BLOG INI BERISIKAN KUMPULAN ARTIKEL KESEHATAN TERBARU, INFO KESEHATAN, INFO PENYAKIT, TIPS SEHAT, PANDUAN HIDUP SEHAT , DSB YANG DAPAT MENJADI REFERENSI BAGI YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI KESEHATAN. SEHAT YUK...
ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)
Tuesday, April 7, 2009
Diet Sehat Hindari Hipertensi
http://sehat-ituindah.blogspot.com
MAKANAN dan kesehatan memiliki hubungan erat. Pola makanan yang tidak sehat sangat memengaruhi kesehatan seseorang.
Sumber: okezone.com
MAKANAN dan kesehatan memiliki hubungan erat. Pola makanan yang tidak sehat sangat memengaruhi kesehatan seseorang.
Sumber: okezone.com
Monday, April 6, 2009
Anyang-anyangan Sebabkan Infeksi Saluran Kemih
http://sehat-ituindah.blogspot.com
JIKA Anda merasa sakit dan nyeri pada bagian bawah perut, di atas tulang kemaluan, dan bahkan merasakan anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil lagi, waspadalah! Itu salah satu gejala Anda terkena infeksi saluran kemih.
Sumber: Okezone.com
JIKA Anda merasa sakit dan nyeri pada bagian bawah perut, di atas tulang kemaluan, dan bahkan merasakan anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil lagi, waspadalah! Itu salah satu gejala Anda terkena infeksi saluran kemih.
Infeksi saluran kemih, menurut dr Mahatma Putra, SpU dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, dapat dibagi atas dua bagian, yaitu infeksi saluran kemih dengan penyulit dan infeksi saluran kemih tanpa penyulit. Disebut infeksi saluran kemih dengan penyulit jika ada batu dalam saluran kemih dan terjadi penyumbatan prostat. Dan disebut tak ada penyulit jika murni terinfeksi oleh kuman dari luar yang masuk ke saluran kencing.
Penyebab dan Gejala
Infeksi saluran kemih bisa menimpa siapa saja, laki-laki maupun perempuan. Tapi perempuan lebih cenderung dan mempunyai potensi lebih besar menderita infeksi saluran kemih. "Kodrat wanita itu saluran uretra atau buang air kecil itu lebih pendek, sekitar 4 cm dan posisinya berada dekat dua lubang," kata dr Mahatma. Karena ukuran yang pendek, kuman mudah masuk.
Faktor penyebab lain adalah cara cebok yang salah, seperti dari belakang ke depan, pun dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Cara seperti ini sama saja dengan menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing. Suka menahan buang air kecil juga bisa menyebabkan infeksi saluran kemih karena kebiasaan ini memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Tidak buang air kecil sebelum melakukan hubungan seksual, memiliki riwayat penyakit kencing dapat juga menjadi penyebab infeksi saluran kemih.
Ada infeksi yang terjadi tanpa gejala. Tapi sebagian orang mengalami beberapa gejala tertentu. Menurut dr Mahatma, gejalanya sendiri tergantung pada letak lokasinya. Jika infeksi itu sudah menyerang ginjal, suhu tubuh akan tinggi, sakit di daerah pinggang dan air kencing yang keruh. Jika infeksinya sudah menyerang perut bagian bawah, gejala yang muncul adalah anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil terus-menerus, muncul rasa sakit pada saat buang air kecil, terutama pada bagian akhir. "Tak jarang pada saat buang air kecil, keluar darah," katanya.
Pasien usia lanjut pun mengalami gejala. Hanya saja tidak spesifik. Perubahan mental atau kesadaran yang terganggu sering merupakan satu-satunya gejala infeksi saluran kemih pada orang usia lanjut.
