ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 081342042120

Saturday, May 15, 2010

Sehat dengan Herbal

http://sehat-ituindah.blogspot.com
PENGOBATAN herbal makin diminati oleh masyarakat. Terutama pasien yang menderita penyakit cukup berat. Obat herbal dianggap sebagai harapan baru untuk kesembuhan berbagai penyakit.

Mahalnya pengobatan konvensional serta ketakutan terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini, menjadikan masyarakat banyak beralih ke pengobatan herbal. Alhasil, obat herbal pun menjadi tumpuan harapan bagi pasien dengan berbagai keluhan penyakit. Terutama penyakit yang cukup berat seperti kanker.

Melihat kondisi dewasa ini, kecenderungan gaya hidup kini mulai kembali pada penggunaan produk-produk berbahan alami. Di berbagai negara, hal ini dikenal sebagai “gelombang hijau baru” atau new green wave dalam bahasa Inggrisnya. Gerakan ini berupaya menggunakan kembali bahan-bahan yang didapat dari alam.

Dari 25.000–30.000 spesies tanaman yang ada di Indonesia, sedikitnya sebanyak 9.600 di antaranya berpotensi sebagai obat. Namun, sejauh ini baru 300 spesies tanaman yang dimanfaatkan oleh industri obat tradisional.

Menurut Dr Dwi Ratna Sari H MKK, ramuan herbal berfungsi membantu proses kesembuhan dengan cara memperkuat jaringan yang terserang serta memperbaiki kerusakannya, menghentikan pendarahan, menghilangkan racun, menghilangkan rasa sakit. “Obat herbal juga bisa meningkatkan imunitas seluler dan fungsi hormonal,” kata Dwi.

Namun sejatinya, obat herbal bekerja sebagai pelengkap, bukannya pengganti obat-obat konvensional yang telah diresepkan oleh dokter. Jadi, obat ini aman dikonsumsi meski pada saat yang sama pasien juga tengah mengonsumsi obat dari dokter. Cukup beri waktu jeda 2–3 jam setelah pasien meminum obat pemberian dokter.

Akan tetapi Dwi mengaku, tidak sedikit di antara pasiennya yang telah menolak pengobatan konvensional dan beralih ke obat herbal. Ada pula pasien kanker yang memutuskan untuk menjalani terapi herbal ketimbang mengikuti kemoterapi.

“Dengan petunjuk yang diberikan seperti mengikuti diet, banyak pasien saya yang diberi kesembuhan,” kata dokter yang berpraktik di Klinik Mulyasari Medika ini.

Selain mengonsumsi obat herbal, ada baiknya pasien kanker juga menjaga makanannya. Sebaiknya penderita kanker tidak mengonsumsi daging, terutama daging hewan yang berkaki empat. Namun, sesekali pasien diizinkan menyantap ayam kampung atau ikan. Sayuran merupakan menu wajib yang harus ada di setiap jam makan. Ketika menjalani pengobatan herbal ini, Dwi mengatakan, yang paling penting adalah kondisi kejiwaan pasien. Pasien harus selalu berpikiran positif dan rela menjalani seluruh pengobatan.

“Yang pertama, pasien harus yakin bahwa pengobatan akan membawanya kepada kesembuhan, dan sabar,” beber tim peneliti Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia.

Kesabaran diperlukan karena obat herbal tidak bekerja secara cepat, namun memerlukan waktu, berbeda dengan obat yang diberikan dokter. Pengobatan herbal ini memang banyak dicari oleh pasien kanker.

Sayangnya, menurut Ketua Umum Perhimpunan Peneliti Bahan Alam Dr Maksum Radji, belum banyak orang yang meneliti khasiat obat herbal secara in vivo (langsung kepada pasien kanker) manusia. Namun secara sektoral, Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), Jakarta, dan Rumah Sakit Dokter Sutomo, Surabaya, telah memulainya. Beberapa rumah sakit di Indonesia saat ini memang menyediakan poli herbal. Pengobatan secara herbal ini pun di beberapa tempat telah di-cover oleh Askes.

Maksum menambahkan, tata laksana dari Departemen Kesehatan masih tetap memakai obat sintetis, kemoterapi, dan penerapan teknologi kanker modern. Diharapkan obat herbal bisa mendampingi kemoterapi dan bersifat saling mendukung satu sama lain.

