia.
Sumber : www.okezone.com
Thursday, May 20, 2010
Deteksi Dini Kanker Payudara

http://sehat-ituindah.blogspot.com
BAGI perempuan, menyebut penyakit yang satu ini pastilah menimbulkan rasa takut. Selain kanker rahim, kanker payudara termasuk penyakit yang paling banyak menyerang wanita.
Di beberapa negara, salah satunya Inggris, kanker payudara menjadi momok penyakit paling menakutkan. Betapa tidak, kanker payudara di negeri ini telah merenggut banyak nyawa. Ini menunjukkan betapa berbahayanya kanker payudara yang bila dibiarkan dapat membawa pada kematian.
Menurut dr Kunta Setiaji SpB SpBOnk dari SMF Bedah RS Dr Sardjito/FKU UGM, insidensi kanker payudara di Indonesia adalah 21 penderita baru per 100 ribu orang, sedangkan di Eropa insiden kanker payudara cukup tinggi yaitu 76 penderita baru per 100 ribu orang. Kanker payudara dibagi menjadi beberapa stadium:
1. Stadium nol (ductal carcinomain situ).
2. Stadium 1 (benjolan/tumor berukuran di bawah 2 sentimeter)
3. Stadium 11 A (benjolan di payudara berukuran 2-5 sentimeter)
4. Stadium 11 B (selain benjolan di payudara berukuran 2-5 sentimeter, di ketiak juga sudah teraba ada benjolan)
5. Stadium 111 A (benjolan berukuran di atas 5 centimeter)
6. Stadium 111 B (selain ada benjolan di payudara berukuran di atas 5 sentimeter, sudah ada borok di payudara).
7. Stadium IV (kanker sudah menyebar ke paru-paru, liver, tulang, kecuali rambut dan kuku).
Anda mungkin tidak pernah menyangka kalau tengah mengidap kanker payudara. Sebelumnya Anda tidak merasakan apa-apa khususnya pada bagian payudara. Anda merasa sehat-sehat saja dan tidak merasa terganggu dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Di awal terserang kanker, Anda hanya merasakan adanya benjolan kecil di payudara atau terkadang keluar cairan dari puting susu yang itu Anda rasa tidak mengganggu. Anda pun tidak memperdulikan hal itu. Tanpa diduga, kanker payudara sedang menggerogoti Anda. Itulah gambaran gejala awal kanker ini.
Kalau Anda mengalami hal demikian, sebaiknya berhati-hati. Gejala awal sulit dideteksi, kecuali munculnya benjolan kecil atau keluarnya cairan dari puting susu yang mungkin Anda anggap biasa. Kalau tak segera dicurigai, cepat atau lambat, penyakit ini akan menyebar ke seluruh bagian tubuh, seperti kelenjar limfe, paru-paru, hati, tulang, otak dan yang lainnya. Namun, perlu dicatat, kanker bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, asalkan dapat dideteksi sejak dini dan diobati dengan baik.
Untuk mendeteksi secara dini penyakit satu ini, pemeriksaan rutin oleh pemilik sendiri sangat dianjurkan. Periksalah payudara secara teratur, minimal sebulan sekali atau seminggu setelah selesai haid. Karena pada waktu itu payudara paling lunak sehingga bila ada tumor atau kelainan tertentu bisa lebih mudah dideteksi. Bagi Anda sudah menopouse, pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap awal bulan. Berikut cara indentifikasi dan pencegahan meradangnya kanker payudara.
1. Melakukan inspeksi dengan cara melihat payudara di muka cermin.
2. Melakukan palpasi dengan cara meraba payudara sambil berbaring.
3. Memijat puting susu dengan jari. Perhatikan apakah ada cairan dari puting susu, seperti cairan jernih, nanah, darah atau yang lainnya.
4. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga. Karena payudara terkait erat dengan faktor genetik. Faktor ini berpengaruh setidaknya 10 persen dari semua kasus kanker payudara yang ada.
5. Perhatikan berat badan. Obesitas (kegemukan) nampaknya dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Para peneliti menemukan wanita dengan berat 44 sampai 55 pound setelah umur 18 sebanyak 40 persen memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
6. Olahraga secara teratur. Beberapa penelitian menyarankan bahwa olahraga dapat menurunkan resiko kanker payudara.
7. Jika usia Anda lebih dari 50 tahun, lakukan screening payudara secara teratur. Faktor usia menjadi faktor utama kanker payudara. Penelitian membuktikan 80 persen kanker payudara terjadi pada wanita yang berumur di atas 50 tahun.
8. Kurangi makanan berlemak.
9. Berikan ASI pada bayi.
10. Kurangi stres.
Sumber: www.okezone.comSaturday, May 15, 2010
Mengenali Cacingan pada si Kecil
http://sehat-ituindah.blogspot.com
ANAK-ANAK rentan terkena cacingan. Selalu menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan menjadi kunci utama mencegah anak terkena cacingan.
Sumber: www.okezone.com
ANAK-ANAK rentan terkena cacingan. Selalu menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan menjadi kunci utama mencegah anak terkena cacingan.
Jangan anggap sepele cacingan karena jika tidak cepat memberantas parasit ini, dikhawatirkan anak akan kekurangan nutrisi. Cacing akan menyerap zat gizi dalam tubuh dan membuat kurus anak yang diserang. Dampaknya bagi si penderita ternyata tak kalah berbahaya ketimbang penyakit lain. Apalagi yang jadi korban kebanyakan adalah anak-anak. Akibatnya selain perkembangan fisiknya terganggu, kemampuan otak pun bisa terhambat.
Ciri-ciri anak cacingan
Mengenai kaki kasar dan belekan merupakan ciri-ciri cacingan, alangkah baiknya jika Moms memeriksakan ke dokter spesialis anak untuk lebih memastikan lagi apakah si kecil memang cacingan atau tidak. Umumnya ciri anak cacingan
Seperti dikutip dari Mom & Kiddie, dr Muhidin SpA dari Rumah Sakit Harapan Bunda, Jalan Raya Bogor Km 22 Nomor 24, Rambutan, Jakarta Timur menjelaskan ciri-ciri anak kena cacingan adalah:
- Pucat, lesu, tidak bergairah.
- Gangguan pertumbuhan seperti berat badan tidak naik meski nafsu makan besar.
- Kurus namun berperut buncit.
- Anak gelisah di malam hari dan suka menggaruk pantatnya.
- Gangguan lambung dan usus seperti mulas dan diare berkala atau sebaliknya, sulit buang air besar.
- Batuk-batuk.
Cacing tambang dan cacing kremi
Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Sekira seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembap, dengan tingkat kebersihan yang buruk.
Cacing kremi paling sering ditemukan kebanyakan pada anak. Infeksi dapat pada seluruh lapisan sosio ekonomi. Jika satu keluarga terkena bukan berarti standar higienis keluarga tersebut buruk. Gejalanya gatal di daerah anus bisa juga di vulva vagina. Jika anak ibu tidur nungging, cari dulu apa penyebabnya? Apakah karena anusnya gatal? Atau karena apa? Jika ia terlihat menggaruk-garuk area sekitar anus bisa jadi anak Moms terkena cacing kremi.
Cegah cacingan
- Ajari anak untuk selalu membiasakan mencuci tangan dengan sabun sehabis bermain, sebelum makan, dan sesudah makan.
- Potong kuku anak secara teratur. Kuku panjang bisa menjadi tempat bermukim larva cacing. Cucilah sayuran di air mengalir dan masaklah daging hingga benar-benar matang.
- Biasakan agar anak tidak memasukkan tangan ke dalam mulut.
- Beri obat cacing enam bulan sekali untuk memotong siklus hidup cacing. Anda bisa memulainya ketika anak berusia enam bulan.
- Jaga selalu kebersihan sanitasi lingkungan.
Sumber: www.okezone.com
Thursday, March 4, 2010
Resep Peluruh Kolesterol dan TrigliseridaResep
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Mengonsumsi tanaman obat, baik daun, biji, akar, maupun buahnya, tidak berarti makan tanaman itu sebanyak-banyaknya. Konsumsilah ramuan tersebut dengan komposisi dan dosis tertentu. Karenanya, cara membuat ramuan, komposisi, dosis, dan waktu pemakaian harus dipelajari dengan baik lagi benar.
Berikut beberapa resep peluruh kolesterol dan trigliserida.
1. Alpukat
Bahan: 1 buah alpukat matang
Cara Pemakaian: Buah alpukat dimakan mentah. Lakukan setiap hari.
2. Kubis
Bahan: 1 buah kubis segar
Cara Pemakaian: Cuci kubis hingga bersih, lalu bilas dengan air matang. Potong-potong seperlunya, lalu dijus. Air sari kubis diminum sekaligus, lakukan setiap hari.
3. Belimbing manis
Bahan: 2 buah belimbing manis ukuran besar
Cara Pemakaian: Buah belimbing dimakan setelah makan pagi dan malam, masing-masing 1 buah.
4. Akar manis
Bahan: 10 gram akar manis
Cara Pemakaian: Akar manis direbus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya disaring, lalu dibagi menjadi 2 kali minum, pagi dan malam hari.
5. Kacang Tanah
Bahan: 1 genggam daun kacang tanah
Cara Pemakaian: Daun dicuci bersih, lalu diiris halus. Masukkan irisan daun ke dalam gelas, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Biarkan selama 40 menit, lalu disaring. Minum airnya selagi hangat dan sewaktu perut kosong.
6. Tempe
Bahan: 100 gram tempe
Cara Pemakaian: Tempe dipotong-potong sesuai selera, lalu direbus, dikukus, atau dibacem. Tempe dijadikan lauk dan dimakan bersama nasi.
7. Angkak
Bahan: 1 sendok teh angkak
Cara Pemakaian: Angkak ditumbuk halus, dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Minum airnya selagi hangat. Lakukan setiap hari.
8. Labu siam
Bahan: 1 buah labu siam ukuran sedang
Cara Pemakaian: Buah labu dikupas, potong kecil-kecil dan dijus atau diparut, peras airnya dan saring. Kumpulan airnya diminum sekaligus.
9. Sambiloto
Bahan: 20 gram herbal sambiloto kering
Cara Pemakaian: Direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.
10. Jamur kuping putih
Bahan: 10 gram jamur kuping putih kering
Cara Pemakaian:Jamur putih dipotong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Tambahkan sedikit pemanis buatan. Setelah dingin, airnya diminum dan jamurnya boleh dimakan.
11. Bawang merah
Bahan: 20 gram bawang merah segar
Cara Pemakaian: Bawang merah diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.
12. Bawang putih
Bahan: 1-2 siung bawang putih
Cara Pemakaian: Bawang putih diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil, lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari.
13. Kunyit
Bahan: 10 gram rimpang kunyit segar
Cara Pemakaian: Rimpang kunyit dibersihkan, lalu diiris tipis-tipis. Rebus dalam air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum sekaligus. Lakukan hal ini 3 kali sehari, selama 12 minggu.