Infeksi yang terjadi tanpa gejala tidak lantas disebut aman. Justru infeksi tanpa gejala itulah yang berbahaya karena infeksi akan berjalan terus-menerus tanpa disadari oleh penderita sehingga menjadi kronis. Perempuan yang sudah tiga kali mengalami infeksi saluran kemih, umumnya akan mengalami infeksi saluran kemih pun dapat berisiko terkena infeksi saluran kemih karena adanya perubahan hormonal dan perubahan posisi saluran kemih selama kehamilan, yang membuat bakteri lebih mudah masuk ke ureter dan ginjal.
Kuman yang paling sering menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih, antara lain, Escherichia coli atau E.coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Dari ketiga kuman tersebut, penyebab paling utama adalah E. Coli yang ada dimana-mana, termasuk dalam tinja manusia. Kuman yang masuk ke saluran kemih menyebabkan infeksi dengan beberapa cara, antara lain penyebaran langsung dari tempat infeksi terdekat, penyebaran melalui pembulu darah, dan penyebaran melalui getah bening.
Pengobatan
Untuk mengetahui apakah seorang mengalami infeksi saluran kemih atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan. Selain melihat gejala yang dialami, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan urin untuk mendeteksi adanya nanah atau bakteri. Penderita biasanya diminta mengumpulkan sampel urinnya setelah membersihkan daerah kewanitaan. Urin yang dikumpulkan adalah urin "porsi tengah".
Membersihkan daerah genital dan mengumpulkan urin "porsi tengah" merupakan cara agar tidak terjadi kontaminasi oleh bakteri lain yang mempengaruhi hasil pemeriksaan. Pemeriksaan urin ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada sel darah putih, sel darah merah, dan bakteri dalam urin. Bila ada bakteri, langkah selanjutnya adalah mengembangbiakkan bakteri itu sehingga dapat diketahui jenisnya. Kemudian dilakukan tes sensitivitas bakteri tersebut terhadap berbagai jenis obat antibiotika.
Jenis dan lamanya pemberian obat antibiotika tergantung pada riwayat perjalanan penyakit dan tes urin untuk mengidentivikasi bakteri penyebab. Tes sensitivitas sangat membantu dokter untuk memilih jenis antibiotika yang paling efektif. Sering kali infeksi saluran kemih dapat dismebuhkan hanya dalam satu atau dua hari pengobatan, jika tidak ada komplikasi karena adanya sumbatan atau kelainan.
Umumnya dokter akan memberikan antibiotika selama satu atau dua minggu untuk memastikan apakah infeksi sudah benar-benar sembuh atau tidak. Selanjutnya akan dilakukan urinalisis ulangan. Pemeriksaan urinalisis ulangan akan membantu mengkomfirmasi bahwa saluran kemih sudah bebas dari infeksi. "Jika terdapat batu, pengobatannya bisa ditembak atau dengan melakukan operasi," ungkapnya. Dengan antibiotika yang mencukupi, umumnya infeksi saluran kemih dapat teratasi.
Sumber: Okezone.com
Saturday, April 4, 2009
Tali Pusat Bayi Bau? Awas, Infeksi!
http://sehat-ituindah.blogspot.com
BAU badan bayi, kerap membuat gemas. Memang, umumnya bayi memiliki aroma nan khas, apalagi bayi yang baru lahir. Membuat hidung Mom tak henti-hentinya melekat di tubuhnya yang wangi. Duh, gemasnya...
Sumber: okezone.com
BAU badan bayi, kerap membuat gemas. Memang, umumnya bayi memiliki aroma nan khas, apalagi bayi yang baru lahir. Membuat hidung Mom tak henti-hentinya melekat di tubuhnya yang wangi. Duh, gemasnya...
Sebaliknya, koq bayi Mom menebarkan bau yang tidak sedap dari tali pusatnya? Ups, bisa jadi ini indikasi bahwa bayi Anda sakit.