Menurut Hematologis dan Internis RSKD Profesor Dr dr Arry Harryanto Reksodiputro SpPDKHOM, obat herbal cukup efektif untuk meningkatkan imunitas tubuh pasien kanker. Pernyataannya itu didasari oleh studi yang dilakukannya kepada 15 pasien kanker nasofaring di RS Dharmais selama satu tahun terakhir. Dalam studinya tersebut, Arry memakai jenis obat herbal yang berasal dari ekstrak obat herbal China bernama tien-hsien liquid. Obat ini berisi beragam kandungan, di antaranya Cordyceps sinensis, Oldenlandia diffusae, Indigo pulverata levis, dan Polyporus umbellatus.

Penelitian dilakukan terhadap pasien kanker nasofaring yang telah menjalani terapi kemoterapi atau radiasi. Hasilnya, pemberian obat herbal selama empat pekan dapat meningkatkan imunitas pasien kanker yang biasanya menurun akibat kemoterapi ataupun radiasi.

Menurut Arry, obat herbal di China rata-rata berkhasiat meningkatkan fungsi-fungsi sel darah yang berperan dalam respon imun. Lebih jauh Arry mengatakan, sebagian besar obat herbal tidak mempunyai efek membunuh sel kanker secara langsung—berbeda dengan obat sintetis, yang langsung menyerang sel kanker.

“Obat herbal bersifat suportif, seperti menimbulkan nafsu makan, menghilangkan rasa sakit, membuat orang tidak lemas lagi, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Dia menjelaskan, penelitiannya ini masih bersifat preliminary study atau baru evaluasi pendahuluan. Untuk melihat secara holistik, harus lebih banyak lagi studi yang mesti dilakukan kepada pasien kanker. Ke depan, bukan tidak mungkin ada interaksi antara obat herbal dan modern.

Atau sebaliknya, obat herbal malah memperkuat efek dari kemoterapi. Adapun obat herbal masih perlu sinkronisasi dari penelitian di batas in vitro ke penelitian in vivo. Menurut Maksum, yang masih menjadi kendala adalah perhitungan dosisnya.
Sumber: www.okezone.com

Mengenali Cacingan pada si Kecil

http://sehat-ituindah.blogspot.com
ANAK-ANAK rentan terkena cacingan. Selalu menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan menjadi kunci utama mencegah anak terkena cacingan.

Jangan anggap sepele cacingan karena jika tidak cepat memberantas parasit ini, dikhawatirkan anak akan kekurangan nutrisi. Cacing akan menyerap zat gizi dalam tubuh dan membuat kurus anak yang diserang. Dampaknya bagi si penderita ternyata tak kalah berbahaya ketimbang penyakit lain. Apalagi yang jadi korban kebanyakan adalah anak-anak. Akibatnya selain perkembangan fisiknya terganggu, kemampuan otak pun bisa terhambat.

Ciri-ciri anak cacingan

Mengenai kaki kasar dan belekan merupakan ciri-ciri cacingan, alangkah baiknya jika Moms memeriksakan ke dokter spesialis anak untuk lebih memastikan lagi apakah si kecil memang cacingan atau tidak. Umumnya ciri anak cacingan

Seperti dikutip dari Mom & Kiddie, dr Muhidin SpA dari Rumah Sakit Harapan Bunda, Jalan Raya Bogor Km 22 Nomor 24, Rambutan, Jakarta Timur menjelaskan ciri-ciri anak kena cacingan adalah:
- Pucat, lesu, tidak bergairah.
- Gangguan pertumbuhan seperti berat badan tidak naik meski nafsu makan besar.
- Kurus namun berperut buncit.
- Anak gelisah di malam hari dan suka menggaruk pantatnya.
- Gangguan lambung dan usus seperti mulas dan diare berkala atau sebaliknya, sulit buang air besar.
- Batuk-batuk.