14. Temulawak
Bahan: 3 jari rimpang temulawak segar
Cara Pemakaian : Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.
15. Seledri
Bahan: 30 gram akar seledri segar
Cara Pemakaian: Akar seledri dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring lalu minum sekaligus.
Sumber: Kompas.com
Mengonsumsi tanaman obat, baik daun, biji, akar, maupun buahnya, tidak berarti makan tanaman itu sebanyak-banyaknya. Konsumsilah ramuan tersebut dengan komposisi dan dosis tertentu. Karenanya, cara membuat ramuan, komposisi, dosis, dan waktu pemakaian harus dipelajari dengan baik lagi benar.
Berikut beberapa resep peluruh kolesterol dan trigliserida.
1. Alpukat
Bahan: 1 buah alpukat matang
Cara Pemakaian: Buah alpukat dimakan mentah. Lakukan setiap hari.
2. Kubis
Bahan: 1 buah kubis segar
Cara Pemakaian: Cuci kubis hingga bersih, lalu bilas dengan air matang. Potong-potong seperlunya, lalu dijus. Air sari kubis diminum sekaligus, lakukan setiap hari.
3. Belimbing manis
Bahan: 2 buah belimbing manis ukuran besar
Cara Pemakaian: Buah belimbing dimakan setelah makan pagi dan malam, masing-masing 1 buah.
4. Akar manis
Bahan: 10 gram akar manis
Cara Pemakaian: Akar manis direbus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya disaring, lalu dibagi menjadi 2 kali minum, pagi dan malam hari.
5. Kacang Tanah
Bahan: 1 genggam daun kacang tanah
Cara Pemakaian: Daun dicuci bersih, lalu diiris halus. Masukkan irisan daun ke dalam gelas, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Biarkan selama 40 menit, lalu disaring. Minum airnya selagi hangat dan sewaktu perut kosong.
6. Tempe
Bahan: 100 gram tempe
Cara Pemakaian: Tempe dipotong-potong sesuai selera, lalu direbus, dikukus, atau dibacem. Tempe dijadikan lauk dan dimakan bersama nasi.
7. Angkak
Bahan: 1 sendok teh angkak
Cara Pemakaian: Angkak ditumbuk halus, dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Minum airnya selagi hangat. Lakukan setiap hari.
8. Labu siam
Bahan: 1 buah labu siam ukuran sedang
Cara Pemakaian: Buah labu dikupas, potong kecil-kecil dan dijus atau diparut, peras airnya dan saring. Kumpulan airnya diminum sekaligus.
9. Sambiloto
Bahan: 20 gram herbal sambiloto kering
Cara Pemakaian: Direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.
10. Jamur kuping putih
Bahan: 10 gram jamur kuping putih kering
Cara Pemakaian:Jamur putih dipotong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Tambahkan sedikit pemanis buatan. Setelah dingin, airnya diminum dan jamurnya boleh dimakan.
11. Bawang merah
Bahan: 20 gram bawang merah segar
Cara Pemakaian: Bawang merah diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.
12. Bawang putih
Bahan: 1-2 siung bawang putih
Cara Pemakaian: Bawang putih diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil, lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari.
13. Kunyit
Bahan: 10 gram rimpang kunyit segar
Cara Pemakaian: Rimpang kunyit dibersihkan, lalu diiris tipis-tipis. Rebus dalam air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum sekaligus. Lakukan hal ini 3 kali sehari, selama 12 minggu.
14. Temulawak
Bahan: 3 jari rimpang temulawak segar
Cara Pemakaian : Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.
15. Seledri
Bahan: 30 gram akar seledri segar
Cara Pemakaian: Akar seledri dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring lalu minum sekaligus.
Sumber: Kompas.com
Monday, February 22, 2010
Solusi Lubrikasi Wanita Menopause
http://sehat-ituindah.blogspot.com
MENOPAUSE merupakan masa ketika siklus normal bulanan wanita (haid) berhenti. Umumnya, menopause terjadi saat wanita berusia 45 tahun. Dan ketika memasuki masa menopause, tingkat estrogen (hormone seks wanita) mulai mengalani penurunan.
Sumber : okezone.com
MENOPAUSE merupakan masa ketika siklus normal bulanan wanita (haid) berhenti. Umumnya, menopause terjadi saat wanita berusia 45 tahun. Dan ketika memasuki masa menopause, tingkat estrogen (hormone seks wanita) mulai mengalani penurunan.
Penurunan kadar estrogen pada wanita mengakibatkan sejumlah dampak. Salah satunya, adalah penipisan pada lapisan vagina dan berkurangnya lendir pada vagina. Ketika vagina hanya mengeluarkan sedikit lendir, rasa sakit bisa terjadi saat bersanggama.
Pasalnya, penis penetrasi tanpa dibantu cairan yang memperlancar gerak keluar-masuknya dari vagina. Selain kesakitan, hal ini membuat wanita tidak merasakan kenikmatan seks.
Lantas, apakah wanita menopause tidak bisa mengeluarkan banyak cairan lagi dari vaginanya? Tentu saja itu pemikiran yang tidak tepat. Sebab, ini bukanlah masalah yang harus ditakuti. Meskipun terjadi penurunan hormon estrogen, masih ada cara mudah mengeluarkan cairan alami dari vagina ketika berhubungan seks. Apa itu?
“Sudah ada penelitiannya, dibandingkan dengan penggunaan estrogen krim dan lubrikan, foreplay adalah cara yang paling cepat,” ujar dR Hendro Sudarpo, Sp.OG, Obstetrician–Gynaecologist Siloam Hospital, saat acara forum media online di Kafe Betawi, Senayan City, Jakarta, baru-baru ini.
Kendati demikian, bila lewat ajang foreplay dirasa masih sulit untuk mengeluarkan cairan dari vagina, maka dr Hendro Sudarpo memberikan beberapa solusi lainnya.
"Terapi sulih hormon diperuntukkan bagi wanita menopause. Namun, sebelumnya harus ditanya riwayat kanker. Apabila tidak ada resiko kanker, tidak apa-apa diberikan. Namun jika ada riwayat kanker, sebaiknya jangan dikasih,” jelas dr Hendro.
Lebih lanjut, dr Hendro menyarankan wanita menopause untuk menggunakan obat hormon (suplement phytoestrogen) dibandingkan terapi sulih hormon jika terdapat risiko penyakit kanker. “Efek samping dari hormon (suplement phytoestrogen) yang diminum, risikonya lebih rendah,” kata dr. Hendro.
Penggunaan estrogen pada wanita menopause juga dianjurkan dr Hendro beriringan dengan konsumsi kalsium. Apa pasal? “Pemakaian estrogen tanpa kalsium tidak akan seimbang. Makan kacang kedelai, ataupun minum susu kedelai bisa meningkatkan estrogen,” tukas dr Hendro.
Sumber : okezone.com
Wednesday, February 17, 2010
Dampak Buruk Obat Nyamuk
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Maunya, sih, biar si kecil bisa tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk. Akan tetapi, hati-hati, lo, ia masih rentan terhadap zat racun yang ditimbulkan obat nyamuk.
Gara-gara tak ingin si kecil terganggu tidurnya, biasanya kita menggunakan obat nyamuk. Entah yang dalam bentuk semprot, bakar, oles, ataupun elektrik. "Pada prinsipnya, semua obat nyamuk memiliki khasiat sama, untuk membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya," ujar dr H Bambang Supriyatno SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Akan tetapi, tahukah para ibu dan ayah bahwa obat nyamuk bisa menjadi "ancaman" buat kita? Apalagi jika si kecil termasuk anak yang peka atau sensitif.
Aneka risiko
Mengapa obat nyamuk berbahaya buat manusia? Sebab obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.
Memang, seperti dijelaskan Bambang Supriyatno, tak semua bahan aktif tadi murni. Artinya, ada zat tambahannya. "Entah itu pewarna, pengawet, ataupun pewangi. Jadi, seperti ingridien dalam makanan. Campuran bahan tambahan tadi untuk memberikan wewangian tertentu karena umumnya bahan aktif berbau kurang sedap. "Nah, asal tahu saja, bahan-bahan tambahan ini pun berdampak pula pada kesehatan. Jadi, berlipatgandalah dampak buruk si obat nyamuk ini."
Racun nyamuk ditemukan pada semua jenis obat nyamuk. "Pada obat nyamuk bakar, semprot, dan elektrik lebih cenderung untuk membunuh nyamuk, sedangkan pada obat nyamuk oles lebih pada pencegahannya, yaitu mengusir nyamuk," jelas Bambang.
Kendati mengeluarkan zat racun yang sama, dosis tiap-tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Ditilik dari segi konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid.
Yang jelas, semua itu tergantung dari kadar konsentrasi racun dan jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi membahayakan kesehatan manusia.
Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik.
Dengan demikian, makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.
Batuk jadi pertanda
Bayi dan anak balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.
"Bahan aktif dari obat nyamuk masuk ke dalam tubuh, baik melalui pernafasan maupun kulit, ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Nah, organ mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk lebih pada hirupan, maka yang paling berperan sekali adalah pernafasan. Sementara kalau lewat kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit anaknya," jelas Bambang.
Jadi, gangguan-gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi jika pemakaian obat nyamuk tidak terkontrol sehingga dipakai dalam dosis yang berlebihan.
Anak yang punya alergi akan lebih menunjukkan reaksi, terutama pada saluran nafasnya. Ia akan lebih mudah batuk. Hal ini terjadi karena adanya gangguan mekanisme pertahanan saluran nafas, yang diakibatkan bahan aktif yang terhirup.
Reaksi yang terjadi bisa cepat, bisa juga lambat. Pada anak yang sensitif organ pernafasannya, reaksinya bisa saat itu juga atau timbul dalam beberapa menit. Begitu terhirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Namun, ada juga yang setelah enam jam baru batuk-batuk. Obat nyamuk bisa juga menjadi faktor pencetus asma. Dampak ini terlihat pada anak yang memiliki bakat asma.
Lain lagi jika terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif. Jika terkena bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk, terutama bahan tambahannya, kulitnya akan kemerahan. Dan, ketika digaruk akan timbul lecet dan mungkin bisa menjadi eksim.
Sumber : kompas.com
Maunya, sih, biar si kecil bisa tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk. Akan tetapi, hati-hati, lo, ia masih rentan terhadap zat racun yang ditimbulkan obat nyamuk.
Gara-gara tak ingin si kecil terganggu tidurnya, biasanya kita menggunakan obat nyamuk. Entah yang dalam bentuk semprot, bakar, oles, ataupun elektrik. "Pada prinsipnya, semua obat nyamuk memiliki khasiat sama, untuk membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya," ujar dr H Bambang Supriyatno SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Akan tetapi, tahukah para ibu dan ayah bahwa obat nyamuk bisa menjadi "ancaman" buat kita? Apalagi jika si kecil termasuk anak yang peka atau sensitif.