Berikut ini penjelasan lengkap dr Yusnita SpA dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok, seperti:
Infeksi Tali Pusat
Pada bayi baru lahir, bau tidak sedap merupakan satu indikasi bahwa bayi Anda terinfeksi pada tali pusatnya. Sebenarnya, hanya sebagian kecil saja masih ditemui adanya infeksi tali pusat atau omphalitis pada bayi baru lahir. Angka kejadiannya sekitar 2 persen dari jumlah bayi yang baru lahir. Kondisi ini bisa jadi memburuk atau malah sebaliknya, tergantung perawatan yang diberikan setelah ibu dan bayinya kembali ke rumah.
Lembap dan Kurang Bersih
Tali pusat biasanya puput atau lepas dalam tempo satu minggu setelah bayi lahir, tapi ada pula bayi yang hanya butuh 1-3 hari untuk putus tali pusarnya. Sementara itu, lukanya akan sembuh dalam tempo 15 hari. Sebelum lukanya sembuh, tali pusat merupakan jalan masuknya kuman atau bakteri ke dalam tubuh.
Memang gampang-gampang susah merawat tali pusat yang belum puput. Tapi jangan khawatir Moms, yang terpenting tetap dijaga kebersihannya. Infeksi itu sendiri timbul akibat sisa tali pusat yang tidak dijaga kebersihannya. Apalagi sisa tali pusat umumnya dalam keadaan lembab yang memudahkan bakteri atau kuman berkembang sehingga menimbulkan infeksi.
Tapi, bukan berarti bayi Anda tidak mandi selama tali pusatnya belum puput atau lepas loh! Dokter menyarankan agar tali pusatnya tidak terlalu lama kontak dengan air, kemudian keringkan dengan handuk yang bersih dan dilakukan dengan sangat hati-hati.
Usahakan tali pusat tersebut kontak dengan udara terbuka, yang mempercepat keringnya sisa tali pusat. Tapi, hindari kontak langsung dengan air kencing si bayi, air kencing tersebut menjadi salah satu penyebab timbulnya infeksi pada tali pusat bayi.
Selain itu, agar kebersihan tali pusat tetap terjaga, balutan dan ikatan tali pusat harus diganti secara rutin sampai sisa tali pusat kering dan lepas dengan sendirinya.
Kenali Gejalanya
Nah, tanda-tanda yang perlu dicurigai bila tali pusat si kecil terinfeksi adalah timbulnya bau yang menyengat pada daerah yang terinfeksi. Umumnya berwarna merah dan bengkak hingga mengeluarkan nanah.
Jika pembengkakan kurang dari 1 cm yang terjadi di sekitar pangkal tali pusat, umumnya tubuh tidak mengalami demam atau panas. Juga tidak memengaruhi kebutuhan bayi seperti minum susu atau ASI, dan bisa dilakukan pengobatan lokal.
Akan tetapi, bila kondisi tersebut meluas atau timbul kemerahan di sekitar perut bayi atau bayi mengalami distensi abdomen yang disertai demam, perut kejang hingga tidak mau minum susu atau ASI, sebaiknya segera dibawa ke klinik atau rumah sakit terdekat agar dilakukan pengobatan dan perawatan lebih intensif.
Jika tidak segera diatasi, infeksi tersebut bisa menimbulkan penyakit tetanus dan dengan cepat menyebabkan sepsis. Penyakit tetanus biasanya timbul karena masuknya kuman tetanus melalui luka tali pusat. Kuman tersebut bisa masuk karena saat pemotongan tali pusat menggunakan alat yang tidak tepat, atau karena perawatan tali pusat yang tidak steril.
Sedangkan, sepsis adalah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengancam nyawa seseorang yang ditemukan pada tubuh yang terinfeksi. Pengenalan dan pengobatan secara dini terhadap infeksi tali pusat sangat penting untuk mencegah terjadinya sepsis. Waspadailah jika Anda mengenali gejala-gejala tersebut pada buah hati Anda.