Cacing tambang dan cacing kremi

Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Sekira seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembap, dengan tingkat kebersihan yang buruk.
Cacing kremi paling sering ditemukan kebanyakan pada anak. Infeksi dapat pada seluruh lapisan sosio ekonomi. Jika satu keluarga terkena bukan berarti standar higienis keluarga tersebut buruk. Gejalanya gatal di daerah anus bisa juga di vulva vagina. Jika anak ibu tidur nungging, cari dulu apa penyebabnya? Apakah karena anusnya gatal? Atau karena apa? Jika ia terlihat menggaruk-garuk area sekitar anus bisa jadi anak Moms terkena cacing kremi.

Cegah cacingan
- Ajari anak untuk selalu membiasakan mencuci tangan dengan sabun sehabis bermain, sebelum makan, dan sesudah makan.
- Potong kuku anak secara teratur. Kuku panjang bisa menjadi tempat bermukim larva cacing. Cucilah sayuran di air mengalir dan masaklah daging hingga benar-benar matang.
- Biasakan agar anak tidak memasukkan tangan ke dalam mulut.
- Beri obat cacing enam bulan sekali untuk memotong siklus hidup cacing. Anda bisa memulainya ketika anak berusia enam bulan.
- Jaga selalu kebersihan sanitasi lingkungan.
Sumber: www.okezone.com

Monday, May 3, 2010

Influenza Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal

http://sehat-ituindah.blogspot.com
DALAM tubuh, ginjal memiliki peran kunci. Tidak hanya menyaring darah dan membersihkan limbah tubuh, namun juga menjaga keseimbangan tingkat-tingkat elektrolit, mengontrol tekanan darah, dan menstimulasi produksi sel-sel darah merah.

Ginjal terletak di belakang perut, satu kiri dan satu kanan tulang belakang. Ginjal mendapat suplai darah melalui srteri-arteri ginjal langsung dari aorta dam mengirim balik darah ke jantung melalui pembuluh vena ginjal.

Glomerulonefritis merupakan salah satu penyakit ginjal yang biasa disebut dengan peradangan ginjal. Penyakit ginjal yang biasa disebut dengan peradangan ginjal. Penyakit ini ditandai dengan peradangan sebagian glomeruli ginjal. Kondisi ini dapat terjadi ketika sistem imun tubuh lumpuh.

Antibodi dan zat-zat lainnya membentuk partikel dalam aliran darah yang terjebak dalam glomeruli. Hal ini menyebabkan peradangan dan membuat glomeruli tidak dapat bekerja dengan baik. Glomerulonefritis merupakan penyebab terbesar penyakit ginjal tahap akhir selain hipertensi, penyakit ginjal polikistik, dan penyakit ginjal obstruksi infeksi.

Glomerulonefritis bisa menyerang semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, umumnya glomerulonefritis terjadi pada usia 5-10 tahun. Sedangkan pada orang dewasa biasanya terjadi pada usia 20-30 tahun. Perlu diketahui, glomerulonefritis ini merupakan penyebab utama gagal ginjal tahap akhir

Kuman dan Virus

Glomerulonefritis dibagi menjadi beberapa jenis, yakni akut dan kronik. Glomerulonefritis akut terjadi mendadak tanpa ada gejala sebelumnya. Sedangkan glomerulonefritis kronik sudah menahun dan menimbulkan infeksi yang berulang. Menurut dr. Agatha Lita Kapojos, Sp.PD dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, penyebab utama glomerulonefritis adalah kuman.

"Penyebab utama glomerulonefritis akut adalah infeksi dari kuman stafilokokus," katanya.

Namun tak semua glomerulonefritis disebabkan oleh kuman atau bakteri. Masih ada penyebab lain, antara lain, virus dan parasit. Virus yang dimaksud, antara lain, virus hepatitis B, vanisula, dan virus influenza. Sementara parasit yang bisa menyebabkan munculnya penyakit ini adalah malaria dan toxoplasma.

Seperti yang sudah disinggung, fungsi utama ginjal adalah menyaring zat-zat yang terdapat di dalam tubuh. Kuman dan virus juga ikut tersaring, sehingga kemudian terjebak di dalam ginjal dan menyebabkan peradangan ginjal.
"Antibodi yang berada di sirkulasi darah akan menuju ke ginjal dan kemudian disaring di tempat itu. Kuman yang terperangkap akan bercampur dengan antibodi lainnya," terangnya.

Pada saat tubuh terserang berbagai kuman dan virus, bahkan parasit, tubuh akan membentuk antibodi. Antoimun pun terjadi dan membuat tubuh memberikan reaksi yang salah.

Gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak atau secara menahun. Bahkan seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala. Ada beberapa gejala yang muncul, antara lain, mual-mual, kurang darah atau anemia, warna urin yang menyerupai air cucian daging, sakit kepala, dan lebam pada bagian wajah khususnya pada pagi hari.

"Pada awalnya, gejala bengkak akan terjadi hanya di sekitar mata dan wajah. Tapi lama-kelamaan bisa kebagian lainnya juga," sambungnya.

Ada juga gejala penyerta lainnya seperti badan terasa lemah dan tidak ada nafsu makan.

Diagnosis dan Pengobatan.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Dalam pemeriksaan laboratorium ini, urin pasien diperiksa untuk mengetahui apakah ada albumin di dalamnya atau tidak.

“Akan dilakukan pemeriksaan C3 untuk melihat apakah urin pasien mengandung protein tinggi atau tidak,” katanya.

Asal tahu saja, karena ginjal tidak berfungsi dengan baik, protein akan ikut larut ke dalam urin dan tidak tersaring oleh ginjal.

Pengobatan glomerulonefritis tergantung pada penyebab penyakit, apakah akut atau kronis, tingkat keparahan kerusakan ginjal, dan usia dan komorbiditas pasien.

Untuk glomerulonefritis akut, pengobatan ditujukan untuk membantu menghilangkan kelebihan cairan dan mengontrol tekanan darah tinggi. Terapi-terapi jangka panjang diperlukan hanya untuk gagal ginjal stadium akhir, yakni dengan cara transplantasi ginjal.

Pemberian antibiotik jenis pinisilin ditujukan untuk memberantas semua sisa infeksi. Antibiotik ini tidak mempengaruhi beratnya glomerulonefritis, tetapi mengurangi penyebaran infeksi stafilokokus yang mungkin masih ada.

“Pemberian antibiotik selama 10 hari untuk menghilangkan sisa-sisa kuman yang masih terdapat dalam tubuh, ginjal khususnya,” katanya.

Dianjurkan juga kepada pasien untuk beristirahat kurang lebih satu bulan untuk memulihkan ginjal dan kondisinya. Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan penyakit, penyebab, dan gejala.

Selain itu, glomerulonefritis juga dapat dicegah dengan cara mengatur pola hidup sehat, mengurangi kopi, alkohol, rokok, dan memperbanyak minum air putih.
Sumber : okezone.com

Sunday, April 25, 2010

Inilah Bahaya Gemar Membuat Tato & Tindikan

http://sehat-ituindah.blogspot.com

JIKA Anda pencinta tato atau tindik tubuh, kini saatnya Anda menggigit jari. Pasalnya, tato ataupun tindik tubuh ternyata memiliki bahaya yang membuat Anda berpikir ulang melakukannya. Apa pasal?

Berdasarkan berita dari The Sun, seorang wanita di Caerphilly baru-baru ini meninggal karena keracunan darah dua hari setelah lidahnya ditindik.

Meski kisah-kisah menakutkan seperti ini sudah banyak terungkap, namun data publik figur yang melakukan "body art" di Amerika masih saja meningkat. Terbukti, sebesar 14 persen publik figur di Amerika menindik tubuh mereka dan hampir seperempat memiliki tato.

Selebriti seperti Angelina Jolie dan Megan Fox termasuk di dalamnya. Dan jumlah tato dan piercing salon di jalan-jalan menunjukkan bahwa angka tersebut terus meningkat.

Lantas, bagaimana dengan bahaya medis? Ada banyak. Dalam survei yang dilakukan di Inggris, sebanyak 95 persen dari dokter telah melihat komplikasi perforasi.

Semua orang tahu tentang risiko hepatitis B dan C-dan mungkin bahkan HIV-dari jarum suntik. Akan tetapi, bagaimana risiko tersebut berhubungan dengan seni tubuh.

Memang, tato dan tindikan biasanya dikaitkan dengan orang yang tengah menjalani hukuman penjara dengan gigi patah dan berbagai aktivitas yang mengambil risiko -seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol- yang terkait dengan risiko HIV dan hepatitis. Namun, waktu telah berubah. Kini, hal itu telah dianggap sebagai suatu seni tubuh yang sangat umum dimiliki, baik pria maupun wanita.