Aneka risiko
Mengapa obat nyamuk berbahaya buat manusia? Sebab obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.
Memang, seperti dijelaskan Bambang Supriyatno, tak semua bahan aktif tadi murni. Artinya, ada zat tambahannya. "Entah itu pewarna, pengawet, ataupun pewangi. Jadi, seperti ingridien dalam makanan. Campuran bahan tambahan tadi untuk memberikan wewangian tertentu karena umumnya bahan aktif berbau kurang sedap. "Nah, asal tahu saja, bahan-bahan tambahan ini pun berdampak pula pada kesehatan. Jadi, berlipatgandalah dampak buruk si obat nyamuk ini."
Racun nyamuk ditemukan pada semua jenis obat nyamuk. "Pada obat nyamuk bakar, semprot, dan elektrik lebih cenderung untuk membunuh nyamuk, sedangkan pada obat nyamuk oles lebih pada pencegahannya, yaitu mengusir nyamuk," jelas Bambang.
Kendati mengeluarkan zat racun yang sama, dosis tiap-tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Ditilik dari segi konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid.
Yang jelas, semua itu tergantung dari kadar konsentrasi racun dan jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi membahayakan kesehatan manusia.
Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik.
Dengan demikian, makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.
Batuk jadi pertanda
Bayi dan anak balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.
"Bahan aktif dari obat nyamuk masuk ke dalam tubuh, baik melalui pernafasan maupun kulit, ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Nah, organ mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk lebih pada hirupan, maka yang paling berperan sekali adalah pernafasan. Sementara kalau lewat kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit anaknya," jelas Bambang.
Jadi, gangguan-gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi jika pemakaian obat nyamuk tidak terkontrol sehingga dipakai dalam dosis yang berlebihan.
Anak yang punya alergi akan lebih menunjukkan reaksi, terutama pada saluran nafasnya. Ia akan lebih mudah batuk. Hal ini terjadi karena adanya gangguan mekanisme pertahanan saluran nafas, yang diakibatkan bahan aktif yang terhirup.
Reaksi yang terjadi bisa cepat, bisa juga lambat. Pada anak yang sensitif organ pernafasannya, reaksinya bisa saat itu juga atau timbul dalam beberapa menit. Begitu terhirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Namun, ada juga yang setelah enam jam baru batuk-batuk. Obat nyamuk bisa juga menjadi faktor pencetus asma. Dampak ini terlihat pada anak yang memiliki bakat asma.
Lain lagi jika terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif. Jika terkena bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk, terutama bahan tambahannya, kulitnya akan kemerahan. Dan, ketika digaruk akan timbul lecet dan mungkin bisa menjadi eksim.
Sumber : kompas.com
9 Cara Cegah Nyeri
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Gangguan nyeri pada persendian merupakan penyakit degeneratif yang biasanya akan memburuk seiring bertambahnya usia, bila tidak ditangani dengan baik. Upaya mencegah nyeri ini tentu lebih baik, daripada mengobatinya. Cobalah kiat berikut untuk mencegah nyeri sendi.
1. Pelajari cara-cara praktis untuk rileksasi. Otot atau urat yang tegang mudah membuat persendian stres.
2. Jaga keseimbangan antara istirahat dan beraktivitas. Istirahat selama delapan jam di malam hari ideal untuk menjaga kesehatan otot dan urat.
3. Berolahraga secara teratur, selama 20-30 menit per hari. Hindari latihan yang dapat menyebabkan nyeri atau ngilu pada persendian.
4. Biasakan sikap tubuh yang baik. Angkat barang yang berat dengan tumpuan otot pangkal paha (pinggul), bukan dengan punggung.
5. Lindungi persendian. Dalam udara dingin gunakan sarung tangan untuk melindungi buku-buku jari, baju dalam panjang untuk melindungi lutut, dan kaus kaki tebal untuk melindungi pergelangan dan jari kaki.
6. Pangkas berat badan jika Anda kegemukan. Mengurangi berat badan sebanyak 6 kg dapat memotong risiko nyeri sendi sampai 50 persen.
7. Hindari kursi dan kasur yang terlalu empuk.
8. Berendam dalam air hangat, terutama setelah latihan yang berat.
9. Usahakan tidak mengusung beban dengan cara digendong atau dipanggul, tapi sebaiknya ditarik dengan alat. Gunakan gerobak atau alat beroda untuk membawa kotak yang berat.
Sumber : Kompas.com
1. Pelajari cara-cara praktis untuk rileksasi. Otot atau urat yang tegang mudah membuat persendian stres.
2. Jaga keseimbangan antara istirahat dan beraktivitas. Istirahat selama delapan jam di malam hari ideal untuk menjaga kesehatan otot dan urat.
3. Berolahraga secara teratur, selama 20-30 menit per hari. Hindari latihan yang dapat menyebabkan nyeri atau ngilu pada persendian.
4. Biasakan sikap tubuh yang baik. Angkat barang yang berat dengan tumpuan otot pangkal paha (pinggul), bukan dengan punggung.
5. Lindungi persendian. Dalam udara dingin gunakan sarung tangan untuk melindungi buku-buku jari, baju dalam panjang untuk melindungi lutut, dan kaus kaki tebal untuk melindungi pergelangan dan jari kaki.
6. Pangkas berat badan jika Anda kegemukan. Mengurangi berat badan sebanyak 6 kg dapat memotong risiko nyeri sendi sampai 50 persen.
7. Hindari kursi dan kasur yang terlalu empuk.
8. Berendam dalam air hangat, terutama setelah latihan yang berat.
9. Usahakan tidak mengusung beban dengan cara digendong atau dipanggul, tapi sebaiknya ditarik dengan alat. Gunakan gerobak atau alat beroda untuk membawa kotak yang berat.
Sumber : Kompas.com
Monday, February 8, 2010
Cara Sederhana Cegah DBD
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Sumber : okezone.com
TAK hanya di musim hujan, kini demam berdarah bisa datang kapan saja. Namun, Anda jangan dulu panik. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah kok dengan cara yang sederhana.
Demam berdarah masih menjadi penyakit penyebab kematian yang harus diwaspadai. Biasanya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini banyak berjangkit pada musim hujan. Namun, seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim.
”Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan pada musim penghujan karena banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar demam berdarah dengue (DBD),” ujar pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko W MSc. Nah, sebaiknya kini Anda mulai waspada, jangan sampai Anda dan keluarga terjangkit penyakit ini.
Tri Yunis mengatakan, penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang terjadi di negara-negara tropis. “Penyakit ini ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti dan A. Albopictus,” kata dokter yang mengambil gelar epidomology di Public Health University, Manila, Filipina.
Adapun gejala DBD bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Demam pada penderita DBD sering disebut demam pelana kuda. Sebab, suhu tubuh penderita cenderung turun-naik (3 hari panas, hari ke-4 turun, dan naik lagi pada hari ke-5).
“Perubahan suhu ini sering kali mengecoh. Saat suhu tubuh anak yang awalnya tinggi kemudian menurun, si ibu mengira anaknya sudah sembuh. Padahal bisa jadi anak mengalami shock,“ tuturnya saat acara peluncuran Program “Gerakan Nasional Cegah Demam Berdarah” yang diadakan produk Baygon dari PT Johnson Home Hygiene Products (PT JHHP).
Hidup bersih dengan tidak membiarkan ada satu pun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik. Pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis.
“Hanya sebagian kecil kasus DBD yang tergolong parah atau dengue shock syndrome,” ujarnya.
Fase infeksi dengue terbagi tiga, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase demam, ibu bisa melakukan beberapa terapi demam seperti pemberian obat penurun panas, kompres hangat, dan terapi suportif melalui pemberian oralit, larutan gula garam, jus buah dan susu.
“Pastikan anak mendapat asupan cairan dengan cara minum. Jika anak bisa buang air kecil setiap 4-6 jam, itu bisa jadi indikator bahwa cairannya sudah cukup. Selain itu, ukur suhu tubuhnya setiap 4-6 jam,” sebutnya.
“Pada fase kritis umumnya penderita tidak bisa makan dan minum karena tidak nafsu makan atau muntah-muntah. Jadi, harus benar-benar dirawat,” ujarnya.
Miko menuturkan, pada fase ini jumlah cairan juga tetap harus mencukupi agar terhindar dari risiko perdarahan. Jika penderita tidak dapat makan dan minum melalui mulut (apalagi terjadi shock), maka dokter biasanya akan mengindikasikan pemberian cairan infus. “Perbanyak asupan cairan diwajibkan bagi mereka yang menderita demam berdarah,” pesan Miko.
Menjaga tubuh dari dehidrasi juga penting dilakukan agar demam tidak berkembang menjadi shock. Adapun pertanda dehidrasi berupa kulit, bibir, dan lidah menjadi kering, tampak kehausan, sudah lama tidak buang air kecil dan kelenturan kulit menurun (bila kulit dinding perut dicubit tidak bisa membal kembali). Sementara tanda-tanda kalau sudah terancam shock di antaranya nadi cepat namun melemah, berkeringat dan kulit dingin.
Pakar Entomologi Kesehatan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr drh Upik Kusumawati Hadi MS mengatakan, mencegah demam berdarah bisa dilakukan dari cara yang paling sederhana, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang bisa dilakukan dengan kegiatan 3M PLUS yaitu menguras tempat berkembang biak jentik, menutup wadah air, mengubur kaleng dan ban bekas,dan menggunakan obat antinyamuk serta menggunakan kelambu (mosquito net) dilakukan secara sistematis, terus-menerus, dan serentak.
Sumber : okezone.com
Demam berdarah masih menjadi penyakit penyebab kematian yang harus diwaspadai. Biasanya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini banyak berjangkit pada musim hujan. Namun, seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim.
”Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan pada musim penghujan karena banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar demam berdarah dengue (DBD),” ujar pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko W MSc. Nah, sebaiknya kini Anda mulai waspada, jangan sampai Anda dan keluarga terjangkit penyakit ini.
Tri Yunis mengatakan, penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang terjadi di negara-negara tropis. “Penyakit ini ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti dan A. Albopictus,” kata dokter yang mengambil gelar epidomology di Public Health University, Manila, Filipina.
Adapun gejala DBD bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Demam pada penderita DBD sering disebut demam pelana kuda. Sebab, suhu tubuh penderita cenderung turun-naik (3 hari panas, hari ke-4 turun, dan naik lagi pada hari ke-5).
“Perubahan suhu ini sering kali mengecoh. Saat suhu tubuh anak yang awalnya tinggi kemudian menurun, si ibu mengira anaknya sudah sembuh. Padahal bisa jadi anak mengalami shock,“ tuturnya saat acara peluncuran Program “Gerakan Nasional Cegah Demam Berdarah” yang diadakan produk Baygon dari PT Johnson Home Hygiene Products (PT JHHP).