Prosedur Pengobatan
Mengatasi infeksi tali pusat dapat dilakukan dengan dua cara tergantung pada ringan tidaknya gejala yang ditimbulkan dari infeksi tersebut. Pengobatan lokal atau terbatas bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:
- Sebelum membersihkan tali pusat, cuci tangan Anda hingga bersih dan bebas dari kuman atau bakteri, kemudian keringkan dengan tisu atau handuk yang bersih dan kering. Hal ini untuk menghindari kuman atau bakteri dari tangan Anda pindah ke tali pusat bayi yang tengah terinfeksi.
- Bersihkan tali pusat dengan menggunakan larutan antiseptik seperti larutan klorheksi dan atau iodium povidon 2,5 persen dengan kain kasa yang bersih.
- Lakukan pengobatan ini delapan kali sehari sampai tali pusat tidak lagi bernanah atau kering. Lakukan ini kapan saja bila memungkinkan.
Infeksi Berat
Sedangkan, untuk mengatasi infeksi tali pusat yang berat atau meluas:
- Segera konsultasikan kepada dokter yang bersangkutan.
- Dokter biasanya memberikan obat antibiotik untuk membunuh penyebaran infeksi akibat kuman.
- Sembari menunggu perkembangan lebih lanjut, ambil sampel darah dan kirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan kultur dan sensivitas.
- Cari tanda-tanda sepsis.
- Dan bila hasilnya positif bahwa infeksi tali pusat pada bayi telah meluas atau berat, sebaiknya segera dirujuk ke klinik atau rumah sakit agar dilakukan pengobatan dan perawatan lebih intensif, di bawah pengawasan tenaga medis setempat.
Sumber: okezone.com
Friday, April 3, 2009
Hormon Relaxine Bantu Atasi Gagal Jantung
http://sehat-ituindah.blogspot.com
Relaxine, hormon alami yang membantu wanita agar bisa beradaptasi dengan kehamilannya, menunjukkan hasil yang positif untuk perawatan gagal jantung akut. Demikian sebuah penelitian mengungkap.
Para periset, dari Amerika Serikat dan Italia, yang menyampaikan temuan ini dalam Konferensi Tahunan American College of Cardiology menyatakan, hormon ini membantu pasien agar bisa bernapas dengan lebih mudah.
Hormon yang diberikan sebagai tambahan standar juga bermanfaat mengurangi jatah rawat inap di rumah sakit, bahkan mencegah gagal jantung menjadi makin parah.
Pada dasarnya, hormon ini membuat napas menjadi panjang hingga beberapa jam sehingga gangguan napas pendek (dyspnea) dapat diatasi.
Lebih dari 90 persen pasien dengan gagal jantung mengalami dyspnea dan sebagian besar pasien ini perlu perawatan khusus karena kasus ini, jelas John Teerlink, profesor pada Universitas California, San Fransisco.
Perbaikan dyspnea merupakan sasaran penting dan relevan bagi membaiknya terapi gagal jantung. Relaxine dikatakan menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga mengurangi kerja jantung dan meningkatkan aliran darah ke ginjal.
Marco Metra, profesor dari Universitas Brescia, Italia, menyatakan, Relaxine merupakan terapi baru yang menjanjikan bagi perawatan gagal jantung.
Sumber: kompas.com
Relaxine, hormon alami yang membantu wanita agar bisa beradaptasi dengan kehamilannya, menunjukkan hasil yang positif untuk perawatan gagal jantung akut. Demikian sebuah penelitian mengungkap.
Para periset, dari Amerika Serikat dan Italia, yang menyampaikan temuan ini dalam Konferensi Tahunan American College of Cardiology menyatakan, hormon ini membantu pasien agar bisa bernapas dengan lebih mudah.
Hormon yang diberikan sebagai tambahan standar juga bermanfaat mengurangi jatah rawat inap di rumah sakit, bahkan mencegah gagal jantung menjadi makin parah.