Meski begitu, Anda harus tau risiko yang harus ditanggung ketika memiliki beragam seni tubuh. Infeksi, contohnya, merupakan salah satu risiko yang harus dipersiapkan. Sebab, dilaporkan tetanus dan penyebaran zat beracun lainnya setelah "pengeboran" lewat aksi piercing dapat membahayakan jiwa.

Kuman kecil yang berada pada jarum, dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. Bahkan, jika Anda menghindari kuman, karya seni tubuh terbaru yang terbuat dari logam atau cat masih bisa menghadirkan malapetaka.

Pembengkakan dan perdarahan adalah kasus yang umum dialami setelah piercing atau tato. Piercing dapat memakan waktu lama untuk masa penyembuhkan. Selain itu, tindikan dan tato dapat menyebabkan reaksi alergi berupa kemerahan, gatal, dan kekecewaan dalam bentuk pengharapan bahwa ia dapat menghabiskan uang untuk sesuatu yang lebih relevan.

Beberapa situs cenderung menjadi pemicu banyak orang tertarik melakukan tindikan ataupun tato. Padahal, tindikan pada telinga dapat bermain sampai tulang rawan, tindikan pada puting payudara juga dapat menginfeksi suatu implan, sedangkan tindikan pada lidah dapat merusak gigi.

Sementara itu alat kelamin, jangan pernah mencoba untuk mengutak atik dengan menaruh tato ataupun tindikan. Sebab secara harfiah, pada alat kelamin terdapat pembuluh darah, saraf, dan saluran kencing, di mana semua ini adalah anggota tubuh yang sangat berisiko tinggi jika ditindik.
Sumber : okezone.com

Cuaca Tingkatkan Risiko Kanker Prostat

http://sehat-ituindah.blogspot.com

PENYEBAB kanker prostat kembali ditemukan. Sebuah penelitian terbaru ini menyebutkan cuaca dan iklim yang ekstrem di sebuah kota memiliki risiko tinggi warganya untuk menderita kanker prostat.

Penelitian yang dilakukan di Idaho State University, Amerika Serikat menunjukkan ada hubungan antara kekeringan, cuaca dingin dengan meningkatnya risiko menderita kanker prostat. “Kami menemukan bahwa cuaca dingin dan curah hujan yang rendah sangat berkorelasi dengan kanker prostat,” kata peneliti Sophie St-Hilaire dari Idaho State University, Amerika Serikat seperti dikutip Healthday.com.

Dia menambahkan, tren yang ada konsisten dengan apa yang diharapkan mengingat iklim berdampak terhadap pengendapan, penyerapan, dan degradasi polutan organik yang persisten termasuk pestisida.

St-Hilaire dan rekan-rekannya mempelajari tingkat risiko kanker prostat di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan mencari hubungan antara pola cuaca lokal. Akhirnya mereka menemukan fakta bahwa hubungan antara cuaca dan kanker prostat mungkin ada karena cuaca dingin memperlambat degradasi polutan. Menurut informasi latar belakang dalam penelitian ini, kanker prostat akan menyerang seki-tar satu dari enam pria. Laporan ini menyebutkan bahwa penderita umumnya berada di belahan bumi utara.

“Penelitian ini memberikan hipotesis tambahan untuk distribusi penderita kanker prostat di belahan utara dan selatan, yang dibangun pada anggapan bahwa orang yang ada di lintang utara mungkin kekurangan vitamin D akibat paparan radiasi ultraviolet (UV) rendah selama musim dingin,” sebut St-Hilaire.

Selanjutnya, dia juga menambahkan, “Studi kami menunjukkan bahwa di samping kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan paparan terhadap radiasi UV, kondisi meteorologi lainnya ternyata juga dapat secara signifikan memengaruhi timbulnya kanker prostat,” jelasnya.

Penelitian lainnya menemukan, pria tidak subur atau mandul akan berisiko dua kali lipat terserang kanker prostat dibandingkan pria yang subur. Studi ini dilakukan di Washington, Amerika Serikat terhadap lebih dari 20.000 orang. Parahnya, tipe kanker prostat yang menyerang pria mandul biasanya yang tipe ganas, mudah menyebar dan sulit disembuhkan. Temuan ini menunjukkan, pertumbuhan sel kanker dan kekurangan produksi sperma memiliki asal mula yang sama. Karena itu, pria yang dinyatakan mandul atau infertil dianjurkan segera memeriksakan diri untuk mendeteksi adanya kanker prostat. Penelitian ini dipublikasikan oleh jurnal Cancer.