Hidup bersih dengan tidak membiarkan ada satu pun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik. Pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis.
“Hanya sebagian kecil kasus DBD yang tergolong parah atau dengue shock syndrome,” ujarnya.
Fase infeksi dengue terbagi tiga, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase demam, ibu bisa melakukan beberapa terapi demam seperti pemberian obat penurun panas, kompres hangat, dan terapi suportif melalui pemberian oralit, larutan gula garam, jus buah dan susu.
“Pastikan anak mendapat asupan cairan dengan cara minum. Jika anak bisa buang air kecil setiap 4-6 jam, itu bisa jadi indikator bahwa cairannya sudah cukup. Selain itu, ukur suhu tubuhnya setiap 4-6 jam,” sebutnya.
“Pada fase kritis umumnya penderita tidak bisa makan dan minum karena tidak nafsu makan atau muntah-muntah. Jadi, harus benar-benar dirawat,” ujarnya.
Miko menuturkan, pada fase ini jumlah cairan juga tetap harus mencukupi agar terhindar dari risiko perdarahan. Jika penderita tidak dapat makan dan minum melalui mulut (apalagi terjadi shock), maka dokter biasanya akan mengindikasikan pemberian cairan infus. “Perbanyak asupan cairan diwajibkan bagi mereka yang menderita demam berdarah,” pesan Miko.
Menjaga tubuh dari dehidrasi juga penting dilakukan agar demam tidak berkembang menjadi shock. Adapun pertanda dehidrasi berupa kulit, bibir, dan lidah menjadi kering, tampak kehausan, sudah lama tidak buang air kecil dan kelenturan kulit menurun (bila kulit dinding perut dicubit tidak bisa membal kembali). Sementara tanda-tanda kalau sudah terancam shock di antaranya nadi cepat namun melemah, berkeringat dan kulit dingin.
Pakar Entomologi Kesehatan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr drh Upik Kusumawati Hadi MS mengatakan, mencegah demam berdarah bisa dilakukan dari cara yang paling sederhana, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang bisa dilakukan dengan kegiatan 3M PLUS yaitu menguras tempat berkembang biak jentik, menutup wadah air, mengubur kaleng dan ban bekas,dan menggunakan obat antinyamuk serta menggunakan kelambu (mosquito net) dilakukan secara sistematis, terus-menerus, dan serentak.
Thursday, January 21, 2010
Jika Hati Mulai Terluka
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Sumber : okezone.com
MENURUT data Badan Kesehatan Dunia (WHO), hingga kini penyakit kanker hati menduduki peringkat ke-3 di dunia sebagai penyebab kematian terkait kanker. Karena itu, Anda wajib mengetahui lebih jauh penyakit mematikan ini.
Tercatat 625.000 kasus kanker hati terdiagnosis setiap tahunnya, di mana angka kematian mencapai 396.000 orang per tahun. Umumnya, penderita kanker hati adalah pria dengan rentang usia 40–50 tahun. Faktor utama penyebab tingginya prevalensi kanker hati disebabkan ketiadaan gejala yang khas pada tahap awal perkembangan kanker hati, yang berakibat pada kebanyakan pasien terdiagnosis pada stadium lanjut.
Kanker hati atau sering disebut dengan kanker hepatoselular adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada sel atau jaringan hati. Kanker ini bukan merupakan hasil metastasis dari kanker yang terjadi pada organ lain.
Hati merupakan salah satu organ terbesar yang terdapat pada tubuh manusia. Terletak pada perut kanan atas dan dilindungi sebagian oleh tulang rusuk. Hati memiliki fungsi penting, terutama dalam metabolisme makanan menjadi energi serta sebagai organ penyimpan darah.
Menurut ahli bedah onkologi dari Northeast Georgia, Atlanta, Amerika Serikat (AS) dr Ken Dixon, kanker hati sering disebut silent desease karena pasien sering kali tidak mengalami gejala sampai kanker pada tahap kemudian, sehingga jarang ditemukan awal.
Sebagai kanker tumbuh, beberapa pasien mungkin mengalami gejala seperti sakit di perut sebelah kanan atas melalui bagian belakang dan bahu, bloating, berat badan, kehilangan nafsu makan, kelelahan, mual, muntah, demam, dan penyakit kuning.
Penyakit hati lainnya dan juga masalah-masalah kesehatan juga dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut, tapi setiap orang mengalami gejala seperti ini harus atas petunjuk dokter.
Beberapa faktor risiko terjadinya kanker hepatoselular atau kanker hati adalah jenis kelamin. Laki-laki lebih rentan terkena kanker hati bila dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan faktor genetik.
Penderita hepatitis B dan C kronis merupakan faktor risiko yang paling utama terjadinya kanker hati. Risiko akan meningkat bila seseorang menderita kedua hepatitis secara bersamaan. Sekitar sepertiga penderita kanker hati disebabkan hepatitis C. Hepatitis C yang menjadi kanker hati terus meningkat di seluruh dunia karena banyak orang terinfeksi hepatitis C tiap tahunnya.
Walaupun hepatitis C tidak menunjukkan gejala, kerusakan hati terusberlanjut dan menjadi parah seiring waktu. Saat hati menjadi rusak (karena hepatitis C) hati tersebut akan memperbaiki sendiri yang membentuk parut. Bentuk parut ini sering disebut fibrosis. Semakin banyak parut menunjukkan semakin parahnya penyakit.
Akibatnya, hati bisa menjadi sirosis (penuh dengan parut). Lalu, struktur sel hati mulai pecah sehingga hati tidak lagi berfungsi normal. Kerusakan hati yang disebabkan hepatitis C biasanya terjadi secara bertahap selama 20 tahun, tetapi beberapa faktor dapat membuat perkembangan penyakit lebih cepat, seperti alkohol, jenis kelaminnya pria, umur, dan infeksi HIV.
Selain jenis kelamin dan hepatitis B dan C, beberapa gangguan metabolisme dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, misalnya kelainan yang menyebabkan penumpukan zat besi dalam hati (hemochromatosis).
Sebenarnya, sampai detik ini tidak ada satu pun dokter yang dapat memastikan apa yang menyebabkan seseorang menderita kanker. Beberapa ahli hanya bisa menemukan atau mengira-ngira faktor risiko yang kemungkinan besar menyebabkan seseorang menderita kanker.
Segala sesuatu yang meningkatkan kemungkinan seseorang menderita kanker disebut dengan faktor risiko, sedangkan sesuatu yang menurunkan kemungkinan menderita kanker disebut faktor protektif. Beberapa faktor risiko kanker bisa dihindari, tetapi banyak pula yang tidak bisa dihindari sama sekali.
Salah satu faktor risiko yang bisa dihindari misalnya kebiasaan merokok, sedangkan yang tidak bisa dihindari misalnya faktor genetik atau keturunan. Kedua faktor ini sama-sama merupakan faktor risiko terjadinya kanker. Namun, hanya kebiasaan merokoklah yang bisa dihindari.
Pencegahan terhadap kanker di sini adalah suatu tindakan yang berupaya menghindari segala sesuatu yang menjadi faktor risiko terjadinya kanker dan memperbesar faktor protektif untuk mencegah kanker. Meskipun beberapa faktor risiko dapat dihindari, bukan berarti Anda akan 100 persen terbebas dari kanker.
Sebaliknya, orang yang hidupnya penuh dengan faktor risiko kanker belum tentu mereka akhirnya akan menderita kanker. Setiap individu mempunyai keunikan atau sensitivitas yang berbeda beda terhadap kanker. Maka itu, ada baiknya Anda selalu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi pencegahan kanker. Prinsip utama pencegahan kanker hati adalah dengan melakukan pemeriksaan dini atau skrining kanker hati sedini mungkin. Skrining kanker hati yang rutin dilakukan antara lain dengan pemeriksaan ultra-sonografi
Menurut penelitian terbaru, vaksinasi saat kelahiran terhadap virus hepatitis B sangat mengurangi risiko kanker hati di masa dewasa. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute beberapa waktu lalu.
Dalam 20 tahun penelitian yang diikuti bayi yang divaksinasi terhadap penyakit hati di Taiwan sejak 1984, ketika program vaksinasi universal mulai diberlakukan, Dr Mei-Hwei Chang dari Department of Pediatrics di National University Hospital di Taiwan Taipei, dan koleganya mengamati orang-orang muda yang telah mengalami kanker hati.
Para peneliti menemukan bahwa hanya beberapa orang yang telah divaksinasi akan mengalami kanker hati. Dan ada kemungkinan penjelasan dalam kebanyakan kasus, seperti tidak cukup dosis vaksin. “Ini menunjukkan bahwa efektivitas universal virus hepatitis B pada program imunisasi untuk mencegah kanker hati, telah melampaui masa kanak-kanak dan menjadi dewasa muda selama dua dekade,” kata Chang.
Di AS, vaksinasi hepatitis B dianjurkan untuk semua bayi, anak-anak, dan remaja jika mereka belum diberi vaksin sebelumnya. Pejabat merekomendasikan agar orang dewasa mendapatkan vaksinasi.
Sementara itu, sampai saat ini pengobatan yang tepat untuk kanker hati di Indonesia masih langka, yang banyak dilakukan adalah dengan melakukan transplantasi hati dan itu hanya bisa dilakukan di luar negeri dengan biaya mahal. Kesimpulannya, bila Anda memang mempunyai faktor risiko seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya segera ke dokter untuk melakukan skrining kanker hati. Sayangilah hati Anda!
Kanker hati atau sering disebut dengan kanker hepatoselular adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada sel atau jaringan hati. Kanker ini bukan merupakan hasil metastasis dari kanker yang terjadi pada organ lain.
Hati merupakan salah satu organ terbesar yang terdapat pada tubuh manusia. Terletak pada perut kanan atas dan dilindungi sebagian oleh tulang rusuk. Hati memiliki fungsi penting, terutama dalam metabolisme makanan menjadi energi serta sebagai organ penyimpan darah.
Menurut ahli bedah onkologi dari Northeast Georgia, Atlanta, Amerika Serikat (AS) dr Ken Dixon, kanker hati sering disebut silent desease karena pasien sering kali tidak mengalami gejala sampai kanker pada tahap kemudian, sehingga jarang ditemukan awal.
Sebagai kanker tumbuh, beberapa pasien mungkin mengalami gejala seperti sakit di perut sebelah kanan atas melalui bagian belakang dan bahu, bloating, berat badan, kehilangan nafsu makan, kelelahan, mual, muntah, demam, dan penyakit kuning.
Penyakit hati lainnya dan juga masalah-masalah kesehatan juga dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut, tapi setiap orang mengalami gejala seperti ini harus atas petunjuk dokter.
Beberapa faktor risiko terjadinya kanker hepatoselular atau kanker hati adalah jenis kelamin. Laki-laki lebih rentan terkena kanker hati bila dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan faktor genetik.