Pada dasarnya, hormon ini membuat napas menjadi panjang hingga beberapa jam sehingga gangguan napas pendek (dyspnea) dapat diatasi.
Lebih dari 90 persen pasien dengan gagal jantung mengalami dyspnea dan sebagian besar pasien ini perlu perawatan khusus karena kasus ini, jelas John Teerlink, profesor pada Universitas California, San Fransisco.
Perbaikan dyspnea merupakan sasaran penting dan relevan bagi membaiknya terapi gagal jantung. Relaxine dikatakan menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga mengurangi kerja jantung dan meningkatkan aliran darah ke ginjal.
Marco Metra, profesor dari Universitas Brescia, Italia, menyatakan, Relaxine merupakan terapi baru yang menjanjikan bagi perawatan gagal jantung.
Sumber: kompas.com
Thursday, April 2, 2009
Diet Tepat Cegah Kurang Darah
http://sehat-ituindah.blogspot.com
SIAPA pun pasti tidak ingin mengidap penyakit kurang darah atau anemia. Selain merusak produktivitas dan kreativitas kerja, penderita anemia juga rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. Itu karena daya tahan tubuh yang menjadi rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap anemia. Walaupun wanita lebih rentan terhadap penyakit anemia, jangan berkecil hati dulu. Walaupun rawan terserang karena faktor biologis , misalnya disebabkan oleh wanita mengalami menstruasi setiap bulannya, melahirkan atau faktor perdarahan yang tidak normal. Namun, anemia masih bisa dihindari dengan melakukan diet sehat dan tepat bagi tubuh.
Sumber: okezone.com
SIAPA pun pasti tidak ingin mengidap penyakit kurang darah atau anemia. Selain merusak produktivitas dan kreativitas kerja, penderita anemia juga rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. Itu karena daya tahan tubuh yang menjadi rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap anemia. Walaupun wanita lebih rentan terhadap penyakit anemia, jangan berkecil hati dulu. Walaupun rawan terserang karena faktor biologis , misalnya disebabkan oleh wanita mengalami menstruasi setiap bulannya, melahirkan atau faktor perdarahan yang tidak normal. Namun, anemia masih bisa dihindari dengan melakukan diet sehat dan tepat bagi tubuh.
Diet yang tepat agar terhindar dari anemia, terungkap dalam simposium bertajuk "Anemia dan Wanita" di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) beberapa waktu lalu. "Anemia itu sebenarnya tahap akhir dari kekurangan zat besi. Itu pun setelah zat besi yang disimpan di dalam tulang sebagai simpanan tubuh berkurang. Hingga akhirnya terjadilah yang namanya prevalensi defisiensi zat besi," kata staf pengajar FKUI Dr Ervina Karyadi MSc PhD.
Sebenarnya, banyak hal bisa dilakukan wanita agar terhindar dari anemia. Misalnya mulai menjaga asupan zat besi yang dikonsumsi bisa diserap tubuh sebanyak mungkin. Misalnya dengan mengonsumsi orange juice setelah makan dan menghindari konsumsi teh usai makan. "Teh itu bisa membuat zat besi yang kita konsumsi bersama makanan larut dan terbuang percuma. Jadi minuman yang paling cocok usai makan itu adalah orange juice," kata dokter berkulit sawo matang ini.
Ditambahkan Ervina, kepintaran menyiasati makanan yang dikonsumsi bisa membuat tubuh terhindar dari anemia. "Bagi penderita anemia bisa meningkatkan konsumsi makanan seperti daging, daging unggas juga makanan asal laut. Bisa pula dengan mengonsumsi buah dan sayur," sebut dia.
Adapun bagi mereka yang terserang anemia, Ervina menyarankan agar membatasi konsumsi makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Di antaranya menghindari makanan yang mengandung phytate seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, bijibijian, dan tepung. Hindari pula konsumsi teh, kopi, dan cokelat. "Sebenarnya semua makanan itu baik untuk tubuh.Namun, hindari mengonsumsinya sebelum makan besar. Misalnya minumlah teh dua jam sebelum atau sesudah makan. Jangan ketika makan besar minumnya teh itu yang membuat zat besi larut," sebut dia.