Para peneliti membandingkan catatan kesehatan 22.000 pria yang berada di California IVF klinik dengan pria dari usia yang sama dari populasi umum. Mereka didiagnosis sebagai pria subur yang dinyatakan sehat dan bisa bebas dari kanker prostat. Kalaupun terserang, maka akan mudah disembuhkan karena tumor prostat masih dalam tingkat tumor jinak.

Sementara, bagi pria tak subur, peluang untuk mengobati kanker adalah 2,6 kali lebih sulit. Tim peneliti dari University of Washington ini menyebutkan, pria yang belum punya anak, sebaiknya memeriksakan tingkat kesuburannya. Sebab, infertilitas pada pria bisa terjadi secara biologis, seperti kekurangan kromosom seks, atau gaya hidup yang tidak sehat.

Kanker prostat adalah kanker yang paling umum ditemui di kalangan pria dan menjadi pembunuh terbesar kedua setelah kanker paru-paru. Hal itu didasarkan pada sejumlah penelitian di Amerika Serikat. Walau di Asia masih tergolong sedikit penderitanya, data dari 13 fakultas kedokteran negeri di Indonesia menunjukkan penderita kanker prostat termasuk tinggi.

Penyakit ganas ini tak bisa diabaikan karena telah membunuh sekitar 10.000 lelaki setiap kasus. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang punya riwayat penyakit tersebut.

Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini. Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diamdiam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya.

Itu sebabnya, penting sekali bagi pria dewasa untuk menjalani uji rektal digital yang memungkinkan dokter menemukan benjolan atau pembesaran pada prostat. Selain itu ada juga prostatespecific antigen blood test yaitu uji darah untuk mendeteksi sejenis protein yang keluar dari prostat apabila ada tumor.

Apabila dokter menemukan kanker, pengobatannya akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran tumor, kecepatan pertumbuhannya, dan apakah penyakit itu telah menyebar ke luar prostat.

Pengobatan untuk ini antara lain dengan radiasi, pengangkatan prostat melalui pembedahan, dan terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron.
Sumber : okezone.com

Monday, April 19, 2010

Mioma Uteri Dapat Gugurkan Kandungan

http://sehat-ituindah.blogspot.com
MIOMA adalah tumor yang bercokol pada alat reproduksi wanita. Hingga kini, jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakan ke dokter.
Namun menurut perkiraan, sekitar 20-30 persen terjadi pada wanita usia produktif. Mioma uteri bisa menyebabkan wanita infertil atau susah hamil karena letak mioma membuat saluran sel telur buntu.

Mioma bisa juga tumbuh di alat reproduksi yang lebih dalam. Mioma ini lebih parah karena dapat menyebabkan keguguran. Gangguan lainnya ialah berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, perdarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta.

Pertumbuhan mioma dipengaruhi oleh perubahan rangsangan esterogen. Mioma jarang ditemukan pada wanita yang belum mengalami menstruasi. Di atas usia produktif, mioma pada seorang wanita akan mengecil karena kadar esterogennya sudah berkurang. Mioma paling sering ditemukan pada perempuan yang secara tidak sengaja memeriksakan diri ke dokter kandungan. Mioma ini sendiri berasal dari otot polos rahim dan pada beberapa kasus ditemukan berasal dari otot polos pembuluh rahim.

Faktor Penyebab dan Gejala

Ukuran fibroid bervariasi, mulai dari 1-30 cm. Jumlahnya pun sangat variatif. Bisa hanya satu, bisa pula dijumpai dalam jumlah yang banyak. Menurut dr Sigit Purbadi SpOG dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta, letak mioma pun bervariasi. Ada yang terletak di tengah otot rahim dan ada yang terdapat di tepi otot rahim dan cenderung menonjol ke luar dinding rahim.

Sampai saat ini penyebab pasti fibroid tidak diketahui. Tetapi para ahli setuju bahwa fibroid dihubungkan dengan faktor bakat yang dipicu oleh hormon estrogen.