Penderita hepatitis B dan C kronis merupakan faktor risiko yang paling utama terjadinya kanker hati. Risiko akan meningkat bila seseorang menderita kedua hepatitis secara bersamaan. Sekitar sepertiga penderita kanker hati disebabkan hepatitis C. Hepatitis C yang menjadi kanker hati terus meningkat di seluruh dunia karena banyak orang terinfeksi hepatitis C tiap tahunnya.
Walaupun hepatitis C tidak menunjukkan gejala, kerusakan hati terusberlanjut dan menjadi parah seiring waktu. Saat hati menjadi rusak (karena hepatitis C) hati tersebut akan memperbaiki sendiri yang membentuk parut. Bentuk parut ini sering disebut fibrosis. Semakin banyak parut menunjukkan semakin parahnya penyakit.
Akibatnya, hati bisa menjadi sirosis (penuh dengan parut). Lalu, struktur sel hati mulai pecah sehingga hati tidak lagi berfungsi normal. Kerusakan hati yang disebabkan hepatitis C biasanya terjadi secara bertahap selama 20 tahun, tetapi beberapa faktor dapat membuat perkembangan penyakit lebih cepat, seperti alkohol, jenis kelaminnya pria, umur, dan infeksi HIV.
Selain jenis kelamin dan hepatitis B dan C, beberapa gangguan metabolisme dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, misalnya kelainan yang menyebabkan penumpukan zat besi dalam hati (hemochromatosis).
Sebenarnya, sampai detik ini tidak ada satu pun dokter yang dapat memastikan apa yang menyebabkan seseorang menderita kanker. Beberapa ahli hanya bisa menemukan atau mengira-ngira faktor risiko yang kemungkinan besar menyebabkan seseorang menderita kanker.
Segala sesuatu yang meningkatkan kemungkinan seseorang menderita kanker disebut dengan faktor risiko, sedangkan sesuatu yang menurunkan kemungkinan menderita kanker disebut faktor protektif. Beberapa faktor risiko kanker bisa dihindari, tetapi banyak pula yang tidak bisa dihindari sama sekali.
Salah satu faktor risiko yang bisa dihindari misalnya kebiasaan merokok, sedangkan yang tidak bisa dihindari misalnya faktor genetik atau keturunan. Kedua faktor ini sama-sama merupakan faktor risiko terjadinya kanker. Namun, hanya kebiasaan merokoklah yang bisa dihindari.
Pencegahan terhadap kanker di sini adalah suatu tindakan yang berupaya menghindari segala sesuatu yang menjadi faktor risiko terjadinya kanker dan memperbesar faktor protektif untuk mencegah kanker. Meskipun beberapa faktor risiko dapat dihindari, bukan berarti Anda akan 100 persen terbebas dari kanker.
Sebaliknya, orang yang hidupnya penuh dengan faktor risiko kanker belum tentu mereka akhirnya akan menderita kanker. Setiap individu mempunyai keunikan atau sensitivitas yang berbeda beda terhadap kanker. Maka itu, ada baiknya Anda selalu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi pencegahan kanker. Prinsip utama pencegahan kanker hati adalah dengan melakukan pemeriksaan dini atau skrining kanker hati sedini mungkin. Skrining kanker hati yang rutin dilakukan antara lain dengan pemeriksaan ultra-sonografi
Menurut penelitian terbaru, vaksinasi saat kelahiran terhadap virus hepatitis B sangat mengurangi risiko kanker hati di masa dewasa. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute beberapa waktu lalu.
Dalam 20 tahun penelitian yang diikuti bayi yang divaksinasi terhadap penyakit hati di Taiwan sejak 1984, ketika program vaksinasi universal mulai diberlakukan, Dr Mei-Hwei Chang dari Department of Pediatrics di National University Hospital di Taiwan Taipei, dan koleganya mengamati orang-orang muda yang telah mengalami kanker hati.
Para peneliti menemukan bahwa hanya beberapa orang yang telah divaksinasi akan mengalami kanker hati. Dan ada kemungkinan penjelasan dalam kebanyakan kasus, seperti tidak cukup dosis vaksin. “Ini menunjukkan bahwa efektivitas universal virus hepatitis B pada program imunisasi untuk mencegah kanker hati, telah melampaui masa kanak-kanak dan menjadi dewasa muda selama dua dekade,” kata Chang.
Di AS, vaksinasi hepatitis B dianjurkan untuk semua bayi, anak-anak, dan remaja jika mereka belum diberi vaksin sebelumnya. Pejabat merekomendasikan agar orang dewasa mendapatkan vaksinasi.
Sementara itu, sampai saat ini pengobatan yang tepat untuk kanker hati di Indonesia masih langka, yang banyak dilakukan adalah dengan melakukan transplantasi hati dan itu hanya bisa dilakukan di luar negeri dengan biaya mahal. Kesimpulannya, bila Anda memang mempunyai faktor risiko seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya segera ke dokter untuk melakukan skrining kanker hati. Sayangilah hati Anda!
Sumber : okezone.com
Nanti, Ada Pil KB untuk Kurangi Jumlah Sperma
http://sehat-ituindah.blogspot.com
BANYAK bukti mengatakan, metode pengendalian kelahiran atau kontrasepsi efektif dan memang diciptakan untuk tubuh wanita. Kabarnya, tidak lama lagi, peneliti Amerika Serikat akan mengeluarkan pil KB untuk pria.
Sumber : okezone.com
BANYAK bukti mengatakan, metode pengendalian kelahiran atau kontrasepsi efektif dan memang diciptakan untuk tubuh wanita. Kabarnya, tidak lama lagi, peneliti Amerika Serikat akan mengeluarkan pil KB untuk pria.
Memakan waktu hampir 40 tahun penelitian hingga akhirnya para peneliti kini berani mengklaim bahwa mereka akan segera mengeluarkan metode kontrasepsi pertama untuk pria. Demikian seperti okezone lansir dari Carefair, Rabu (20/1/2010).
Apakah perkembangan baru ini akan berarti pertempuran jenis kelamin? Akankah hal ini menjadi tekanan bagi wanita atau akankah ini menyebabkan banyak masalah daripada kemampuannya sebagai sebuah solusi?
Untuk kebanyakan wanita, gagasan jika pasangan pria setuju menggunakan pil KB merupakan bentuk perayaan tersendiri. Sejak ide pil KB pria dicetuskan beberapa dekade lalu, orang heran apakah produk tersebut bisa benar-benar dikembangkan dan apa dampaknya, baik bagi pria maupun wanita.
Cara kerja dan hasil
Menurut para peneliti yang tengah mengembangkan pil KB untuk pria, nantinya alat kontrasepsi tersebut punya kemampuan untuk mengurangi jumlah sperma secara mengagumkan. Alhasil, kemungkinan untuk terjadinya kehamilan pun lebih kecil.
Bahkan melalui berbagai percobaan klinis, mereka menemukan hasil bahwa jumlah sperma pria benar-benar berkurang hingga nilai nol, atau tak ada sama sekali. Bahkan pil KB wanita tak bisa menyamai hasil itu.
Rasanya terdengar sederhana. Prosesnya diawali dengan memperkenalkan (memasukkan) hormon sintetis yang dinamakan desogestrel ke dalam tubuh pria. Hormon ini bekerja menghalangi produksi sperma dan untuk membuatnya efektif, hormon ini harus dimakan sekali sehari seperti halnya pil KB tradisional yang digunakan wanita.
Meskipun kondom dan pil KB menjadi metode terpopuler untuk seks aman dan pengendali kehamilan, para pengembang pil KB pria mengklaim bahwa produk mereka akan jauh lebih efektif. Bagaimana mereka bisa mengklaim seperti itu?
Efek samping dan kontraindikasi
Bicara efek samping, percobaan klinis mereka menunjukkan bahwa efek samping yang paling umum terjadi pada pria pengguna pil kontrasepsi adalah penambahan berat badan. Dibandingkan pil kontrasepsi wanita, yang membawa berbagai efek samping, efek samping pil KB pria cenderung jauh lebih sedikit.
Satu-satunya kontraindikasi yang mungkin terjadi adalah akibat lupa minum pil sekali sehari. Para peneliti mengatakan, pil KB pria pas untuk sejumlah pria, tapi alat kontrasepsi tersebut tidak dimaksudkan untuk melindungi mereka dari penyakit menular seksual.
Karena itu, banyak yang percaya bahwa metode pil KB untuk pria sangat tepat digunakan oleh pasangan monogami, hubungan berjangka panjang, dan bukan untuk mereka yang melakukan seks tidak aman atau bergonti-ganti pasangan.
Uji klinis masih harus terus ditempuh sebelum para peneliti memperoleh hasil akhir. Sebelum asosiasi makanan dan obat-obatan Amerika Serikat, Food and Drugs Association (FDA) mensahkannya dan akhirnya merilisnya ke publik, rasanya kita belum bisa melihat bukti nyata dari janji yang mereka umbar. Kita tunggu saja!
Sumber : okezone.com
Thursday, January 7, 2010
Kenali Gejala Tipes
http://sehat-ituindah.blogspot.com
TIPES dan tifus adalah penyakit yang berbeda, tapi selama ini banyak orang menganggapnya sama. Sebenarnya apa perbedaan dan bagaimana menanganinya?
Sumber : Okezone.com
TIPES dan tifus adalah penyakit yang berbeda, tapi selama ini banyak orang menganggapnya sama. Sebenarnya apa perbedaan dan bagaimana menanganinya?
Menurut spesialis penyakit tropis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Widayat Djoko SpPD KPTI, masih banyak terjadi salah kaprah mengenai penyakit tipes ini. Mulai dari penyebab, obat, bahkan namanya. Alhasil penanganan yang dilakukan pun menjadi tidak sesuai.
Banyak orang yang menyebut penyakit tipes dengan sebutan tifus. Sebenarnya, tifus adalah infeksi yang ditularkan tikus yang menyebabkan demam dan ruam. Penyakit ini disebabkan parasit. Sementara tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella tifosa. “Penyakit ini dapat menyerang tubuh melalui makanan atau minuman yang menyebabkan infeksi usus halus,” kata Widayat.
Widayat mengatakan, bakteri terbawa hingga di organ tubuh melalui peredaran darah. Bakteri tersebut berkembang biak, terutama di hati dan limpa. Dari dua organ tersebut, bakteri kemudian masuk kembali ke dalam peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, utamanya kelenjar limfoid usus halus. Akibatnya usus terluka dan menyebabkan perdarahan dan kebocoran usus.
Lantas bagaimana membedakan demam tifoid dan demam berdarah (DBD)? Demam DBD lazimnya berlangsung sepanjang hari, sementara demam tifoid berlangsung hanya pada sore dan malam hari. Demam ini pun menyebabkan rasa nyeri kepala yang hebat, bahkan bisa mengakibatkan gangguan kesadaran.