Strategi terbaik untuk mengubah pola makan, diterangkan Ervina adalah dengan mengombinasikan zat besi dalam menu makanan. Mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin c pada waktu makan. Memasak makanan tidak terlalu lama dan tidak mengonsumsi susu dan produk susu atau teh pada saat makan besar. "Jika mengetahui cara mengonsumsi makanan yang benar, maka anemia bisa dikurangi di Indonesia," katanya.
Sumber: okezone.com
Wednesday, April 1, 2009
Waspadai Batu Ginjal pada Anak
http://sehat-ituindah.blogspot.com
KEBIASAAN anak-anak mengonsumsi camilan gurih bergaram tinggi dan kurangnya asupan air putih dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Penyakit ini menimbulkan keluhan nyeri yang hebat!
Sumber: Okezone.com
KEBIASAAN anak-anak mengonsumsi camilan gurih bergaram tinggi dan kurangnya asupan air putih dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Penyakit ini menimbulkan keluhan nyeri yang hebat!
Salah besar jika Anda mengira batu ginjal hanya diderita orang dewasa. Buktinya, seorang ibu di Amerika mendapati butiran batu sebesar biji kacang pada popok bayinya yang baru berumur 8 bulan. Setelah diperiksa, rupanya bayi perempuan yang kerap sakit-sakitan itu menderita batu ginjal. Selanjutnya, bayi ini menjadi pasien batu ginjal termuda yang ditangani Dr David Hatch dari Loyola University Medical Center di Maywood Illinois dekat Chicago, Amerika.
Setahun terakhir ini, kalangan dokter dibuat bingung dengan kasus meningkatnya jumlah penderita batu ginjal dari kalangan anak-anak. Masalah ini, terutama dialami anak-anak pencinta burger keju, gorengan, dan camilan asin-gurih lainnya. Batu ginjal umumnya dialami orang dewasa, dengan keluhan rasa sakit yang amat sangat, konon lebih sakit dari melahirkan.
Namun, saat ini rumah sakit di sejumlah negara melaporkan peningkatan angka pasien batu ginjal. Rumah Sakit Anak Philadelphia misalnya, sejak 2005 mengalami peningkatan angka pasien batu ginjal anak.
"Dari sebelumnya 10 pasien per tahun menjadi 5 pasien per minggu," tutur Dr Pasquale Casale, seorang staf dokter di RS Anak Philadelphia.
Sementara itu, Johns Hopkins Children Center di Baltimore yang merupakan pusat rujukan bagi pasien batu ginjal anak, dalam 15 tahun terakhir paling-paling hanya merawat 1-2 pasien batu ginjal anak per tahun.
"Tahun ini berbeda, hampir setiap minggu kami menerima pasien baru," ucap ahli ginjal, Dr Alicia Neu.
Pada penelitian tahun 2007 yang diterbitkan jurnal Urologi, para dokter di North Shore-Long Island Jewish Medical Center melaporkan, dalam kurun waktu 1994-2005 telah terjadi peningkatan kasus batu ginjal anak hampir lima kali lipat. Pada 2005, sebanyak 61 anak usia belasan dirawat karena penyakit ini.
"Batu ginjal anak ini telah didiskusikan dalam konferensi para ahli ginjal baru-baru ini," sebut direktur klinik gangguan tulang dan mineral dari Children's Mercy Hospital di Kansas, Dr Uri Alon.
Sejauh ini, bukti yang ada tampaknya masih anekdot semata. Namun, Alon yang dilibatkan dalam penelitian batu ginjal anak itu mencoba menganalisis apakah memang telah terjadi peningkatan kasus, ataukah karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendeteksi batu ginjal.
