ALAMI DAN ILMIAH (PRODUK HERBAL/PERLEBAHAN TERBAIK)

ANDA BUTUH PRODUK PERLEBAHAN SEPERTI: ROYAL JELLY, MADU, POLLEN , PROPOLIS, HUB. SAYA DI 081342042120

Saturday, April 4, 2009

Tali Pusat Bayi Bau? Awas, Infeksi!

http://sehat-ituindah.blogspot.com
BAU badan bayi, kerap membuat gemas. Memang, umumnya bayi memiliki aroma nan khas, apalagi bayi yang baru lahir. Membuat hidung Mom tak henti-hentinya melekat di tubuhnya yang wangi. Duh, gemasnya...

Sebaliknya, koq bayi Mom menebarkan bau yang tidak sedap dari tali pusatnya? Ups, bisa jadi ini indikasi bahwa bayi Anda sakit.

Berikut ini penjelasan lengkap dr Yusnita SpA dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok, seperti:

Infeksi Tali Pusat

Pada bayi baru lahir, bau tidak sedap merupakan satu indikasi bahwa bayi Anda terinfeksi pada tali pusatnya. Sebenarnya, hanya sebagian kecil saja masih ditemui adanya infeksi tali pusat atau omphalitis pada bayi baru lahir. Angka kejadiannya sekitar 2 persen dari jumlah bayi yang baru lahir. Kondisi ini bisa jadi memburuk atau malah sebaliknya, tergantung perawatan yang diberikan setelah ibu dan bayinya kembali ke rumah.

Lembap dan Kurang Bersih

Tali pusat biasanya puput atau lepas dalam tempo satu minggu setelah bayi lahir, tapi ada pula bayi yang hanya butuh 1-3 hari untuk putus tali pusarnya. Sementara itu, lukanya akan sembuh dalam tempo 15 hari. Sebelum lukanya sembuh, tali pusat merupakan jalan masuknya kuman atau bakteri ke dalam tubuh.

Memang gampang-gampang susah merawat tali pusat yang belum puput. Tapi jangan khawatir Moms, yang terpenting tetap dijaga kebersihannya. Infeksi itu sendiri timbul akibat sisa tali pusat yang tidak dijaga kebersihannya. Apalagi sisa tali pusat umumnya dalam keadaan lembab yang memudahkan bakteri atau kuman berkembang sehingga menimbulkan infeksi.

Tapi, bukan berarti bayi Anda tidak mandi selama tali pusatnya belum puput atau lepas loh! Dokter menyarankan agar tali pusatnya tidak terlalu lama kontak dengan air, kemudian keringkan dengan handuk yang bersih dan dilakukan dengan sangat hati-hati.

Usahakan tali pusat tersebut kontak dengan udara terbuka, yang mempercepat keringnya sisa tali pusat. Tapi, hindari kontak langsung dengan air kencing si bayi, air kencing tersebut menjadi salah satu penyebab timbulnya infeksi pada tali pusat bayi.

Selain itu, agar kebersihan tali pusat tetap terjaga, balutan dan ikatan tali pusat harus diganti secara rutin sampai sisa tali pusat kering dan lepas dengan sendirinya.

Kenali Gejalanya

Nah, tanda-tanda yang perlu dicurigai bila tali pusat si kecil terinfeksi adalah timbulnya bau yang menyengat pada daerah yang terinfeksi. Umumnya berwarna merah dan bengkak hingga mengeluarkan nanah.

Jika pembengkakan kurang dari 1 cm yang terjadi di sekitar pangkal tali pusat, umumnya tubuh tidak mengalami demam atau panas. Juga tidak memengaruhi kebutuhan bayi seperti minum susu atau ASI, dan bisa dilakukan pengobatan lokal.

Akan tetapi, bila kondisi tersebut meluas atau timbul kemerahan di sekitar perut bayi atau bayi mengalami distensi abdomen yang disertai demam, perut kejang hingga tidak mau minum susu atau ASI, sebaiknya segera dibawa ke klinik atau rumah sakit terdekat agar dilakukan pengobatan dan perawatan lebih intensif.

Jika tidak segera diatasi, infeksi tersebut bisa menimbulkan penyakit tetanus dan dengan cepat menyebabkan sepsis. Penyakit tetanus biasanya timbul karena masuknya kuman tetanus melalui luka tali pusat. Kuman tersebut bisa masuk karena saat pemotongan tali pusat menggunakan alat yang tidak tepat, atau karena perawatan tali pusat yang tidak steril.

Sedangkan, sepsis adalah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengancam nyawa seseorang yang ditemukan pada tubuh yang terinfeksi. Pengenalan dan pengobatan secara dini terhadap infeksi tali pusat sangat penting untuk mencegah terjadinya sepsis. Waspadailah jika Anda mengenali gejala-gejala tersebut pada buah hati Anda.

Prosedur Pengobatan

Mengatasi infeksi tali pusat dapat dilakukan dengan dua cara tergantung pada ringan tidaknya gejala yang ditimbulkan dari infeksi tersebut. Pengobatan lokal atau terbatas bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:
- Sebelum membersihkan tali pusat, cuci tangan Anda hingga bersih dan bebas dari kuman atau bakteri, kemudian keringkan dengan tisu atau handuk yang bersih dan kering. Hal ini untuk menghindari kuman atau bakteri dari tangan Anda pindah ke tali pusat bayi yang tengah terinfeksi.
- Bersihkan tali pusat dengan menggunakan larutan antiseptik seperti larutan klorheksi dan atau iodium povidon 2,5 persen dengan kain kasa yang bersih.
- Lakukan pengobatan ini delapan kali sehari sampai tali pusat tidak lagi bernanah atau kering. Lakukan ini kapan saja bila memungkinkan.

Infeksi Berat

Sedangkan, untuk mengatasi infeksi tali pusat yang berat atau meluas:
- Segera konsultasikan kepada dokter yang bersangkutan.
- Dokter biasanya memberikan obat antibiotik untuk membunuh penyebaran infeksi akibat kuman.
- Sembari menunggu perkembangan lebih lanjut, ambil sampel darah dan kirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan kultur dan sensivitas.
- Cari tanda-tanda sepsis.
- Dan bila hasilnya positif bahwa infeksi tali pusat pada bayi telah meluas atau berat, sebaiknya segera dirujuk ke klinik atau rumah sakit agar dilakukan pengobatan dan perawatan lebih intensif, di bawah pengawasan tenaga medis setempat.
Sumber: okezone.com