Mereka yang menderita DBD mengalami nyeri di ulu hati, termasuk mual pada bagian atas antara pusar dan ulu hati. Lain lagi dengan demam tifoid, pasien biasanya menderita sembelit dan rasa tidak enak pada bagian perut. Namun, jika belum cukup puas dengan penjelasan ini, maka langkah yang tepat adalah dengan melakukan tes darah. Namun, penyakit demam tifoid ini biasanya juga menghinggapi penderita DBD, apabila daya tahan tubuh menurun.
Agar lebih mengetahui selukbeluk penyakit ini, Anda pun harus mengetahui gejala-gejalanya.Dr Jerry Balentine, Kepala Medis dan Wakil Presiden Rumah Sakit St Barnabas di Bronx, seperti dilansir dari webmd.com mengatakan, gejala demam tifoid bervariasi. Ada kalanya pula bakteri yang masuk langsung ke dalam tubuh dalam jumlah banyak tersebut tidak menyebabkan demam tifoid. Melainkan hanya membuat tubuh terinfeksi diare, dan infeksi ini dapat sembuh dalam waktu satu hingga dua hari.
Sebaliknya, jika bakteri yang masuk dalam tubuh adalah dalam jumlah yang sedikit, menetap dalam tubuh dan berkembang biak, malah akan memunculkan demam tifoid. “Penyakit ini diawali dengan demam tinggi antara 39º-40ºC dan lebih dari satu minggu. “Biasanya pasien akan mengalami demam mulai pada malam hari, besok pagi gejala tersebut hilang, namun berlanjut ke malam-malam berikutnya,” kata Jerry.
Jika demam menyerang pada malam hari, maka seiring berjalannya hari, pasien pun akan menderita demam pada siang hari. Bukan hanya itu, pola demam pun makin hari makin naik layaknya anak tangga. Namun, demam tifoid, tidak pernah langsung demam tinggi pada hari pertama hingga ketiga.
Kemudian pada hari keempat, perbaikan akan terjadi secara perlahan. Demam menurun secara bertahap dan suhu penderita kembali normal pada minggu atau 10 hari berikutnya. Tetapi, gejala dapat timbul kembali selama dua minggu sesudah demam menghilang. Ada pula demam paratifoid, yang disebabkan Salmonella paratyphi. Akan tetapi, demam ini lebih ringan ketimbang demam tifoid, kendati memiliki gejala yang hampir serupa dengan masa inkubasi yang lebih pendek. Masa sakit juga lebih pendek, dan dapat cepat disembuhkan dengan meminum antibiotik.
Demam tifoid, mudah menular lewat makanan dan minuman yang mengandung bakteri. Bisa pula karena penanganan yang kurang higienis atau menggunakan air dari sumber air yang digunakan untuk keperluan mencuci. Maka, untuk mencegah penyebaran bakteri dari penderita yang baru pulih dari demam ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.
Di antaranya dengan mencuci tangan sesering mungkin, terlebih lagi sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Perlu diingat, ketika mencuci tangan, gunakan air hangat, dan menggosok tangan dengan sabun minimal 30 detik. Ada baiknya Anda menggunakan barang pribadi secara terpisah. Umpamanya, peralatan makan. Bagi mereka yang baru sembuh dari penyakit ini, tidak menyiapkan makanan untuk orang lain hingga dinyatakan sembuh total oleh dokter.
Anda pun mulai saat ini sebaiknya mengurangi jajan di kaki lima, mengingat higienitas makanan yang disajikan kurang diperhatikan. Bukan tidak mungkin, makanan tersebut mengandung bakteri. Bukan hanya makanan yang dapat terkontaminasi bakteri, melainkan juga peralatan makan dan tangan Anda sendiri. Karenanya, jika pun ingin makan di kaki lima, sebaiknya perhatikan kondisi warungnya, apakah bersih termasuk peralatan makannya.
Akan lebih baik jika makanan yang dipilih adalah yang panas. Dengan demikian, akan membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Untuk mengolah makanan pun harus baik dan matang. Termasuk mencuci ikan yang harus dilakukan hingga bersih dan dimasak hingga matang. Hal ini juga berlaku ketika Anda mengolah makanan yang lain.
Di Amerika, menurut Jerry, penderita demam tifoid telah berkurang banyak sejak tahun 1900-an. Kini, kurang dari 500 kasus tentang penyakit ini, dilaporkan secara tahunan di Amerika Serikat (AS). Penderita kebanyakan mereka yang baru saja bepergian dari area endemik.
Bandingkan pada tahun 1920- an ketika lebih dari 35.000 kasus demam tifoid menyerang AS. Meksiko, Amerika Selatan, India, Pakistan, dan Mesir adalah negara dengan risiko terbesar yang mengembangkan penyakit ini. Secara global, demam tifoid menyerang lebih dari 13 juta orang per tahun dengan lebih dari 500.000 pasien yang meninggal akibat penyakit ini.
Sumber : Okezone.com
Sunday, May 17, 2009
Virus HIV Menular dalam Waktu 4 Jam
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Tahukah Anda virus HIV mampu menjangkau lapisan kulit kelamin wanita yang sehat, untuk mencapai sel-sel kekebalan dalam jangka waktu empat jam.
Sumber: okezone.com
Tahukah Anda virus HIV mampu menjangkau lapisan kulit kelamin wanita yang sehat, untuk mencapai sel-sel kekebalan dalam jangka waktu empat jam.
Hal tersebut berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan para peneliti Amerika dibidang kesehatan.
Berdasarkan penemuan terdahulu, lining secara normal pada zona vagina dapat menghambat efektifnya virus HIV saat melakukan kegiatan seks. Hal tersebut disebabkan karena saat proses kegiatan seks berlangsung, sejumlah besar virus HIV tidak bisa menjangkau jaringan yang terdapat dalam tubuh.
Tetapi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran dari Universitas Northwestern, HIV bisa menjangkau secara normal pada jaringan alat kelamin yang sehat, ke dalam bagian terdalam vagina dan membentuk sel kekebalan tubuh dan menyebar ke leher vagina.
Kepala investigasi, yang juga seorang Professor Sel dan Molekular Ilmu Biologi di San Fransisco, Thomas Hope mengatakan, penemuan tersebut merupakan hasil penting yang perlu diketahui dan di luar dari perkiraan para ilmuwan selama ini.
"Kami mendapatkan pemahaman baru dari bagaimana HIV bisa menyebar pada zona alat kelamin wanita. Sampai saat ini pun, para ilmuwan tidak memiliki ide mengenai secara detail dari bagaimana transmisi seksual dari HIV benar-benar bekerja, mekanismenya masih belum jelas," ujarnya, seperti dikutip dari Sexual Health, Jumat (23/1/2009).
Diharapkan dari penemuan baru tersebut, dapat mengembangkan penemuan baru adanya mikrobasida dan vaksinasi baru untuk membantu dan melindungi wanita melawan HIV. Berdasarkan data Pusat Pengontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika disebutkan, sebagian besar infeksi HIV terjadi pada wanita dengan perkiraan sebanyak 56.300 infeksi baru per tahun dan 26 persen merupakan kasus baru HIV.
"Kita membutuhkan strategi pencegahan baru atau therapy untuk memblok pintu masuk virus HIV melalui kulit kelamin wanita dan sejauh ini, kondom masih efektif 100 persen mampu memblok masuknya virus. Namun kami masih mengkhawatirkan karena masyarakat umum tidak sering menggunakan kondom karena alasan lain dan budaya," pungkas Hope.
Sumber: okezone.com
Thursday, May 7, 2009
Dehidrasi, Ganggu Fisik & Daya Ingat
http://sehat-ituindah.blogspot.com
DEHIDRASI atau kekurangan cairan dalam tubuh bisa berdampak pada gangguan kesehatan. Sayangnya, sebagian masyarakat belum memahami kesadaran dan faedah air untuk tubuh.
Sumber: okezone.com
DEHIDRASI atau kekurangan cairan dalam tubuh bisa berdampak pada gangguan kesehatan. Sayangnya, sebagian masyarakat belum memahami kesadaran dan faedah air untuk tubuh.
Air minum tak hanya menyegarkan tubuh. Air minum juga memiliki khasiat yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Kurangnya asupan air minum bisa berdampak pada gangguan kesehatan. Kurangnya air minum bisa menurunkan kemampuan fisik, menurunkan daya ingat atau konsentrasi, sulit buang air besar, pingsan, bahkan kematian. Ironisnya, kesadaran kita akan pentingnya air minum untuk tubuh masih minim.
Menurut penelitian yang digelar Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia, kesadaran akan faedah dan pentingnya air minum bagi tubuh manusia masih sangat rendah, khususnya di kalangan remaja Indonesia. Memang penelitian tidak dilakukan di seluruh Indonesia, melainkan hanya di Jakarta Utara dan Bandung Barat.
Dr Widyaningrum, dokter yang tergabung dalam penelitian dengan responden warga Jakarta Utara dan Bandung Barat ini, mengatakan, hasil penelitian menunjukkan sekitar 51,1 persen remaja Indonesia minim pengetahuan tentang kegunaan dan pentingnya air minum. Survei dilakukan terhadap 209 remaja dan 194 orang dewasa yang berdomisili di Jakarta Utara dan Bandung Barat.
"Hanya 35,9 persen remaja yang tahu bahwa sumber air bagi tubuh juga dapat berasal dari makanan atau buah dan 34 persen remaja yang mengetahui kapan tubuh membutuhkan air lebih banyak," ucap dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dikatakan, dari segi perilaku atau kebiasaan minum, sebanyak 62,1 persen remaja dan 59,8 persen orang dewasa lebih menyukai air putih. Alasannya karena rasa aman, dan kemudahan dalam memerolehnya. Adapun sumber air minum keluarga di daerah penelitian ini pada umumnya berasal dari air kemasan galon, air ledeng, dan air sumur.
Masih berdasarkan penelitian, sekitar 45,3 persen keluarga merasakan ada masalah dalam pemenuhan kebutuhan air minum. Di antaranya warna air yang kurang bening, beraroma, ketersediaan air,serta harga yang semakin meningkat. "Rata-rata biaya yang dikeluarkan remaja untuk membeli air minum di luar rumah per minggu yakni Rp18.311, sementara pengeluaran orang dewasa Rp22.454," katanya.
Kurangnya pemahaman soal pentingnya air minum secara otomatis memengaruhi gaya hidup mereka. Artinya, mereka tak mengetahui bahaya akan kebiasaan kurang minum. Lebih lanjut ditambahkan Ningrum, kurang minum dapat berdampak pada gangguan kesehatan, menurunkan kemampuan fisik, menurunkan daya ingat atau konsentrasi, sulit buang air besar,pingsan dan kematian, tergantung pada tingkat dehidrasi yang dialami. Sementara gejala dehidrasi ringan yakni haus, bibir kering, tenggorokan kering, dan kulit kering.