Alon juga tengah meneliti apakah sekiranya perbaikan gizi dapat mencegah anak-anak dari terkena batu ginjal. Sejauh ini, kebiasaan anak-anak yang malas minum air putih dan doyan ngemil jajanan berkadar garam tinggi merupakan dua faktor utama penyebab batu ginjal pada anak.
Matty Billemeyer, seorang anak laki-laki yang baru berumur 8 tahun, sudah empat kali terkena batu ginjal. Pertama kali pada 2007, dan yang terakhir bulan April tahun lalu. Saat pertama kali terkena batu ginjal, bocah ini masih duduk di kelas 1 SD dan pada waktu itu dokter menduga Matty terkena usus buntu.
"Rasanya sakit sekali dan berlangsung terus-menerus. Saya sangat ketakutan karena rasa sakit yang teramat sangat," ujar bocah asal Kota Doylestown itu.
Darryl Billemeyer, ayah Matty, mengaku khawatir melihat buah hatinya menggeliat dan berteriak kesakitan. Ia pun lantas memindahkan Matty dari rumah sakit di dekat rumahnya ke RS Anak Philadelphia. Di sana Matty menjalani pemeriksaan dengan gelombang ultrasound
"Kami sungguh tak menyangka. Kami pikir batu ginjal hanya menyerang orang dewasa," tutur Billemeyer.
Sebagai penanganan awal, Matty menjalani operasi. Beberapa waktu kemudian, batu berhasil dikeluarkan bersamaan ia buang air kecil (BAK). Saat ini dia masih rutin menelan pil diuretik untuk meningkatkan frekuensi BAK. Setiap hari saat bersekolah, Matty pun membawa botol air minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
Selain itu, ia sudah mengucapkan "salam perpisahan" pada menu-menu favoritnya dulu, seperti sosis, acar, dan mi ramen yang semuanya berkadar garam tinggi. Matty merupakan empat bersaudara, dengan kedua orangtua yang berprofesi sebagai guru yang sibuk. Hal ini berdampak pada pola makan keluarga yang dikarenakan kesibukan, lebih sering memasak masakan cepat saji seperti spageti kalengan, mi instan, maupun nugget ayam. yang memperlihatkan adanya batu ginjal.
Sumber: Okezone.com
ASI Usir Stres pada Anak
http://sehat-ituindah.blogspot.com
ASI memang memiliki segudang manfaat! Tak hanya membantu mempercepat turunnya berat badan ibu pascamelahirkan serta menambah daya tahan tubuh anak, rupanya ASI pun bisa memengaruhi mental anak.
Sumber: okezone.com
ASI memang memiliki segudang manfaat! Tak hanya membantu mempercepat turunnya berat badan ibu pascamelahirkan serta menambah daya tahan tubuh anak, rupanya ASI pun bisa memengaruhi mental anak.
Sebuah penelitian dilakukan peneliti asal Inggris terhadap 9.000 anak yang berumur 5-10 tahun. Ditemukan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI serta berasal dari orangtua yang bercerai atau berpisah memiliki risiko mengalami kecemasan yang berlebihan 9,4 kali lebih banyak dari anak-anak yang lain.
Sedangkan anak-anak dari orangtua yang berpisah atau bercerai namun mengonsumsi ASI saat bayi hanya memiliki risiko mengalami kecemasan yang berlebihan sebanyak 2,2 kali dibanding anak-anak yang lain. Wow, angka yang sangat jauh!
Selain kandungan ASI yang dapat memengaruhi anak secara hormonal, sentuhan sang ibu terhadap anaknya saat menyusui serta kontak mata mereka pada si kecil ternyata sangat berpengaruh terhadap psikologis anak dan perkembangannya.
Ayo Moms! Jangan ragu berikan ASI eksklusif pada buah hati Anda!
Sumber: okezone.com
Subscribe to:
Posts (Atom)