“Penyebab mioma merupakan otot-otot rahim tertentu yang sensitif terhadap rangsangan hormon estrogen. Pada orang gemuk lemaknya bisa menjadi estrogen dan merangsang otot menjadi hipersensitif dan membuatnya menjadi tumbuh berlebihan,” terangnya.

Pada umumnya wanita yang mengidap mioma uteri tidak mengalami gejala secara khusus. “Mioma 50-60 persen tidak memiliki gejala dan yang timbul gejala biasanya perdarahan dan bisa karena haid yang sangat banyak atau pendarahan yang tidak teratur sehingga pasien tidak tahu benar haidnya. Bahkan di luar,” sambungnya. Penderita juga akan merasakan nyeri sesaat setelah berhubungan seksual atau ketika terjadi penekanan pada panggul.

Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar ini dapat menekan saluran kemih, sehingga frekuensi buang air kecil sangat sering. Bahkan bisa menyebabkan pembengkakan ginjal.

Diagnosa dan Pengobatan

Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan USG. “Diagnosa secara kebetulan artinya ketika dia ingin periksa (medical check up) dan gejala yang lain, ternyata ditemukan mioma di dalam rahimnya,” katanya.

Untuk mioma yang ukurannya kecil dan tidak membesar, cukup dilakukkan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali. Dengan kata lain, pengobatan dilakukan atas indikasi yaitu menghilangkan gejala timbul. “Jika mioma itu tidak mengganggu proses reproduksi, ya tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya,” ujarnya.

Namun untuk mioma yang tumbuh membesar dan menyebabkan rasa penuh dalam perut, perlu dilakukan pembedahan. Di sini biasanya dokter akan bertanya terlebih dahulu kepada pasien apakah masih akan menggunakan lagi rahimnya untuk proses reproduksi. Jika tidak ada kemungkinan, dokter akan mengangkat mioma beserta dengan rahim yang sebagian besar sudah dipenuhi dengan mioma.

Pencegahan


Meskipun mioma bisa diatasi dengan operasi, mioma bisa kembali tumbuh. Namun dalam frekuensi yang kecil. Tidak ada hal khusus yang bisa dilakukkan untuk mencegah kembalinya mioma yang tumbuh. Ada baiknya setiap wanita melakukan cek kesehatan reproduksi secara teratur setiap tahun.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan paps smear bagi perempuan yang sudah berhubungan seksual, pemeriksaan USG melalui vagina atau melalui dubur bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual.
Sumber : okezone.com

Tuesday, April 13, 2010

Minuman Soda Bisa Membunuh Sperma

http://sehat-ituindah.blogspot.com
BAGI pasangan menikah, memiliki momongan adalah karunia tak terhingga. Namun jika hingga dua tahun (evaluasi kesuburan awal) rahim tak juga menunjukkan tanda positif, kecurigaan mulai muncul.
Soal kesuburan, sperma memainkan peran cukup penting, baik kualitas maupun jumlahnya. Fakta mengejutkan datang dari Universitas Kopenhagen, Denmark. Para peneliti mengungkap bahwa jumlah sperma peminum soda lebih rendah daripada mereka yang menjauhkan diri dari minuman ringan berkarbonasi. Demikian seperti dilansir Asylum, Selasa (13/4/2010).

Penelitian dilakukan menanggapi peningkatan konsumsi soda di kalangan remaja Denmark. Kemudian, para peneliti menguji kualitas sperma terhadap 2.500 pria muda. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi seliter soda per hari rata-rata memiliki 35 juta sperma per mililiter, sedangkan mereka yang menghindari konsumsi minuman mengandung gula rata-rata memiliki 50 juta sperma per mililiter. Hal ini kemungkinan akibat gaya hidup penikmat soda fanatik yang buruk bagi kesehatan sperma secara keseluruhan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan indikasi bahwa kafein bisa menjadi penyebab infertilitas karena kerap dikonsumsi bersama gula. Namun, untuk konsumsi teh dan kopi, penelitian sebelumnya mengungkap bahwa kedua minuman tidak secara signifikan mengurangi jumlah sperma atau meningkatkan infertilitas.
Sumber : okezone.com