Sementara gejala dehidrasi sedang ditandai dengan sakit kepala, pusing, denyut nadi meningkat, tekanan darah menurun, suhu badan meningkat, lemah, urine keruh kuning atau cokelat. Pada tahap berat, dehidrasi dapat ditandai dengan keram otot, lidah bengkak, sirkulasi darah memburuk, sangat lemah, penurunan fungsi ginjal dan pingsan.
"Hampir semua penyakit-penyakit hati, jantung, otak, ginjal akan selalu dikaitkan dengan keseimbangan air dan elektrolit yang akan menimbulkan gangguan pada ginjal," ujarnya.
Bahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian remaja dan orang dewasa yang diteliti menghadapi masalah pemenuhan kebutuhan air minum. Untuk itu, menurut dia, perlu upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya air bagi kesehatan dan perilaku minum yang baik dalam konteks gizi seimbang. Tercatat, jika tubuh kekurangan cairan sebesar dua persen saja sudah bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Gangguan itu berupa tubuh mulai menimbulkan gejala kekurangan cairan. Gejalanya seperti tidak bisa berkonsentrasi dan mengantuk.
Sementara, bila empat persen-enam persen air tubuh hilang, dapat muncul sakit kepala dan pusing. Jika 12 persen hilang, mulut akan sulit mengunyah, dan perlu bantuan medik. Jika terjadi kekurangan air tubuh sebanyak 15 persen-25 persen, maka hal ini dapat berakibat fatal tidak terkecuali kematian. Kebutuhan air dapat dipenuhi dari asupan air minum, air yang terkandung dalam makanan, serta air yang diperoleh dari hasil proses metabolisme tubuh.
Dalam tubuh manusia, jumlah air yang berasal dari minuman sekitar 1.500-2.000 cc, dari makanan sekitar 500-750 cc dan dari hasil metabolisme tubuh sejumlah 350 cc.
"Kita sama sekali tidak bisa membedakan anak-anak yang terserang dehidrasi atau tidak. Karena terkadang gejala yang ditunjukkan tidak terlalu kentara," kata Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Dr Gurbani Azwardi,beberapa waktu lalu.
Menurut dia, yang perlu diperhatikan adalah kesadaran untuk tetap menjaga asupan air minum ke dalam tubuh. Karena tanpa air minum yang cukup, siapa pun itu tidak akan terlepas dari dehidrasi. "Jangan sekali-kali mengabaikan gejala awal dehidrasi karena kalau dibiarkan berlarut-larut, akan mengakibatkan gangguan fisik yang lebih parah pula," kata dia.
Sumber: okezone.com
Enzim Pencetus Kenakalan Anak
http://sehat-ituindah.blogspot.com
KENAKALAN anak diidentikkan dengan ketidakmampuan orangtua mendidik. Padahal, dalam penelitian, faktor pencetus kenakalan disebabkan enzim yang tidak seimbang. Benarkah?
Sumber: okezone.com
KENAKALAN anak diidentikkan dengan ketidakmampuan orangtua mendidik. Padahal, dalam penelitian, faktor pencetus kenakalan disebabkan enzim yang tidak seimbang. Benarkah?
Banyak orang beranggapan jika anak nakal itu disebabkan lingkungan atau orangtua yang tidak mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebenarnya anggapan itu ada benarnya. Namun, dalam penelitian yang dilakukan Institut Psikiatri di London, Inggris. Hasil penelitian yang dilansir New Scientist mengungkapkan, enzim yang disebut monoamine oxidase A atau MAO-A memiliki pengaruh pada perilaku agresif anak.
Anak yang lebih nakal dibandingkan dengan teman lain sebayanya memiliki enzim ini lebih banyak. Ketua Peneliti,Terrie Moffitt, melakukan penelitian dengan mengambil contoh darah dari 535 anak laki-laki dan 502 anak perempuan yang lahir di Selandia Baru dan yang terdaftar di Dunedin Multidisciplinary Health and Development Study yang dikelola Universitas Otago, Dunedin, Selandia Baru. Melalui tes darah tersebut, para peneliti memfokuskan pada tipe gen yang mengandung enzim MAOA. Tipe gen inilah yang mengendalikan perilaku agresif pada manusia dan hewan.
Kemudian para peneliti membandingkan interaksi antara aktivitas gen MAO-A dan kriminalitas serta kekerasan pada masa kanak- kanak, yang diketahui sebagai faktor penentu untuk perilaku antisosial ketika mereka dewasa. Para responden anak laki-laki kemudian dibagi menjadi dua grup berdasarkan contoh darah, tipe gen MAO-A mereka, dan pengalaman mereka pada kekerasan saat masa kanak-kanak.
Pemisahan ini mengungkapkan bahwa variasi gen MAO-A pada anak laki-laki tidak dapat dengan sendirinya memengaruhi perilaku anak tersebut ketika dewasa. Namun, kondisi ini berbeda jika mereka memiliki pengalaman kekerasan saat masa kanak-kanak dan hasilnya sangat mengejutkan.
Anak laki-laki dengan tingkat gen MAO-A rendah, tetapi mengalami kekerasan saat masa kanak-kanak memiliki kecenderungan 3 kali lebih besar untuk memiliki perilaku menyimpang saat remaja, dan 10 kali lebih besar untuk melakukan tindak kriminal saat mereka dewasa, dibandingkan dengan mereka yang juga memiliki tingkat MAO-A rendah, tetapi tidak mengalami kekerasan fisik.
Kondisi yang kurang lebih sama juga ditemukan pada mereka yang memiliki tipe gen MAO-A tinggi. Dalam kategori perilaku antisosial, ternyata hanya ada perbedaan minor antara anak-anak yang memiliki tipe gen MAO-A tinggi dan sempat mengalami kekerasan fisik dan yang tidak.
Pada akhirnya,Terrie menyimpulkan bahwa genetik memengaruhi hampir separuh dalam variasi perilaku antisosial. Dengan mengidentifikasi gen-gen tersebut, mereka berharap dapat menemukan perawatan dan penanganan yang tepat untuk anak-anak tersebut sebelum terlambat.
"Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa kenakalan pada anak-anak juga didasari kelainan gen. Kenakalan itu hanya bisa diatasi dengan memberikan pendidikan yang baik dan benar kepada mereka," kata dia.
Terrie menyebutkan, pendidikan yang utama dan pertama adalah keluarga. Dengan lingkungan keluarga akan terbentuk sifat, watak, dan perilaku misalkan dalam sebuah keluarga orangtua kurang perhatian terhadap anak, maka anak tersebut akan menjadi nakal (kurang terkontrol) demikian juga sebaliknya kalau lingkungan itu baik ada perhatian orang tua, maka anak akan tumbuh dengan baik.
"Dalam mendidik anak, kita harus mengetahui sifat-sifatnya misalkan anak yang mempunyai sifat pendiam kita dekati dengan halus sehingga anak tersebut mau bercerita tentang masalah yang terjadi, berarti kita menggunakan cara yang halus untuk menghadapinya. Lain lagi dengan anak yang mempunyai sifat keras, kita harus menghadapinya dengan tegas dan keras," ucapnya.
Selain melihat dari lingkungan keluarga dan sifat anak, harus dilihat pula latar belakang keluarga. Jika dalam keluarga tersebut mempunyai latar belakang yang baik, secara otomatis anak akan meniru yang baik. Namun akan berbanding terbalik jika dalam keluarga tersebut mempunyai latar belakang yang kurang baik, anaknya akan mengikuti tidak baik pula.
"Intinya adalah pendidikan dan arahan yang tepat. Tanpa itu, anak-anak dengan kelainan gen, akan semakin agresif dan tidak terkontrol di kemudian hari," tutur dia.
Sumber: okezone.com
Monday, May 4, 2009
Dua Kunci Perangi Obesitas
http://sehat-ituindah.blogspot.com
DIET dan olahraga merupakan dua upaya paling tepat memerangi obesitas yang telah menjadi epidemi dunia. Bila orang tua yang memiliki anak obesitas khawatir anaknya akan cedera jika berolahraga, cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi agar dapat merancang pola diet dan olahraga yang tepat guna membantu si kecil menurunkan bobot badannya.
Sumber: okezone.com
DIET dan olahraga merupakan dua upaya paling tepat memerangi obesitas yang telah menjadi epidemi dunia. Bila orang tua yang memiliki anak obesitas khawatir anaknya akan cedera jika berolahraga, cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi agar dapat merancang pola diet dan olahraga yang tepat guna membantu si kecil menurunkan bobot badannya.
Apa sebenarnya yang menyebabkan seorang anak mengalami kegemukan atau obesitas? Spesialis anak RSAB Harapan Kita Jakarta, dr Tinuk Agung Meilany SpA, menuturkan, sekitar 95 persen obesitas anak disebabkan aspek nutrisional, sedangkan 5 persen adalah penyebab lain seperti penyakit atau kelainan hormon.
"Nutrisi berkaitan dengan pola makan. Penyebab kegemukan adalah ketidakseimbangan antara jumlah makanan yang masuk (input) dengan yang dikeluarkan (output) dalam bentuk tenaga untuk beraktivitas," ungkap wanita yang akrab disapa Tinuk.
Agar diperoleh nutrisi seimbang, orang tua terutama para ibu perlu mengetahui kebutuhan kalori anaknya. Jangan sampai berlebihan. Sebab, tubuh manusia punya kemampuan mengubah kelebihan kalori menjadi lemak yang bisa jadi biang kegemukan. Sebagai contoh, anak hingga usia 5 tahun kebutuhannya adalah 100 kalori per kilogram berat badan.
Dari situ bisa direncanakan menu apa saja yang bisa dipilih dan diterapkan pada anak setiap hari. Misalkan semangkuk kecil bubur tiga kali sehari ditambah susu tiga gelas dalam sehari, buah-buahan, serta sedikit camilan.
"Kalau masih ragu,ibu bisa bertanya pada dokter atau ahli gizi tentang contoh menu harian yang seimbang. Selanjutnya, menu bisa divariasikan sendiri supaya tidak bosan," tuturnya.
Tidak seperti orang dewasa, Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak lebih sulit ditentukan karena setiap bulan atau tahun bisa berubah, dan umumnya IMT anak lakilaki dan perempuan juga berbeda. Penilaian biasanya didasarkan pada kurva pertumbuhan atau kurva persentil yang tercatat di Kartu Menuju Sehat (KMS) masing-masing anak dan dipantau sejak bayi. Begitu pula kebutuhan kalori anak bertambah seiring pertambahan usia dan aktivitasnya.
"Faktor individual juga jangan dilupakan. Ada anak yang tidak bisa menghabiskan makanan dalam porsi besar, bisanya sedikit-sedikit, tapi sering misalnya. Hal seperti itu juga perlu dicermati dalam menentukan pola makan yang tepat," katanya.
Tanpa sadar orang tua juga sering kali menerapkan kebiasaan atau hal-hal yang "pro-gemuk". Tak hanya pola makan, juga lewat aktivitas sehari-hari. Apalagi gaya hidup modern yang sedentary cenderung membuat anak malas.
"Ke sekolah diantar-jemput,di sekolah jajannya burger, pulang sekolah main game sambil ngemil,di rumah menyalakan TV dan AC pakai remote, kalau lapar tinggal minta pembantu. Akibatnya anak kurang gerak dan jadi gemuk," papar Tinuk.
Saat ini, pengukuran lingkar pinggang kerap dianjurkan pada orang dewasa sebagai "alarm"atas kondisi kesehatan, termasuk gejala sindrom metabolik. Namun, untuk anak-anak, pengukuran IMT dianggap lebih mewakili profil kesehatan mereka pada masa mendatang, termasuk risiko penyakit jantung.
Bagi orang tua yang tidak mau ribed melakukan pengukuran, ada cara sederhana memantau anak yang dikategorikan gemuk. Cirinya adalah lemak perut yang berlipat, dagu dobel,kedua pipi maju ke depan (sampai-sampai hidung seperti melesak), dan ada lipatan lemak di lengan belakang bagian atas. Selain itu, pada anak obesitas biasanya area leher bagian belakang juga terlihat menghitam.
Sumber: okezone.com
Saturday, May 2, 2009
Bijak Mengonsumsi Penghilang Nyeri
http://sehat-ituindah.blogspot.com
NYERI yang muncul tiba-tiba membuat orang dengan gampangnya meminum obat penghilang nyeri. Padahal, jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan gagal ginjal hingga kelainan pada hati.
Sumber: okezone.com
NYERI yang muncul tiba-tiba membuat orang dengan gampangnya meminum obat penghilang nyeri. Padahal, jika dikonsumsi terus menerus bisa mengakibatkan gagal ginjal hingga kelainan pada hati.
Banyak jenis obat bebas dijual di pasaran. Selain mudah didapat, yang membuat banyak orang mengonsumsinya karena harganya yang tergolong murah. Di negara-negara dengan penduduk yang padat, penggunaan obat bebas dianggap wajar. Namun, banyak efek sampingan bisa terjadi ketika obat ini dikonsumsi semudah mengonsumsi kacang goreng.
Obat penghilang nyeri adalah obat yang tergolong dalam analgesic- antipyretic. Memang biasanya obat ini mujarab meredakan nyeri, sekaligus pereda demam. Namun, jika diminum tanpa aturan yang jelas, ginjal, hati, dan darah bisa rusak. Biasanya obat analgesic-antipyretic
Efek samping dari pemakaian obat seperti ini secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Pasien maag perlu berhati-hati mengonsumsi obat jenis ini. Selain berisiko menimbulkan perdarahan lambung dan usus, analgetic-antipyretic merusak ginjal, hati, dan darah.
Selain itu, obat ini bisa mengganggu kualitas pendengaran. Bahkan, pengguna obat ini bisa mengalami vertigo (rasa berputarputar dan pusing). Gangguan pendengaran akan menjadi parah seiring dengan kuping yang terasa berdenging (tinnitus). Selain itu, sel darah putih bisa berkurang, atau mudah terjadi perdarahan di organ mana saja akibat menurutnya zat pembeku darah.
"Akibat rutin minum obat penghilang rasa nyeri bisa pula menyebabkan demam tinggi tanpa sebab yang jelas. Bisa juga muncul depresi, kejang-kejang, atau perubahan perilaku. Jika kelebihan dosis, pernapasan akan tertekan, dan mungkin berakhir fatal," kata Dr Erwin Tanuwidjaya dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Dr Erwin menuturkan, ada pula jenis obat sakit kepala yang merusak sel darah (hemoglobin). Selain itu, sel darah merah menjadi lebih mudah hancur sehingga orang yang sangat gemar meminum obat penghilang nyeri bisa kurang darah (anemia haemolytic). "Obat golongan ini ada juga yang merusak ginjal. Jika kebanyakan, lama kelamaan bisa berakhir gagal ginjal. Selain itu, ada pula jenis yang punya sifat pencetus kanker ginjal, dan kandung kemih," kata dia.
Obat-obat analgesic-antipyretic, menurut dia, tergolong obat paling sering menimbulkan alergi. Bahkan, seseorang yang berbakat alergi tidak akan tahan terhadap beberapa jenis atau semua jenis obat golongan ini. Begitu minum atau disuntik, langsung muncul alergi kulit berupa biduran (kaligata). "Jika kondisinya berat, alergi bisa saja disertai sesak napas, mual-muntah, dan bisa jadi sampai serangan shock," ucap dokter yang membuka praktik di kawasan Kelapa Gading tersebut.
Untuk menghindari gejala-gejala dan efek samping dari obat penghilang nyeri, Erwin mengatakan, ada baiknya mengonsumsi obat penghilang nyeri dengan sangat hati-hati. Atau minumlah obat hanya atas anjuran dokter yang bersangkutan. "Walaupun obatnya lebih murah, belum tentu kualitasnya bagus," katanya.
Kehati-hatian dalam mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri juga diungkapkan Dr Kurniawan. Menurut dia, kesehatan diawali dengan proses bagaimana seseorang mengatur pola dan gaya hidupnya. Mengonsumsi obat yang sesuai dan dengan resep dokter merupakan salah satu alasan seseorang bisa lebih sehat dibandingkan yang selalu mengonsumsi penghilang nyeri. "Apa pun jenis obat, pastilah mengandung zat kimia di dalamnya. Obat yang diberikan dengan resep dokter saja harus hati-hati diberikan apalagi yang dijual bebas di pasar," katanya.
Obat analgetik tanpa resep umumnya sangat efektif untuk mengatasi nyeri ringan sampai sedang untuk jenis nyeri somatik pada kulit, otot, lutut, rematik, dan pada jaringan lunak lainnya, serta pada nyeri haid dan sakit kepala. Namun, obat ini tidak begitu efektif untuk nyeri viseral. "Obat analgetika tanpa resep biasanya digunakan untuk nyeri akut dan sering juga digunakan untuk terapi tambahan pada penyakit-penyakit kronik yang diikuti rasa nyeri. Namun, belum terbukti bahwa obat ini bisa menyembuhkan nyeri neuropatik," tutur dia.
Berdasarkan lokasi asalnya, nyeri dapat dikategorikan menjadi beberapa kelas yaitu nyeri somatik, viseral, dan neuropatik. Nyeri somatik adalah nyeri yang berlokasi di sekitar otot atau kulit, umumnya berada di permukaan tubuh. Nyeri viseral adalah nyeri yang terjadi di dalam rongga dada atau rongga perut. Sementara nyeri neuropatik terjadi pada saluran saraf sensorik.
Kondisi yang menyebabkan nyeri viseral, antara lain adalah iskemia (kekurangan darah) pada organ atau jaringan tubuh (seperti pada penyakit angina ectoris/serangan jantung), kejang otot perut, regangan fisik suatu organ, regangan pada usus, dan sebagainya yang semuanya terjadi di dalam rongga perut atau dada. Tidak seperti nyeri somatik, nyeri viseral ini umumnya tidak dapat dirasakan secara tepat lokasinya, kadang terasa seperti di berbagai tempat pada kulit atau otot, tapi sebenarnya berada di dalam rongga badan. dipilah sesuai dengan kekuatan antinyeri dan antidemamnya. Ada jenis yang lebih kuat menghilangkan nyeri, ada pula jenis yang lebih kuat meredakan demam. Jenis obat dipilih sesuai kebutuhan kasusnya.
Sumber: okezone.com
Friday, May 1, 2009
Posisi Tepat Perlancar ASI
http://sehat-ituindah.blogspot.com
BANYAK manfaat yang diberikan dari adanya program inisiasi menyusu dini (IMD). Tak hanya untuk si kecil, IMD juga bermanfaat untuk ibu. Karena itu, posisi yang tepat saat menyusui sangat memengaruhi lancarnya ASI.
Sumber: okezone.com
BANYAK manfaat yang diberikan dari adanya program inisiasi menyusu dini (IMD). Tak hanya untuk si kecil, IMD juga bermanfaat untuk ibu. Karena itu, posisi yang tepat saat menyusui sangat memengaruhi lancarnya ASI.
"Menyusui itu, mudah tetapi terkadang sulit dilakukan. Tetapi walaupun begitu, saya akan terus memberi ASI karena saya tahu persis efek dan kandungan dari ASI," cerita artis yang baru saja melahirkan anak keduanya, Mona Ratuliu, saat menceritakan mengapa ia melakukan IMD.
Bagi ibu, inisiasi dini bermanfaat untuk meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi, merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perdarahan sesudah melahirkan, memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi serta mengurangi stres ibu setelah melahirkan.
"Selain itu, inisiasi juga dapat mengurangi risiko osteoporosis, menurunkan berat badan lebih cepat, mengatur jarak kehamilan berikut secara alami serta secara alami dan membentuk ikatan emosional antara ibu dan bayi," ucap dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Puri Indah Jakarta, Dr Jeanne Roos Tikoalu SpA.
Kehadiran buah hati di dalam rumah tangga memang menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri untuk setiap pasangan, di mana dipercaya bahwa anak menjadi salah satu acuan sebuah rumah tangga bahagia atau tidaknya.
Setelah 9 bulan lamanya sang ibu mengandung, tentunya bukan berarti segala sesuatu atau tugas dari seorang ibu sudah terselesaikan, justru sebaliknya.
Bagi beberapa pasangan yang baru menikah mungkin akan sedikit mengalami kesulitan dalam merawat bayi, tentang bagaimana langkah yang baik dalam memijat bayi, memandikan bayi, ataupun menyusui. "Pelekatan adalah kunci keberhasilan pada bayi yang menyusui. Sebab itu, posisi sangat memengaruhi kelancaran ASI," kata Jeanne.
Ia menjelaskan, semakin sering menyusui, maka produksi ASI pun akan semakin banyak. Dan dengan posisi tepat pada saat bayi menyusu, maka ASI pun akan lebih lancar keluar. Bayi menyusu bukan pada puting, tetapi pada payudara.
Jika ASI tidak dikeluarkan, maka akan menimbulkan payudara menjadi penuh (refelks balik inhibitor). Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya inhibitor, maka yang perlu dilakukan selain dengan melekatkan bayi yang tepat dan dengan sering menyusui juga dengan menyusui bayi sesering mungkin selama bayi mau dan membiarkan bayi selesai menyusu dengan sendirinya.
Posisi yang tepat itu adalah bayi dekat dengan ibu sehingga dagu bayi menempel pada payudara ibu dan dada bayi menempel pada dada ibu. Posisi telinga bayi berada pada satu garis lurus dengan tangannya "Sangga tubuh bayi dan arahkan wajah bayi menghadap ke payudara ibu dengan hidung bayi berada di depan puting payudara," ucapnya.
Sumber: okezone.com
Subscribe to:
Posts (Atom)